BERBAGI

Dihalaman Kantor Bupati Poso, senin (25/3/19). Dilaksanakan Apel bersama setiap hari Senin, yang dirangkaikan dengan Hari Tuberkukosis dan Pendengaran Sedunia tahun 2019. Diikuti oleh seluruh OPD Lingkup Pemda Kabupaten Poso.

Sambutan Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M.(K) pada Hari Tuberkulosis sedunia dan Hari Pendengaran tahun 2019 yang dibacakan oleh Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M. Si menyampaikan bahwa Tuberkulosis masih merupakan masalah Kesehatan di Dunia. Pada sidang Majelis Umum PBB pada tanggal 26-27 September tahun 2018, seluruh anggota PBB termasuk Indonesia sepakat untuk mencapai eliminasi Tuberkulosis di dunia pada tahun 2030.

Di Indonesia ada sekitar 842.000 kasus baru Tuberkulosis setiap tahun. Dari jumlah ini, baru setengahnya saja yang ditemukan dan di obati. Dampak sosial ekonomi TBC juga angat besar, diperkirakan terjadi 13 kematian per jamnya akibat TBC. Data dari Bappenas tahun 2014 menunjukan 53% dari penderita TBC resistan obat akan mengalami kehilangan pekerjaan. Pemerintah bersama seluruh masyarakat telah melakukan berbagai upaya untuk menemukan dan mengobati semua pasien Tuberkulosis yang ada di Indonesia.

Baca Juga :  Peresmian Puskesmas Tokorondo

Hari Tuberkulosis sedunia (HTBS) diperingati setiap tanggal 24 maret pada tahun ini, mengambil tema global adalah It’s Time dan tema Nasional yang dipilih adalah Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai Dari Saya. Tema Nasional ini, dipilih untuk menggerakkan seluruh lapisan masyarakat dan segenap komponen bangsa untuk bersama-sama membebaskan Indonesia dari penyakit Tuberkulosis. Setiap orang perlu memeriksa secara dini bila menunjukkan gejala Tuberkulosis, agar segera berobat sampai sembuh. Dengan demikian, kelak tidak ada lagi sumber penularan penyakit Tuberkulosis dikalangan masyarakat kita. Salah satu gerakan terobosan yang dikakukan adalah gerakan temukan Tuberkulosis obati sampai sembuh atau TOSS-TB, yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan dimaksudkan agar eliminasi Tuberkulosis dapat tercapai di Indonesia sebelum tahun 2030. Tahun 2019, telah dilaksanakan penemuan terduga penderita TBC dengan target satu juta orang.

Baca Juga :  RSUD Poso Raih Predikat Akreditasi Madya Bintang Tiga

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ada 466 juta penduduk dunia mengalami gangguan pendengaran dan 34 juta diantara adalah anak-anak. Selain itu, diperkirakan ada 1,1 miliar anak muda yang berusia 12-35 tahun dan beresiko mengalami gangguan pendengaran. Resiko ini muncul akibat paparan kebisingan, sedangkan di Indonesia data riskesdas tahun 2013, menunjukkan bahwa pada penduduk Indonesia usia 5 tahun ke atas ada sebesar 2,6% yang mengalami gangguan pendengaran. Artinya ada 2 sampai 3 orang dari 100 orang mengalami gangguan pendengaran. Untuk mengatasi masalah ini, melalui tema Hari Pendengaran tahun 2019 ini “Periksa Kesehatan Telinga Untuk Pendengaran Sehat” Pemerintah bersama masyarakat melakukan berbagai upaya untuk mencegah gangguan pendengaran dan ketulian, melalui perlindungan terhadap kebisingan, deteksi dini dan penanganan infeksi telinga, skrinning atau deteksi dini ketulian pada bayi baru lahir, anak usia sekolah, dan diatas 50 tahun, serta menyediakan dukungan layanan rehabilitasi untuk penggunaan alat bantu dengar yang berkesinambungan. Kami bersyukur dan sangat berterima kasih atas dukungan Bapak Presiden beserta seluruh jajaran Pemerintah di Pusat dan Daerah, TNI, serta dukungan seluruh lapisan masyarakat bagi keberhasilan pembangunan Kesehatan di seluruh Indonesia. Dukungan ini tetap diberlakukan di masa mendatang, agar tujuan pembangunan kesehatan sebagai bagian dari Pembangunan nasional dalam mewujudkan derajat Kesehatan Masyarakat yang setinggi-tingginya dapat segera tercapai.

Baca Juga :  Pemda Poso Terima 16 Dokter Lulusan UNSRAT dan UNTAD

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image