BERBAGI

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan penghargaan kepada 84 daerah pemenang Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru “Produktif dan Aman Covid-19” pada Senin (22/06/2020).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Mendagri Tito Karnavian kepada para kepala daerah atau yang mewakili di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat.

“Kami bersama Kemenkeu, Kemenkes, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kemen PANRB, Kemendag dan BNPP berinisiatif untuk mengadakan lomba antar daerah untuk membuat protokol kesehatan Covid-19,” ujar Tito dalam pidatonya.

Pada lomba ini memperebutkan hadiah uang tunai dalam bentuk Dana Intensif Daerah (DID) untuk pemenang setiap kategori dan setiap klaster.

Lomba diumumkan sejak 29 Mei 2020 lalu. Kemendagri sendiri telah menerima 2.517 video yang masuk dari 460 daerah pengirim.

“Untuk pemenang I, setiap kategori dan setiap klaster daerah, diberikan dana insentif daerah (DID) sebesar Rp3 miliar, pemenang II mendapat Rp 2 miliar, pemenang ke- III mendapat Rp  1 miliar,” lanjutnya

Lomba yang diadakan pemerintah pusat itu dibagi menjadi 4 klaster Pemda, yaitu; lomba antar provinsi, antar kota, antar kabupaten, antar kabupaten tertinggal.

Pemda harus menyusun protokol kesehatan dengan ahli kesehatan dan bekerja sama dengan stakeholder di daerahnya masing-masing, seperti operator pasar tradisional, pemilik hotel, restoran, dan lain sebagainya.

“Semua Pemda diminta untuk membuat video dengan durasi maksimal 2 menit yang menggambarkan protokol kesehatan dan simulasi di sektor yang dipertandingkan,” ungkap Mendagri.

Lomba ini diadakan untuk mendukung dan mensukseskan inovasi tatanan normal baru yang produktif dan aman penyebaran virus corona (Covid-19)

Berikut ini daftar 84 daeran pemenang Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru “Produktif dan Aman Covid-19”:

1. Sektor Pasar Tradisional

Klaster Provinsi: Bali, Sulawesi Selatan, Lampung

Klaster Kota: Bogor, Semarang, Palembang

Klaster Kabupaten: Banyumas, Lumajang, Semarang

Klaster Kabupaten Tertinggal: Lembata, Seram Bagian Barat, Pesisir Barat

Klaster Provinsi: Bali, Sulawesi Selatan, Lampung

Klaster Kota: Bogor, Semarang, Palembang

Klaster Kabupaten: Banyumas, Lumajang, Semarang

Klaster Kabupaten Tertinggal: Lembata, Seram Bagian Barat, Pesisir Barat

2. Sektor Pasar Modern

Klaster Provinsi: Jawa Timur, Lampung, DIY

Klaster Kota: Bogor, Sukabumi, Semarang

Klaster Kabupaten: Aceh Tamiang, Kebumen, Tulungagung

Klaster Kabupaten Tertinggal: Seram Bagian Barat, Belu, Nias

3. Sektor Restoran

Klaster Provinsi: Lampung, DIY, Jambi

Klaster Kota: Bogor, Tangerang, Jambi

Klaster Kabupaten: Trenggalek, Tabalong, Lumajang

Klaster Kabupaten Tertinggal: Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Seram Bagian Barat

. Sektor Hotel

Klaster Provinsi: Jambi, Kaltara, Sulsel

Klaster Kota: Pekanbaru, Surabaya, Semarang

Klaster Kabupaten: Trenggalek, Kebumen, Sintang

Klaster Kabupaten Tertinggal: Sumba Barat Daya, Seram Bagian Barat, Tojo Una-una

5. Sektor PTSP

Klaster Provinsi: Sulteng, Kaltara, Jateng

Klaster Kota: Bekasi, Bandung, Surabaya

Klaster Kabupaten: Trenggalek, Sinjai, Situbondo

Klaster Kabupaten Tertinggal: Nias, Seram Bagian Barat, Sumba Barat

6. Sektor Tempat Wisata

Klaster Provinsi: Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan

Klaster Kota: Semarang, Bogor, Pare-pare

Klaster Kabupaten: Sintang, Gunung Kidul, Trenggalek

Klaster Kabupaten Tertinggal: Sigi, Rote Ndao, Seram Bagian Barat

7. Sektor Transportasi Umum

Klaster Provinsi: Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Tengah

Klaster Kota: Bengkulu, Banda Aceh, Semarang

Klaster Kabupaten: Sintang, Tegal, Tapanuli Utara

Klaster Kabupaten Tertinggal: Jayawijaya, Seram Bagian Barat, Kepulauan Sula

Baca Juga :  Seminar Laporan Pendahuluan Analisa Dampak Pembangunan Jembatan Kabose

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image