BERBAGI

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu didampingi Wakil Bupati Ir. Samsuri,Msi, bersama anggota Forkopimda, memimpin rapat koordinasi bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, UNSIMAR serta sejumlah Kepala OPD terkait. Rapat berlangsung di ruang Pogombo kantor bupati Poso, kamis (04/10/2018).

Rapat yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam itu, membahas tentang rencana serta langkah tanggap darurat pemerintah daerah dalam menangani para pengungsi Poso. Pada kesempatan itu Bupati Darmin menjelaskan, berdasarkan pantauan perkembangam arus pengungsi yang ke Poso pasca gempa yang melanda Palu-Sigi-Donggala, maka perlu mendapat perhatian khusus melalui langkah-langkah penanganan yang lebih tepat, guna mengantisipasi semakin banyaknya pengungsi di Poso.

Disatu sisi menurut Bupati, kita telah melakukan berbagai langkah untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban dan terdampak gempa seperti pengiriman secara langsung sembako, penggalangan dana melalui PNS, spontanitas para OPD membentuk posko persinggahan makan/minum dan perawatan bagi para pengungsi yang melintasi Poso, dan juga telah mendirikan posko tetap di mess pemda Poso di Palu, sebagai pusat informasi dan logistik dengan menempatkan tim medis yang terdiri dari dokter ahli, dokter umum, dan tenaga perawat.

Baca Juga :  HUT Ri ke-71 59 Napi Poso Dapat Remisi Tahanan

Semua itu dimaksudkan untuk melakukan tindakan cepat khususnya bagi para pengungsi yang terkena gempadan tsunami. Bahkan sampai saat ini bantuan dari berbagai pihak terus mengalir, namun demikian kata Bupati kita juga perlu memikirkan langkah antisipasi terhadap para pengungsi yang datang di Poso. Pada kesempatan itu juga, Bupati Darmin meminta masukan kepada para peserta rapat berkaitan dengan penanganan pengungsi dimaksud.

Menurut Ustad Adnan Arsal, pendataan pengungsi perlu dilakukan untuk memudahkan penanganan terutama bagi mereka yang tidak mempunyai keluarga di Poso. Karena itu kata ustad Adnan perlunya dibentuk tim pendataan yang dilakukan oleh RT, RW dan kelurahan sehingga keberadaan pengungsi di Poso jelas dan mudah dikenali. Terima kasih pak bupati, pak wabup, tutur Ustad Adnan Arsal diakhir pernyataannya. Sedangkan Ketua MUI kabupaten Poso H. Arifin Tuamaka,Mpd, meminta kepada para tokoh agama untuk senantiasa memberikan pencerahan kepada semua umat agar memahami bahwa kita semua adalah ciptaan Tuhan dan tidak boleh melupakanNya.

Baca Juga :  Upacara memperingati hari lahir Pancasila di Poso

Begitu pula Ketua FKAUB Y.Runa,S.sos, mengajak agar semua warga Poso dengan lapang dada menerima para pengungsi dengan baik, namun tentu harus dilaporkan kepada pemerintah setempat untuk didata guna memudahkan pemantauan dan pengawasan. Sementara Kapolres dan Kasdim menyatakan siap mendukung apa saja yang menjadi program pemerintah daerah.

Menanggapi maraknya spekulan para pengecer BBM yang menjual jauh diatas harga normal, yang turut mempengaruhi perekonomian masyarakat Poso. Kapolres Bogiek berjanji pihaknya akan melakukan penertiban namun perlu pula dimengerti bahwa ini sifatnya situasional dan ia yakin tidak akan berlangsung lama. Memang sangat ironis, ditengah antusias masyarakat untuk membantu para pengungsi dengan memberikan makan/minum gratis, disatu sisi ada juga yang memanfaatkan kesempatan untuk merauk keuntungan diluar batas normal, kata Bogiek.

Sedangkan Wabup Samsuri menilai penanganan pengungsi memang sangat diperlukan dan wajar, namun Ia mengingatkan agar saat pendataan nanti hendaknya dipilah mana pengungsi yang benar-benar orang Poso dan mana pengungsi yang bukan orang Poso, tetapi ingin tinggal sementara di Poso. Sejumlah peserta rapat yang mengajukan saran, semuanya setuju dan siap membantu program pemerintah daerah menyikapi persolan pengungsi di Poso.

Baca Juga :  Apel Bersama Di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso Dirangkaikan Dengan Launching e-Planing Dan Clinic Cerdas e-Planing

Bahkan para tokoh agama/tokoh masyarakat yang hadir, memuji dan mengapresiasi langkah sigap Bupati-Wabup dalam menyikapi setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat tana Poso. Menyikapi saran/masukan para peserta rapat, Bupati Darmin langsung memerintahkan kepada para Camat khususnya Poso kota bersaudara untuk segera melakukan pendataan pengungsi yang ada di wilayahnya dan melaporkan kepada bupati-wabup agar dapat diberikan layanan dengan baik.

Sedangkan untuk aksi selanjutnya Bupati Darmin langsung membuat pernyataan tanggap darurat sebagai syarat penanganan pengungsi tahap berikutnya. Rupanya Bupati Darmin sebelum memimpin rapat koordinasi itu, diruang kerjanya Ia juga telah menerima kunjungan 2 yayasan besar asal Bali yakni Yayasan Cinta NKRI yang dipimpin Johnson Sihombing dan Yayasan Niluh Djelanti. Kedua yayasan ini melaporkan kepada Bupati perihal aksi mereka untuk membantu para korban terdampak gempa di Palu-Donggala dan sekitarnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image