BERBAGI

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah diperingati dan dirayakan masyarakat Poso Pesisir Utara di Lapangan Desa Bhakti Agung Tambarana Selasa, (11/09/18) dengan penuh suka cita serta penuh kegembiraan. Dimana dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Poso, serta sejumlah pejabat dari Kementerian Agama Kabupaten Poso, para anggota DPRD Poso dan yang mewakili Forkompimda Poso. Yang menarik pada kegiatan tersebut adalah pihak keamanannya, yang dijaga oleh para pecalang dari Hindu Bali.

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dalam sambutannya mengungkapkan bahwa keberagaman masyarakat Poso yang terdiri atas berbagai suku, budaya dan agama yang berbeda-beda namun tetap satu dalam ikatan Sintuwu Maroso. Sehingga menurutnya perbedaan dan kebhinekaan dalam masyarakat, bahkan bisa menjadi potensi bangsa dan daerah untuk mengakselerasikan pembangunan yang berkesinambungan.

Bupati juga memuji dan mengapresiasi pelaksanaan perayaan 1 muharam 1440 H di Poso Pesisir Utara ini, dikemas dalam keberagaman. Dimana peringatan itu dihadiri oleh beberapa etnis, suku dan agama seperti hindu bali, dan kristen. Ia menilai masyarakat Poso saat ini semakin cerdas melihat dan membaca situasi khususnya isu-isu yang berkembang di media sosial akhir-akhir ini. Masyarakat Poso sudah semakin cerdas melihat mana berita hoax dan yang mana berita ril. Sehingga tidak mudah lagi termakan oleh isu-isu yang menyesatkan. Ungkap Bupati.

Baca Juga :  Pop Singer Antara Fans Dalam Rangka Hut Radio Swara Praja Mukti Pemda Poso

Sebagaimana diketahui, bahwa Bupati Darmin juga pada hari sabtu 8 september 2018 yang lalu juga menghadiri kegiatan Tablig akbar yang dilaksanakan di lapangan Kasintuwu Poso yang dihadiri sejumlah ulama Poso. Lanjut Bupati, kegiatan keagamaan seperti ini merupakan momentum yang amat strategis untuk membangun komunikasi antar sesama, baik dengan pemerintah, tokoh agama maupun dengan masyarakat secara luas.

Sementara dalam tausiah 1 Muharram yang disampaikan Drs. Yusuf Djambolino yang mengulas kepemimpinan harus ditopang empat elemen penting dengan menganalogikan jari tangan. Jari kelingking yang melambangkan masyarakat, jari manis melambangkan perempuan, jari tengah melambangkan ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat, jari telunjuk merupakan pimpinan/bupati dan ibu jari sebagai pihak legislatif. Menurutnya jika kelima jari tersebut kompak dan saling mendukung dan bekerjasama niscaya apa yang dicita-citakan pemerintah Poso untuk masyarakat dan Kabupaten Poso Cerdas dapat terwujud. Ia juga memuji kepemimpinan duet Darmin-Samsuri yang dinilainya berhasil memimpin Poso saat ini dengan melihat sisi keamanan dan kemajuan Poso yang signifikan. Bahkan lebih khusus Ia menyorot tentang semangat duet Darmin-Samsuri menghadiri setiap acara keagamaan tanpa membeda-bedakan. Ini tokoh agama yang berbicara sesuai fakta, tegas uztad yg sesekali humoris itu.

Baca Juga :  Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah

Lebih jauh Uztad Yusuf menguraikan tentang pentingnya membangun kebersamaan untuk hidup saling menghargai dan mengasihi antar sesama umat. Uztad Yusuf menegaskan, baik dalam ajaran agama Islam, Kristen dan Hindu, semua mengajarkan untuk membangun kebersamaan dan saling mengasihi satu dengan yang lain. Karena itu melalui perayaan 1 Muharam 1440 H, kehidupan di Poso akan semakin Damai, aman dan sejahtera sebagaimana cita-cita bersama untuk mewujudkan Poso Cerdas.

Perayaan Tahun Baru Islam tersebut juga diwarnai berbagai hiburan diantaranya persembahan Marawis dari Batalion 714 Sinmar, Nashid dan tari jepeng dari siswa-siswa dan santri sekolah di Poso Pesisir Utara. Perayaan 1 Muharam 1440. H, itu dihadiri sekitar 2.500 orang, berlangsung aman dan penuh krakraban. Pada kegiatan itu juga dilakukan aksi kepedulian terhadap sesama yang ditimpa gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga :  Penutupan Peringatan HUT RI ke 72 di Kecamatan Pamona Puselemba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image