BERBAGI

Dilaksanakan di Ruang Rapat Pogombo Kantor Bupati Poso, Jumat (05/04/19) Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Tahap V Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Nasional Tahun 2019 dikawal langsung oleh Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si.

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Poso Suharto Kandar, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua Umum Majelis Sinode GKST Pdt. Jetroson Rense, M.Th, Rektor UNSIMAR, Kepala BPS Poso, Praktisi Pendidikan dan ekonomi, perwakilan masyarakat kelurahan/desa sampai tingkat kecamatan, Pimpinan OPD dan tokoh-tokoh pemuda serta tokoh perempuan yang diwawancarai secara khusus oleh Tim Penilai PPD. Mulai dari masalah PDRB, tingkat pengangguran terbuka dan jumlah pengangguran, kondisi kemiskinan sampai pada partisipasi masyarakat dalam bersinergi dengan pemda dalam proses pembangunan daerah dibahas secara lebih mendalam dalam forum ini.

Robert Endi Jaweng (Tim Penilai Independen) yang berinteraksi langsung dengan peserta forum ini mulai menanyakan satu per satu pertanyaan yang masuk dalam indikator proses penilaian pembangunan daerah. Forum berlangsung dengan sangat alot dan menarik perhatian tim penilai karena peserta sangat komunikatif dan dapat menjawab dengan baik setiap pertanyaan yang diajukan oleh Tim Penilai.

Dalam pertanyaan yang diajukan oleh Robert Jaweng terkait dengan peran pemuda dalam bersinergi dengan pemerintah daerah terhadap pembangunan, Rutfiah Mangun selaku anggota KNPI menyatakan bahwa Pemuda di Kabupaten Poso merupakan civil society, yang terus menempatkan diri pada posisi pelatuk, sekaligus pengawal perubahan. Dimana ia menjelaskan bahwa dalam setiap pelaksanaan Musrenbang di tingkat kecamatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, Pemuda selalu terlibat aktif dengan ikut serta berpartisipasi dalam menyumbangkan gagasan pikiran maupun ide-ide dalam pelaksanaan pembangunan.

Baca Juga :  Bupati Poso Membuka Langsung MUSRENBANG RKPD Tahun 2019

Sedangkan untuk sektor keagamaan, Ketum Sinode mengatakan bahwa dalam mewujudkan terpeliharanya kondisi yang aman serta kehidupan yang bertoleransi di Kabupaten Poso, semua pimpinan agama yang juga sebagian besar tergabung dalam Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Poso mengakui bahwa Poso yang sekarang adalah Poso yang jauh dari pandangan negatif orang-orang luar dimana dalam setiap pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan yang digelar di Tana Poso dihadiri langsung oleh setiap pimpinan agama. Sebagai bentuk rasa toleransi dan hubungan kekerabatan yang kuat di Tana Poso tidak hanya itu saja, seperti misalnya pelaksanaan kegiatan safari natal yang diselenggarakan oleh pemda Poso di setiap kecamatan, dimana umat muslim juga turut bersama-sama menjadi penerima tamu begitu pun sebaliknya.

Sejatinya Ketum Sinode menjelaskan bahwa dalam mewujudkan program yang sudah tertuang dalam visi misi pemerintah daerah kabupaten Poso, masyarakat di seluruh kalangan baik agama, suku maupun beragam budaya yang tinggal di Tana Poso turut berupaya menciptkan kondisi kehidupan keagamaan yang harmonis.

Baca Juga :  Expose Penelitian Penyesuaian NJOP dan ZNT PBB P-2

Dari segi pelaksanaan roda pemerintahan khusus di bidang pertanian yang juga menjadi sorotan utama tim penilai dimana Kabupaten Poso yang sudah 2 tahun berturut-turut menyandang predikat daerah yang memiliki luas tanam jagung terbesar se-Sulawesi Tengah ini, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Poso Ester Santo menjelaskan tentang beberapa data lapangan yang terjadi yakni seperti adanya peran aktif para penyuluh pertanian yang ada di setiap kecamatan dalam memberikan penyuluhan serta memberikan solusi-solusi terbaik terhadap masalah-masalah pertanian yang dihadapi oleh para petani.

Ia juga menjelaskan tentang adanya gabungan kelompok-kelompok tani di kabupaten Poso yang turut membantu usaha pertanian masyarakat dimana dengan adanya kelompok tani ini dapat meningkatkan daya adaptasi serta inovasi petani, sehingga meningkatkan kesejahteraan kehidupan petani melalui usaha bersama dalam bidang pertanian.

Wabup Samsuri juga menambahkan bahwa dalam mewujudkan kondisi kehidupan masyarakat Kabupaten Poso yang damai, aman dan tenteram Pemerintah Daerah lebih menguatkan pada pendekatan keagamaan. Dimana Bupati Darmin bersama Wabup Samsuri kerap hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan baik yang diselenggarakan oleh organisasi keagamaan maupun kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah sendiri seperti Safari Ramadhan, Natal atau Nyepi maupun acara-acara keagamaan lainnya seperti Pesparawi maupun STQ atau MTQ.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Kreativitas Anak Muda Poso, Pada HUT Ke-3 Komunitas JBI Maroso

Hal ini juga tentunya akan membawa dampak yang baik bagi nama baik Poso di mata luar, sehingga segala upaya dalam menunjukkan ke dunia luar bahwa sekarang Poso adalah Poso yang berbeda maka Pemda menata kembali potensi-potensi yang ada di Kabupaten Poso.

Wabup Samsuri juga menambahkan bahwa Poso terus berbenah untuk mengembangkan potensi-potensi wisata di Kabupaten Poso yaitu salah satunya dengan pembangunan Taman Konservasi dengah harapan bahwa kunjungan wisatawan-wisatawan lokal juga mampu membantu Pemda dalam mengubah Stigma tentang Poso.

Mengakhiri pertemuan FGD, Roby Arya Brata selaku Tim Penilai Utama mengatakan, bahwa posisi Kabupaten Poso yang sudah masuk dalam 10 besar finalis peraih PPD ini secara garis besar bahwa capaian indikator yang dimiliki Kabupaten Poso sudah berada di atas rata-rata.

Baik dalam perencanaan pembangunan, capaian pembangunan sampai pada hasil dari pelaksanaan perencanaan pembangunan di Kabupaten Poso, Bappenas menilai bahwa Poso memiliki ciri khas tersendiri dengan sentuhan-sentuhan inovasi capaian hasil pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan keunikan yang dimilikinya.

Oleh karenanya dengan kehadiran Tim Penilai ini diharapkan juga mampu memberikan dampak yang sangat besar bagi Kabupaten Poso terkait dengan citra Poso yang sudah terbentuk di luar.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image