BERBAGI
Penyeraran bantuan Bantuan Kultivator Kepada Kelompok Tani

DISKOMINFOSANDI-Bupati Poso, Darmin Sigilipu pada senin pagi, 30 Desember 2019 menyerahkan 2 unit kultivator untuk kelompok Tumora Jaya, desa Tumora dan kelompok Tani Raya desa Bakti Agung. Dengan ukuran yang lebih kecil dari Handtractor, kultivator adalah mesin pertanian yang digunakan untuk pengolahan tanah tapi penggunaannya untuk halaman atau kebun.
“Semoga alat kultivator ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok tani untuk meningkatkan ekonomi khususnya anggota kelompoknya, dan lebih luas dapat dimanfaatkan bagi masyarakat di desa masing-masing”harap bupati Darmin seusai menyerahkan kedua kultivator itu di halaman kantor Bupati Poso.
Pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) berupa dua cultivator itu dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) 2019.
Menurut Wikipedia, Kultivator adalah alat dan mesin pertanian yang digunakan untuk pengolahan tanah sekunder. Kultivator bekerja dengan menggunakan gigi yang sedikit menancap ke dalam tanah sambil ditarik dengan sumber tenaga penggerak, umumnya traktor. Kultivator jenis lain (rotary tiller) menggunakan gerakan berputar cakram dan gigi untuk mencapai hasil yang sama.
Kultivator mengaduk dan menghancurkan gumpalan tanah yang besar, sebelum penanaman (untuk mengaerasi tanah) maupun setelah benih atau bibit tertanam (untuk membunuh gulma). Berbeda dengan garu mengaduk sebagian besar permukaan tanah, kultivator mengaduk tanah sebagian saja secara hati-hati sehingga tidak mengganggu tanaman pertanian.
Kultivator yang bertipe gigi menyerupai bajak singkal namun bekerja dengan cara yang berbeda. Kultivator hanya bekerja pada permukaan, sedangkan bajak singkal bekerja lebih ke dalam tanah. Sehingga penggunaan kultivator membutuhkan tenaga tarik yang lebih kecil dibandingkan pembajakan.
Kultivator pada umumnya berupa mempunyai tenaga sendiri (self-propelled) atau ditarik menggunakan traktor roda dua atau traktor roda empat. Pada traktor roda dua, kultivator terpasang kaku dan digerakan dengan transmisi dari mesin utama traktor. Pada traktor roda empat, kultivator terpasang pada three-point hitch dan digerakkan oleh power take-off. Di negara berkembang, kultivator yang tidak berpenggerak dapat ditarik oleh hewan pekerja.

Baca Juga :  Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image