BERBAGI

Kominfosandi_Poso, Bertempat di Gedung Pogombo Kantor Bupati Poso, Jumat 30/04/2021 dilaksanakan Focus Group Discussion Geopark Danau secara virtual. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Institut Mosintuwu bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso. Dihadiri oleh Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang, Anggota DPRD Kabupaten Poso dan sejumlah Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.

Bupati Poso dr. Verna G.M Inkiriwang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Danau Poso menjadi salah satu dari 15 danau prioritas nasional saat ini. Keberadaan Anguilla Marmorata atau dalam bahasa lokal kami menyebutnya masapi yang melimpah, dibandingkan dengan tempat lain diseluruh Indonesia, menjadi salah satu alasan mengapa Danau Poso menjadi danau prioritas nasional untuk dilindungi. Sebagai aset kehidupan masyarakat, tentu saja danan Poso perlu untuk dikelola dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan.

Diskusi terfokus yang membahas Geopark Danau Poso “ DANAU PURBA DENGAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI JANTUNG SULAWESI” pada hari ini kami harapkan menjadi ruang bersama bagi Pemerintah Daerah, bersama dengan para ahli yang memiliki perhatian pada Danau Poso serta komunitas masyarakat Poso termasuk Organisasi Masyarakat Sipil untuk memiliki pemahaman yang sama tentang model pembangunan berkelanjutan di Danau Poso.

Di akhir sambutannya Bupati Poso menyampaikan “Semoga niat baik kita untuk mewujudkan Poso yang maju, Poso pintar, Poso sehat, Poso pakaroso, Poso sejahtera, Poso harmoni dan poso bersinar akan terwujud”.

Selanjutnya Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa letak geografis Indonesia sangat istimewa karena terletak diantara 3 lempeng benua besar yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia da Lempeng Australia, terletak diantara 2 kawasan dangkalan yaitu dangkalan Sahul dan dangkalan Sunda dan memiliki 2 deretan pegunungan yakni pegunungan Sirkum Mediterania dan Pegunungan sirkum Pasifik, sehingga membuat Indonesia memiliki sumberdaya alam yang sangat besar terutama kekayaan alam hayati. Oleh karena itu pengetahuan biologi sebagai sumber daya kepariwisataan perlu sekali digunakan untuk menghasilkan daya tarik wisata alam yang berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here