BERBAGI

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Korpri ke-47 tahun 2018 bertempat di Lapangan Maroso Poso, Kamis (29/11/18). Berbagai upaya untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara serta untuk menghadapi perubahan sosial dan ekonomi yang sangat pesat maka Aparatur Sipil Negara harus melakukan banyak penyesuaian untuk mengantisipasi perubahan zaman dan kinerja yang harus selalu ditingkatkan. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu saat membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia selaku Penasihat Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) pada Upacara Bendera yang dipimpin oleh Yordan Yorry Moula, SH, M.Si dengan Perwira Upacara Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Poso Dr. Drs. Jhon Yus Madoli, M. Si mengikutsertakan seluruh peserta upacara yang terdiri dari seluruh ASN Kabupaten Poso. Peringatan HUT ke-47 KORPRI tahun 2018 dijadikan momentum untuk meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara sebagai anggota KORPRI di semua tingkat kepengurusan.

Penyelenggaraan ini dilaksanakan secara sederhana namun khidmat dengan kegiatan utama berupa upacara bendera, ziarah tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kawua, Taman Bahagia dan Taman Makam Raja Talasa di Kelurahan Sayo, serta memberikan bantuan kepada keluarga ASN di Lingkungan Pemda Poso yang tertimpa bencana alam di Palu, Sigi dan Donggala, serta olahraga yang digelar pada Jumat 23 November 2018 yang lalu berupa jalan sehat dan senam bersama seluruh ASN, ini dirangkai dalam empat (4) olah dan tujuh (7) ikon. Empat olah dimaksud meliputi Olah rasio guna mempertajam pola pikir, Olah rasa guna mempertajam pola sikap, Olah raga guna mengakselerasi pola tindak, dan Olah Roh guna menumbuh kembangkan dimensi rohani anggota KORPRI.

Baca Juga :  Forum Diskusi Publik Kementerian KOMINFO RI

Tema Peringatan HUT ke-47 KOPRI tahun 2018 adalah : “KORPRI: MELAYANI, BEKERJA DAN MENYATUKAN BANGSA” dimana perayaan Ulang Tahun kali ini bertepatan dengan akan dilaksanakannya pemilu legislatif dan pemilihan Presiden dan wakil presiden yang dapat berimplikasi terhadap melemahnya persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karenanya Bupati Poso menyampaikan agar seluruh ASN Pemda Poso untuk tidak terjebak dengan ego sectoral, ego organisasi atau ego programnya masing-masing. Melainkan berkolaborasi serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ASN dapat mengaktualisasikan baktinya secara lebih baik kepada masyarakat, bangsa dan negara terlebih khusus daerah Sintuwu Maroso.

Sejak pertama kali berdiri, KORPRI sebagai satu-satunya wadah bagi Pegawai Republik Indonesia selalu berupaya terus menerus dalam meneguhkan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa, menjaga netralitas dan hanya berkomitmen tegak lurus terhadap kepentingan bangsa dan negara. Sejalan dengan berlakunya Undang-undang aparatur sipil negara, KORPRI siap bertransformasi menjadi bagian integral dari pemerintah yang berperan menjaga kode etik dan standar profesi, mewujudkan jiwa korps sebagai pemersatu bangsa, memberikan perlindungan hukum, serta mengembangkan kesejahteraan anggota.

Baca Juga :  LOMBA DESA DAN KELURAHAN TAHUN 2015

Peringatan HUT ke-47 KORPRI saat ini mengambil filosofi bambu yang akarnya menjadi perekat tanah merupakan symbol memperokokoh dan mempersatukan bangsa. Bambu yang subur di Indonesia tumbuh secara berumpun merupakan simbol solidaritas dan kebersamaan. Tujuan pelaksanaan HUT Korpri ini diharapkan mampu mengajak anggota KORPRI di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kinerja terutama di bidang pelayanan public serta meningkatkan semangat profesionalitas seluruh PNS.

Pelaksanaan Upacara diakhiri dengan pemberian anugerah tanda kehormatan satyalencana karya satya XXX, XX dan X tahun, SK pensiun dan tunjangan hari tua, penghargaan bagi puskesmas yang berprestasi karena berhasil memperoleh juara 1 kategori puskesmas perkotaan tingkat provinsi Sulawesi Tengah serta telah memperoleh hasil terakreditasi madya. Pada kesempatan ini juga Bupati Poso melepas program nusantara sehat yang merupakan program kementrian kesehatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Bupati Poso Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Program ini merupakan tindak lanjut dari program kabinet kerja bidang kesehatan yaitu program Indonesia sehat yang terdiri dari Nusantara sehat Tim dan Nusantara Sehat Individu. Dimana proses penempatan Nusantara Sehat Tim dilakukan oleh Kemenkes RI dengan kriteria puskesmas sangat terpencil sedangkan Nusantara Sehat Individu adalah masing-masing Tenaga Kesehatan yang melamar pada puskesmas yang membutuhkan sesuai dengan profesinya.

Olehnya Pemerintah Daerah Kabupaten Poso melalui Dinas Kesehatan mengusulkan pemenuhan tenaga kesehatan dengan memanfaatkan program Nusantara Sehat kepada BPPSDM Kemenkes RI yang didalamnya memuat komitmen Bupati untuk menerima tenaga Nusantara Sehat. Seluruh tenaga Nusantara Sehat ini pengganjiannya dibebankan pada Kementrian Kesehatan RI selama masa kontrak 2 tahun. Sehingga jumlah tenaga Nusantara Sehat yang akan bertugas di Kabupaten Poso sebanyak 39 orang dengan tenaga dokter gigi, apoteker, analis kesehatan, bidan, kesehatan lingkungan, perawat, gizi, dokter umum dan farmasi yang tersebar di Puskesmas Doda, Watutau, Wuasa, Lengkeka, Gintu, Meko Korobono dan Pendolo.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image