BERBAGI

Bertempat di Panggung Kesenian Wera Saluopa, Festival Etnik Air Terjun Saluopa dibuka secara resmi oleh Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, Selasa (02/07/19). Festival yang diprakarsai oleh masyarakat lokal pemerhati seni dan budaya ini merupakan kegiatan yang baru pertama kalinya digelar di Air Terjun Saluopa, sebagai bentuk respon masyarakat terhadap laju perkembangan zaman untuk mengimbangi budaya-budaya asing yang terbawa oleh teknologi modern.

Kin Sau Salua, S.Th sebagai Ketua Panitia pelaksana menuturkan bahwa laju perkembangan teknologi yang membawa dampak negative dan positif terhadap kehidupan anak daerah bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain, dimana sebagai orang tua harus mampu untuk mengarahkan para generasi muda agar dapat memanfaatkannya dari sisi positif. “Para generasi muda harus mampu memberikan kontribusi positif dalam pembangunan daerah lewat perkembangan teknologi yang ada, seperti misalnya dalam promosi kepariwisataan di Kabupaten Poso” tutur Kin Sau Salua.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa gagasan kegiatan ini muncul karena keprihatinan masyarakat lokal terhadap generasi milenial agar lebih mengenal budaya dan etika hidup sebagai warisan leluhur daerah. Selaku Pemerhati budaya dan Seni, Ia mengapresiasi respon Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi yang memperhatikan pembangunan di Kabupaten Poso terutama dalam membangun / menata kembali obyek-obyek wisata, budaya, adat-istiadat yang mulai terkikis dengan peradaban teknologi.

Baca Juga :  Pembukaan Sidang Isbat Nikah Terpadu

Semua kegiatan dalam festival ini nantinya akan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang berbasis pada seni, kreativitas kerajinan tangan, tari, bahasa serta ragam busana yang bercorak ntana Sintuwu Maroso. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain seperti lomba tari torompio, dero asli, musik karambangan, enggran (moloko), moganci (gasing) vocal group, menyanyi solo, olahraga lari marathon putra-putri dan dayung perahu.

Kegiatan yang akan berlangsung selama 5 hari dan rencananya akan ditutup pada Sabtu 6 Juli 2019 ini, diikuti oleh partisipan dari setiap desa yang ada di Kabupaten Poso, serta perutusan sekolah dimulai dari tingkat SD hingga SMA. Adapun output yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini yakni masyarakat Kabupaten Poso pada umumnya dan masyarakat setempat pada khususnya dapat berpartisipasi dalam membantu Pemerintah Daerah membangun pariwisata di daerah serta turut menjaga dan melestarikan objek wisata tersebut.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesra Dra. Hj. Siti Norma Mardjanu, SH, M.Si, MH yang saat itu hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk langkah promosi terhadap obyek-obyek wisata menarik yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Poso. “Keadaan serta obyek-obyek wisata yang ada di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tengah saat ini tengah menjadi perhatian serius dari Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten” ucap Norma.

Baca Juga :  Poso Kembali Ukir Prestasi

Keseriusan ini turut dibuktikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si bersama Bupati Darmin yang baru saja pulang dari Prancis dan Jerman guna mengikuti pertemuan Man and the Biosphere Programme – International Coordinating Council (MAB-ICC) UNESCO Sesi ke-31 dan dalam rangka penetapan Taman Lore Lindu sebagai salah satu Cagar Biosfer Dunia.

Sementara itu Bupati Darmin mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sarana untuk menggali budaya di Kabupaten Poso sekaligus ajang promosi obyek wisata dan juga dalam rangka mengajak seluruh komponen masyarakat untuk secara bersama-sama terlibat aktif dalam menjaga lingkungan. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan sikap kompetitif kerja sama dan sportifitas masyarakat dengan wawasan global serta menjalin persahabatan dalam proses pelestarian alam dan seni budaya.

Baca Juga :  Lomba Desa Tingkat Kabupaten Poso

“Dengan adanya kegiatan ini, kami juga mengharapkan bahwa masyarakat setempat kiranya dapat lebih mencintai budayanya sendiri sebagai warisan dan peninggalan leluhur karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa di daerah ini juga tinggal adat kebudayaan lain yang harus dijaga dan dipelihara keberlangsungannya” tambah Bupati Darmin.

Selaku Pemerintah Daerah, Bupati Darmin mengapresiasi kepada seluruh pemerhati pariwisata terlebih khusus komunitas budaya Pamona yang telah menginisiasi terselenggaranya festival ini. “Langkah kecil yang membawa pada perubahan besar, disadari atau tidak, perubahan terjadi justru karena dimulai dengan awal yang baik, kecil dan sederhana, namun memiliki nilai manfaat yang tinggi baik bagi pengembangan budaya lokal yang berimplikasi pada kemajuan dunia kepariwisataan di Kabupaten Poso” ucap Bupati Darmin menutup sambutannya.

Dalam Pembukaan Festival ini juga, Bupati Darmin mengukuhkan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Kabupaten Poso periode 2019 – 2022. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Dandim 1307 yang diwakili oleh Kasdim, Danyon 714/SM bersama Ketua Persit KCK Koorcabrem 63 Yonif 714/SM, pemerhati kepariwisataan, seni dan budaya serta beberapa Pimpinan OPD.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image