BERBAGI

Bertempat di Aula Pertemuan Kantor Bappelitbangda Kabupaten Poso, Bupati Poso yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum & Politik Ruddy Ricardo Rompas, SH, M. Si membuka secara resmi Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pembentukan Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Poso, didampingi Kepala BPBD Kabupaten Poso, Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sulteng dan Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sulteng.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Poso yang diikuti oleh beberapa perwakilan OPD terkait, Kades Kilo dan Kades Maranda, Fasilitator dari Desa Kilo dan Maranda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta tokoh wanita.

Acara diawali dengan Laporan Panitia yang disampaikan oleh Solihin Umar, S.Sos dalam kesempatan itu menyampaikan latar belakang diselenggarakannya kegiatan pembentukan desa tangguh bencana ini antara lain, BNPB memfasilitasi pembentukan desa tangguh bencana di 2 desa yaiti Desa Kilo dan Desa Maranda Kecamatan Poso Pesisir Utara. Desa tangguh bencana merupakan salah satu perangkat kesiapsiagaan bncana yang disusun untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di desa sehingga resiko yang mungkin timbul akibat bencana dapat dikurangi. Rapat Koordinasi dan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat desa agar memahami ancaman bencana yang ada di desanya dan bagaimana cara untuk mengatasi ancaman tersebut, serta memberikan pandangan tentang upaya-upaya yang harus dilakukan didesa untuk menghadapi bencana tersebut.

Baca Juga :  Rapat Kerja Bupati Poso Dengan Jajaran Pemerintah Daerah se Kabupaten Poso

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bupati Poso yang disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum & Politik Ruddy Ricardo Rompas, Sh, diawal penyampaiannya mengatakan terima kasih dan apresiasi yang Setinggi-Tingginya Kami Sampaikan Kepada Jajaran Badan Bencana Kabupaten Poso Bahkan  Kepada Seluruh Peserta Rapat Koordinasi dan Sosialisasi  Yang Telah turut berpartisipasi mendukung kegiatan penting dan strategis ini sehingga kedepan bisa terbentuk desa desa yang tangguh terhadap bencana.

Desa Tangguh Bencana (Destana) adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak – dampak bencana yang merugikan. oleh karena itu pembentukan desa tangguh bencana di Kabupaten Poso ini harus segera kita wujudkan mengingat  kondisi geografis wilayah Kabupaten Poso yang masuk dalam kategori rawan bencana alam. Selain itu, Nota Kesepahaman antara BNPB dan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso Bidang Pencegahan Dan Kesiap Siagaan dalam penanggulangan bencana telah ditetapkan pada bulan april lalu sehingga hal ini memberikan sinyal bagi elemen dan stakeholder yang terkait untuk segera mewujudkan pembangunan desa tangguh bencana di Kabupaten Poso.

Baca Juga :  Sosialisasi Pengenalan Produk Bank BTPN Purna Bakti Palu dan Produk PT. Taspen (Persero) Tbk

Dengan hadirnya desa tangguh bencana kedepan, yang paling penting tentunya adalah kita semua lebih sigap dan tanggap menghadapi bencana yang akan datang sehingga dapat meminimalisir korban bahkan menyelamatkan lebih banyak nyawa manusia. disamping itu penanganan pasca bencana juga semakin cepat serta koordinasi yang terbangun antar stakeholder penanggunlangan bencana semakin sinergis dan lebih terarah.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image