BERBAGI

Selesai melepas Kontingen Kabupaten Poso yang akan mengikuti ajang Porprov yang akan dilaksanakan di Parigi Moutong, Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu didampingi Kepala Dinas Pendidikan & kebudayaan Kabupaten Poso Victor Tumonggi meninjau pelaksanaan Ujian di Sekolah Dasar Negeri 7 dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Poso pada Senin (22/04/19).

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk jenjang SD/MI dan sederajat tahun pelajaran 2018/2019 yang digelar mulai tanggal 22 sampai 24 April 2019 ini, juga menjadi sorotan dan perhatian dari Pemerintah Darmin-Samsuri mengingat indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Poso yang mengalami peningkatan 3 terakhir sebesar 68,13 ; 68,83 ; dan 69,78 serta merupakan peringkat ke-3 dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Poso Tahun Anggaran 2018 yang disampaikan oleh Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M. Si di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Poso pada Rabu 20 Maret 2019 yang lalu menjelaskan bahwa, salah satu indicator meningkatnya IPM Kabupaten Poso yakni terealisasinya capaian kinerja bidang pendidikan dimana pada tahun 2018 untuk program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun berada pada nilai baik yaitu rata-rata 90% dari target yang ditetapkan. Sesuai dengan visi misi sejak dilantik pada 16 Februari 2016 yang lalu, Bupati Darmin bersama Wabup Samsuri bertekad untuk mewujudkan Kabupaten Poso yang damai, adil dan sejahtera dengan didukung oleh sumber daya manusia yang andal dan bermartabat.

Baca Juga :  Lomba Perkemahan Penggalang Poso Bersaudara (LP3B)

Oleh karena itu di setiap kesempatan, Bupati Darmin maupun Wabup Samsuri kerap turun langsung memantau/memonitor pelaksanaan pendidikan di Kabupaten Poso dengan mengunjungi langsung tempat-tempat pendidikan yang ada di Kabupaten Poso. Dalam kunjungan tersebut Bupati Darmin mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Daerah membutuhkan dukungan serta kerja keras dari para tenaga pendidik untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Poso. Pemerintah Daerah terus berupaya untuk menjamin ketersediaan tempat belajar yang memadai bagi pelayanan pendidikan di Kabupaten Poso dimana selama tahun 2018, Pemerintah Daerah Kabupaten Poso telah merehabilitasi berat 141 unit sekolah yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten Poso. Selain itu, Pemerintah Daerah juga telah mensertifikasi 1.726 guru/pendidik. Sehingga diharapkan dengan bantuan dari semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan mampu memberikan kontribusi yang baik bagi pengembangan kualitas SDM masyarakat Kabupaten Poso.

Baca Juga :  SMK Kristen 2 Tentena menggelar Cupping Day

Adapun mata pelajaran yang diujikan dalam USBN SD/MI meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam dan ujian ini dimulai pukul 08.00 sampai 10.00 (120 menit) dengan jumlah butir soal. Bahasa Indonesia sebanyak 40 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian, Matematika 30 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian, serta IPA 35 soal Pilihan ganda dan 5 soal uraian. Sebanyak 20%-25% butir soal USBN disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta sebanyak 75%-80% butir soal disiapkan oleh guru-guru atau tutor yang dikonsolidasikan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten.

Hasil USBN ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai pemetaan untuk mengetahui ketercapaian sekolah dalam pengembangan dan pembinaan potensi peserta didik. Selain itu juga untuk perbaikan pembelajaran dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Pergeseran jadwal pelaksanaan USBN ini dikarenakan menyesuaikan dengan waktu puasa Ramadhan yang diproyeksikan jatuh mulai tanggal 5 Mei mendatang.

Baca Juga :  Pembinaan Dan Pelatihan Tilawatil Qur’an Kabupaten Poso Tahun 2019

Untuk Ujian tingkat SMP sendiri, SMP N 2 Poso telah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dimana pelajaran yang diujikan dalam UN tersebut ada empat yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam. UNBK ini disebut juga Computer Based Test (CBT) dimana sistem pelaksanaan ujian dilaksanakan dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.

Penyelenggaraan UNBK diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan pada Unas kali ini sebanyak 78 persen SMP/MTs sederajat se-Indonesia menjalani ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sementara 22 persen sekolah lainnya masih menggunakan kertas dan pensil (UNKP).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image