BERBAGI

Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Poso bersama Pangdam 13 Merdeka, Kapolda Sulteng, Danlanal, Kajati, Forkopimda, Sekda serta beberapa pimpinan OPD lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Poso sambut kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia di Bandar Udara Kasiguncu. Penyambutan dilakukan secara adat Pekasiwia dengan tarian motaro atau yang lebih dikenal dengan tarian penjemputan dan penyambutan bagi tamu agung yang datang berkunjung. Setelahnya rombongan RI 2 langsung bertolak menuju ke Banua Mpogombo Tentena menghadiri kegiatan Konven Pendeta GKST.

Turut hadir dalam kegiatan Konven Pendeta GKST yang dilaksanakan di Tentena, FKPD Propinsi, FKPD Kabupaten Poso, Anggota DPR RI Dr. Supratman, anggota DPRD Kabupaten Poso, Ketua Majelis Sinode bersama unsur pimpinan serta anggota PGI Se Sulawesi Tengah.

Laporan Ketua Sinode GKST, Pdt. Jetroson Rense, M.Th. Merupakan suatu sejarah baru bagi GKST, bahwa Wakil Presiden RI untuk ke sekian kalinya berkenan kembali berkunjung ke kota kecil Tentena, hal ini membuktikan bahwa pemerintah pusat sangat menaruh cinta dan perhatian bagi Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Poso. Konven Pendeta tahun 2018 merupakan sebuah pertemuan akbar, sebagai kesempatan untuk menemukan kembali jati diri sebagai pelayan Tuhan. Dikesempatan yang indah ini, kami mohon agar bapak Wapres dapat memberikan pencerahan bagi kami. Hari ini sejarah baru akan di torehkan, saat Wapres melaksanakan peletakkan batu pertama pembangunan rumah sakit Sinar Kasih Tentena. Kami menyadari bahwa Wapres sangat cinta daerah ini dan akan menaruh perhatian bagi peningkatan tarah Kesehatan dan pendidikan masyarakat. 

Daalam sambutan Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, mengatakan suatu kebanggaan bahwa Wapres sampai saat ini tetap menaruh perhatian bagi Sulawesi Tengah teristimewa bagi Kabupaten Poso. Sebagaimana kita lihat bahwa Kabupaten Poso saat ini telah hidup dalam ketentraman dan keamanan yang bisa terjadi karena masyarakatnya yang beragam hidup dalam semangat kebersamaan. Kegiatan yang dilaksanakam saat ini, sangat tepat karena selain bertujuan untuk mengayomi umat, juga sebagai cara untuk membekali para pendeta dalam melaksanakan tugas panggilan gereja. Disamping itu, yang terpenting adalah untuk saling membagi informasi serta pengalaman yang dapat digunakan untuk perkembangan iman jemaat.

Sementara Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs. H. Moh. Jusuf Kalla dalam sambutannya, betapa suatu kesyukuran melihat kondisi tanah Poso pada saat ini. Beberapa teman yang adalah tokoh masyarakat Poso, dulu pernah memberikan tantangan dengan pertanyaan: “apakah bisa mendamaikan Poso?” Pertanyaan saat itu telah terjawab, karena pada saat ini kondisi masyarakat telah hidup dalam kerukunan. Sepanjang jalan mulai dari Kota Poso, saya melihat bangunan gereja yang berderet setiap 1 Km. Demikian pula dengan Mesjid yang berdiri. Membuktikan bahwa kehidupan beragam ditempat ini dikelola dengan sangat baik dan kerukunan antar umat beragama, ditunjukkan dengan kehidupan harmonis.

Pendidikan merupakan hal mutlak yang harus dimiliki oleh setiap warga untuk dapat berpartisipasi memajukan daerah dan bangsa. Karena tantangan ke depan akan lebih beragam dan kompleks, sehingga membutuhkan ilmu pengetahuan untuk bisa bersaing dan bertahan. Setiap agama wajib menjalankan perintah agamanya dan setelah selesai, harus melihat kehidupan di sekitarnya. Dengan begitu maka kita akan terus hidup dalam persatuan. Hubungan antara, agama, pendidikan, teknologi dan lapangan kerja adalah sinkron dan harus berjalan baik. Kedepan hal itu yang harus diutamakan sehingga perlu peran pendeta untuk juga ikut menggelorakan hal ini.

