BERBAGI

Setelah upaya dalam mengakreditasikan 15 puskesmas yang ada di Kabupaten Poso dan berhasil menerima akreditasi madya bintang 3 untuk RSUD Poso, sebagai keseriusan dan bukti nyata pembangunan Pemerintah Daerah dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Poso, kali ini untuk yang pertama kali di Kabupaten Poso dilaksanakan Pengambilan sumpah/janji bagi bidan se-Kabupaten Poso sebagai komitmen untuk memberikan pelayanan yang professional serta maksimal kepada masyarakat.

Prosesi pengambilan sumpah dan janji Bidan se-Kabupaten Poso yang baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Poso, di Gedung Wanita Poso Jum’at (03/05/19),disaksikan langsung oleh Bupati Darmin Agustinus Sigilipu.

Inovasi terus dilakukan oleh Pemerintah Darmin-Samsuri melalui organisasi-organisasi perangkat daerah yang ada di Kabupaten Poso khususnya Dinas Kesehatan serta RSUD Poso yang memfasilitasi Ikatan Bidan Indonesia Cabang Poso sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas tenaga bidan dalam melaksanakan tugas.

Maryam Guru, SKM selaku Ketua IBI Cabang Poso dalam laporannya mengatakan, bahwa saat ini jumlah tenaga bidan aktif yang ada di Kabupaten Poso berjumlah 440 orang baik itu yang bertugas di RSUD Poso, RS GKST Tentena, RS dr. Yanto, Puskesmas dan sebagian besar yang ditempatkan di desa-desa. “Kami juga mengakui bahwa di tengah berbagai kondisi dimulai dari penempatan bidan di desa terpencil sampai pada hal-hal lainnya yang masih memerlukan perbaikan, tetapi Pemerintah Daerah selalu menunjukkan perhatiannya dengan berbagai upaya yang dilakukan lewat peningkatan keterampilan, kecakapan serta kualitas bidan di Kabupaten Poso” ungkap Maryam.

Baca Juga :  Pererat Persahabatan Dan Silaturrahmi Antara Pemda Poso Dan Touna

Kegiatan pengambilan sumpah bidan ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan seminar yang bertema “Kegawat Daruratan Maternal Perinatal” yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan para bidan di Kabupaten Poso dalam menghadapi situasi darurat penanganan terhadap waktu kelahiran ibu hamil.

Bupati Darmin dalam arahannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan keseriusan profesi kebidanan di Kabupaten Poso dalam melayani kesehatan ibu dan anak mengingat tugas dan tanggung jawab bidan yang sangat berat karena berkaitan dengan keselamatan jiwa dalam menangani persalinan.

Segala upaya yang dilakukan pada setiap organisasi yang ada, harus mampu menopang serta membantu mewujudkan visi Pemerintah Daerah yang tengah berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut Bupati Darmin, ini merupakan usaha bersama yang membutuhkan kontribusi aksi nyata dari masyarakat dalam menopang kinerja Pemerintah Daerah.

Baca Juga :  Jemaah Haji Tiba Di Poso

“Harapan kami selaku Pemerintah Daerah, lewat kegiatan ini para bidan di Kabupaten Poso dapat memanfaatkan momen ini untuk saling bertukar informasi atau pengalaman terutama terhadap berbagai kasus yang sering ditemui di lapangan, sehingga kiranya pelayanan para bidan di Kabupaten Poso ke depannya menjadi lebih maksimal lagi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat” ungkap Bupati Darmin

Dalam laporan Bappelitbangda Kabupaten Poso sendiri menyebutkan bahwa bahwa saat ini Poso memiliki Usia Harapan Hidup tertinggi se-Sulawesi Tengah dimana angka ini terus bertambah dari tahun 2013 yang hanya menempati poin 69,98 namun di tahun 2017 berkembang pada poin 70,16 dan ini pun jauh berada di atas rata-rata tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang hanya mampu berada pada poin 67,32. Peningkatan usia harapan hidup ini sebagian besar disebabkan karena keberhasilan Kabupaten Poso dalam menanggulangi penyakit menular, penyakit terkait kehamilan, neonatal, dan penyakit-penyakit terkait gizi.

Oleh karenanya dalam pemerataan pembangunan di segala sektor Pemda juga menaruh perhatian besar terhadap kontribusi Bidan sebagai tenaga profesional di dalam bidang kesehatan yang bertanggung jawab dan bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasihat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, serta memfasilitasi dan memimpin persalinan dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi.

Baca Juga :  Logo Resmi HUT Kemerdekaan RI ke-73

IBI Cabang Poso sendiri merupakan wadah bagi para tenaga bidan bersatu untuk terus memberdayakan bidan serta sebagai tempat untuk berembuk dalam mencari setiap jalan keluar dari permasalahan-permasalahan bidan yang ada di Kabupaten Poso dengan melakukan berbagai pendekatan dan terobosan dengan harapan profesi bidan akan menjadi suatu kebanggan lewat pekerjaan dan tanggung jawab yang dilakukan.

Adapun salah satu isi sumpah bidan yakni tidak akan menceritakan kepada siapa pun serta menjaga segala rahasia yang berhubungan dengan tugas kecuali jika diminta pengadilan untuk keperluan kesaksian. Kegiatan ini selain dihadiri oleh oraganisasi-oraganisasi perempuan seperti Dharma Wanita, Tim Penggerak PKK, Persit dan Bhayangkara, juga menghadirkan para praktisi di bidang kesehatan seperti Dirut RSUD dan Pimpinan OPD terkait.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image