BERBAGI

Setelah mendampingi kontingen Pesparawi Kabupaten Poso di Pontianak, Bupati Poso Darmin Agustinus Sigipu itu tidak langsung kembali ke Poso, melainkan bertolak ke Pulau Dewata Bali. Kehadiran Bupati Darmin di kota tujuan wisata Indonesia itu bukan untuk kepentingan wisata, melainkan untuk memenuhi undangan menteri  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia dalam rangka Penandatanganan Perjanjian Hibah Kerja Sama Khusus Pansimas (HKP).

Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Prime Plaza Sanur Bali yang dibuka oleh Dirjen Ciptakarya kementrian PUPR RI  Dr. Ir. Danis Subadilaga. M. Eng. Sc. Jumat (03/08/18). Kegiatan tersebut diikuti 82 Bupati/Wali kota se-Indonesia yang mempunyai program Pamsimas, termasuk Kabupaten Poso. Hal ini merupakan bukti komitmen kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Baca Juga :  Menghadapi Pandemik Virus Korona atau Covid 19, Pemerintah Pusat melalui Kemensos RI memberikan beberapa bantuan social salah satunya adalah Bantuan Sosial Tunai atau BST.

Menanggapi kegiatan tersebut, Bupati Poso Darmin Agustinus Sigipu menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui program Pamsimas. Ia menilai hal ini sebagai bukti kepedulian besar dgn membangun komitmen kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, kehadiran program Pamsimas akan sangat membantu percepatan peningkatan ekonomi pedesaan. Karena itu Bupati Darmin berjanji akan melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Pamsimas di Kabupaten Poso.

Hal ini dimaksudkan agar program yg berbasis masyarakat ini dapat terlaksana dgn baik dan sukses. Dan yang terpenting kata Bupati, bagaimana agar hasilnya nanti benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat secara maksimal. Lanjut bupati, Perlu diketahui bahwa untuk kabupaten Poso

Baca Juga :  Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Membuka Pendaftaran Untuk Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Tengah

Jumlah desa penerima proyek Pamsimas sampai dengan tahun 2017, berjumlah 117 desa, dengan realisasi penerima manfaat 95.275 jiwa atau 25.991 Kk. Sedangkan untuk tahun 2018 ini ada 15 desa di kabupaten Poso sebagai penerima manfaat dengan nilai Rp. 3.050.000.000. Karena itu Bupati Poso berharap agar program Pamsimas itu tetap terjaga, terpelihara dan berkelanjutan sehingga kedepan ketersediaan air bersih di kabupaten Poso dpt terpenuhi secara keseluruhan.

Sedangkan untuk kelancaran program Pamsimas di Poso yang akan datang akan dilakukan melalui sharing program APBN, APBD dan APBDes dalam pembiayaan program dimaksud jelas Bupati. Dana APBD akan membiayai bantuan langsung masyarakat, sebesar 70 persen dari kebutuhan pendanaan desa sasaran. Sedangkan APBDes sebesar 10 persen untuk fisik maupun non fisik, sedangkan kontribusi masyarakat sebesar 20 % yg diberikan dalam bentuk uang tunai dan material/tenaga.

Baca Juga :  Lomba Drumband Sambut HUT Kemerdekaan

Kontribusi masyarakat sebesar 20 % itu dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa memiliki dari masyarakat kepada proyek Pamsimas. Hal ini perlu dijelaskan untuk menepis anggapan/informasi yang berkembang dimasyarakat bahwa ada pungutan tidak sah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image