Salah satu yang dapat menimbulkam masalah dalam kehidupan keberagaman kita adalah keadilan. Keadilan dalam pemenuhan kebutuhan, baik pendidikan, ekonomi, kesehatan dan hal lainnya. Pemimpin daerah harus jeli melihat situasi ini. Saya yakin bapak dan ibu Pendeta yang berkumpul dalam kegiatan Konven kali ini saat, memikul tanggungjawab untuk berperan serta dalam kehidupan bernegara. Modal bangsa kita adalah keberagaman. Jika seseorang hanya berpikir tentang dirinya sendiri tanpa mau berpikir tentang orang lain, apalagi kebutuhan orang lain maka tidak akan normal hidupnya. Saling menerima kekurangan dan perbedaan untuk dijadikan kekuatan bersama itu yang harus kita tanamkan dalam pribadi masing-masing.

Wakil Presiden RI menambahkan bahwa apa yang sudah dicapai oleh Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Poso harus dipertahankan dan terus ditingkatkan. Selamat dan sukses untuk pelaksanaan kegiatan ini dan terus memperkokoh persatuan, membicarakan tentang masa depan dan bagaimana langkah-langkah untuk bersama memajukan daerah ini.

Selanjutnya rombongan menuju Kelurahan Pamona untuk peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Sinar Kasih GKST Tentena oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kegiatan diawali dengan Laporan ketua Yapkesmas (Yayasan pelayanan kesehatan masyarakat) GKST oleh Pdt. Rudolf Methusala, M.Div., M.Teol. Menyampaikan bahwa biaya pembangunan Rumah Sakit dalam perhitungan sementara berkisar Rp. 46.242.353.000,- dengan perincian: untuk sarana dan prasarana bangunan sebesar Rp. 23.224.353.000,- Alat Kesehatan sebesar Rp. 17.862.000.000,- dan fasilitas penunjang rumah sakit sebesar Rp. 5.338.000,-. Target pencapaian dana, bersumber dari usaha penggalangn dana dengan mengikutsertakan partisipasi seluruh warga jemaat GKST dengan gerakan persembahan Rp. 2000 setiap anggota sidi, bantuan pihak swasta, donatur serta bantuan dari Pemerintah Republik Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan agar kedepan pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal dengan berdirinya rumah sakit ini. Wapres juga akan turut memberikan sumbangan dana melalui pihak PT. Poso Energi, serta mengharapkan agar pembangunan rumah sakit ini bisa rampung dalam waktu satu tahun. Agar pelayanan kesehatan masyarakat lebih cepat terpenuhi.
Acara ditutup dengan doa bersama yang disampaikan oleh Sekretaris Umum Sinode, Pdt. Yulianus Tolewo, S.Th, MA.

Kemudian rombongan bergerak menuju masjid Jami Baitullah Tentena, Wakil Presiden RI melaksanakan sholat Dzuhur. Setelahnya, bergerak menuju PLTA Poso Energy 1 untuk melaksanakan peninjauan serta beristirahat sejenak. Usai melakukan peninjauan, rombongan Wapres langsung Kota Poso untuk melaksanakan Peresmian Grand Opening Poso City Mall dan Ancyra Hotel dengan melakukan penandatanganan prasasti serta melakukan peninjauan Mall. 

RI 2 bersama rombongan selanjutnya menuju Desa Tokorondo yang terletak di Kecamatan Poso Pesisir untuk melaksanakan kegiatan Peresmian Auditorium dan Penutupan peringatan 10 Thn Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 13 dan Kampus Putri 6 Ittihadul Ummah Poso dan disambut oleh pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor beserta jajarannya. 

Sambutan pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan terima kasih kepada Wapres yang banyak membantu Pondok Modern Darussalam Gontor termasuk dalam pembangunan Gedung Auditorium yang diharapkan sangat berguna bagi perkembangan pendidikan demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Penyerahan Plakat kepada Wakil Presiden dan penandatanganan Surat Penyerahan Tanah Hibah dari Yayasan Ittihadul Ummah kepada Yayasan Perluasan dan Pemeliharaan Wakaf Pondok Modern.

Wapres Jusuf Kalla berharap bahwa Pondok Modern Gontor didirikan berdasarkan niat untuk dapat menghasil generasi yang berintekektual tinggi serta punya kepekaan terhadap sekitar dengan selalu mengedepankan Ketakwaan serta kejujuran. Menonjolkan sikap kesetiakawanan dan tanggungjawab terhadap tugasnya sebagai peserta didik. Ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk meraih segala cita-cita dan harapan, olehnya teruslah mengembangkan diri dengan pengetahuan yang selalu baru.

 

Baca Juga :  Pengumuman Penetapan Anggota KPU Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Tengah Periode 2018-2023

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image