BERBAGI

Kamis, (26/07/18) KH. MUHAMMAD CHOLIL NAFIZ, Lc,Ma,P. Hd berkesempatan mengisi acara Tabligh Akbar di lapangan Sintuwu Maroso yang dihadiri oleh masyarakat poso, lintas agama, lintas etnis dan lintas golongan. Serta hadir pada acara Tabligh ini, Wakil Ketua Umum Al-Khairaat Habib Sholeh bin Muhammad al Jufri, Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, ketua DPRD Kabupaten Poso Ny. Ellen Ester Pelealu, Kapolres Poso Bogiek Sugiyarto, ParaTokoh Adat,Tokoh Agama, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam ceramahnya KH. MUHAMMAD CHOLIL NAFIZ, Lc,Ma,P. Hd mengatakan bahwa,Poso benar-benar aman, damai dan bersatu. Tak seperti bayangan kita sebelumnya bahwa Poso daerah konflik,nyatanya skrg benar2 aman dan damai. Pemerintah, ulama, Polisi, TNI dan masyarakat bersatu padu melawan bentuk perpecahan. Bahwa bersatu itu nikmat ungkapnya. Tak mungkin dapat menikmati hidup tanpa persatuan. Dan persatuan dapat terciptakan dan diraih manakala hatinya lembut dan saling menyayangi. Rakyat Poso sedang mendapatkan nikmat persatuan setelah sebelumnya pernah mengalami konflik. Maka peliharalah persatuan dan perdamaian itu. Indonesia adalah Islami dengan referensi ajaran Islam yg otentitik dan mutawatir. Yaitu berdasarkan Shahifah Madinah (Piagama Madinah) sebagai konstitusi Islam pertama dalam Islam. Yang langsung diterapkan oleh Nabi SAW sebagai haditsnya. Bahwa dalam Shahifah itu tak menyebut model negara tapi berdasarkan kesepakatan (Mitsaq) antar penduduk negara Madinah, baik yang muslim maupun yang non muslim. Yang terpenting dalam bernegara adalah mencapai tujuan bersama, yaitu mengangkat pemimpin yg adil yang dapat memelihara harmonisaisi agama sehingga bebas menjalankan ajaran agama dan tak menodai agama lain. Juga pemimpin yang diangkat harus dapat menjaga stabilitas sosial. Maka momentum Pilpres nanti adalah mencari pemimpin yang dianggap bisa berbuat adil dan memberi kesejahteraan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Pembukaan Kejuaraan Daerah Karate Junior

Ditengah ribuan masyarakat poso, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyampaikan, bahwa Dalam pasal pertama di piagam Madinah adalah Persatuan bagi seluruh penduduk Madinah (innahum ummatun wahidatun min dunin naas). Karena semua pembangunan, baik rohani atau jasmani dan mental atau spiritual landasannya adalah persatuan. Sila dalam Pancasila pun menyepakati pentingnya Persatuan Indonesia. Undang-undang boleh berubah tapi Negara Kesatuan Republik indonesia tak boleh goyah apalagi diganti karena NKRI bagi kami adalah sesuatu yang final dan harga mati ungkapnya.

Menutup ceramahnya beliau menyampaikan pesan sebagaimana tausyiyah pertama Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah yaitu, Jaga dan sebarkanlah salam dan kedamaian, Rekatkanlah ikatan silaturrahim, Selalu berbagi kepada yang lain sesuai dengan apa dan yang mampu diberikan, dan selalu ingat kepada Allah SWT. Ditengah malam saat orang2 sedang tidur, kita selalu mengingat kepada Tuhan, disaat yg lain sedang melalaikannya.

Baca Juga :  LOMBA OLAH RAGA DAN SENI SEMARAKAN HUT LORE TENGAH

Menutup akhir acara, dilakukan sesi foto bersama seluruh tokoh lintas agama, lintas etnis dan lintas golongan, yang menandakan bahwa poso siap menjaga persatuan dan perdamaian demi keutuhan NKRI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image