BERBAGI

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si bersama Tim Sergap Markas Besar TNI AD Kolonel Inf. Sudrajat dan Kolonel Inf. Tri, Kasrem 714/SM, Kepala Kantor Bulog didampingi Oleh Kadis Pertanian, Camat Lore Selatan bersama unsur Tripika. Danramil dan Kapolsek, Camat Lore Barat dan Kepala Desa menghadiri acara Panen Raya Padi Organik di Desa Badangkaia Kecamatan Lore Selatan, yang dihadiri juga oleh masyarakat Badangkaia dan para pewarta baik cetak maupun elektronik, Kamis (19/07/18).

Prosesi adat Petinuwu’i sebagai upacara penerimaan bagi tamu yang baru pertama kali berkunjung. Semua tamu harus memegang bakul dan ayam yang dibawa oleh tetua adat yang sudah dipersiapkan serta dibacakan kalimat dalam bahasa Bada. Acara selamatan karena tamu yang berkunjung telah tiba dengan selamat sampai ditempat ini. Selanjutnya, doa pembukaan yang disampaikan oleh Pdt. Olan makadjadi, S.Th, yang dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari masyarakat Desa Badangkaia. E. Mengkiso yang menyatakan bahwa program ini merupakan nilai tambah bagi kami sebagai masyarakat tani. Wilayah kami, cukup terisolir dan tertinggal dibanding desa lainnya. Namun saat ini sangat berbangga atas kesempatan yang diberikan kepada desa kami. Melalui kegiatan ini, masyarakat sangat merasakan kepedulian pemerintah pusat. Seluruh masyarakat sangat berterima kasih atas program yang melibatkan Desa Badangkaia. Sejumlah 90% warga masyarakat desa adalah petani, dengan adanya kegiatan ini akan memberikan dorongan bagi kami untuk terus berupaya meningkatkan kualitas hidup, melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat pertanian. Semoga Tuhan akan memberkati dalam setiap tugas dan kerja kita.

Ketua Tim Sergap Mabesad Kol. Inf. Sudrajat Purbiantoro, dalam sambutannya mengatakan, kita adalah bagian dari ciptaan Tuhan yang pada saat ini, berkumpul ditempat ini bukan karena suatu kebetulan. Namun merupakan suatu anugerah yang diberikan pada kita, sehingga pertemuan ini bisa terjadi. Suatu saat, desa ini akan maju dan berkembang lebih dari desa lainnya dengan terus mengedepankan kerja keras.  Ketua Tim Sergap menambahkan, menanam jenis padi organik di desa Badangkaia, merupakan hal yang dasyat karena disini memiliki lahan yang luas untuk digunakan sebagai tempat tanam. Tanaman organik sangat rentan terhadap hama penyakit tanaman, sehingga ditempat lain hanya ditanam pada spot-spot kecil dan terbatas serta dengan pengawasan extra. Namun di desa ini, jenis padi organik dapat tumbuh dan berkembang serta mampu menghasilkan panen yang baik. Tujuan penempatan Babinsa ditempat ini, salah satunya adalah untuk memajukan petani. Dengan hati yang bersih dalam melaksanakan program ini, maka yakinlah bahwa apa yang sudah kita kerjakan akan memberikan hasil yang memuaskan.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan dan Lomba Cipta Menu Kabupaten Poso

Melalui sambutannya, Wakil Bupati Poso menyampaikan pembangunan dibidang pertanian tanaman pangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka mewujudkan stabilitas nasional sehingga harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Terhadap hal tersebut, kita akan selalu dihadapkan pada berbagai permasalahan. Untuk mensikapinya, maka dibutuhkan kesamaan persepsi, keterpaduan teknologi dan sinkronisasi teknis program dalam rangka pembangunan pertanian menuju kearah yang lebih baik. Menurut Wakil Bupati, Kabupaten Poso memiliki luas lahan yang sangat potensial untuk dijadikan areal pertanian dengan ketersediaan lahan mencapai 20.000 Ha yang sementara ditanami. Kabupaten Poso memiliki 19 Kecamatan yang 6 diantaranya terletak di atas ketinggian tempat dari permukaan laut. Sedang diupayakan pembangunan untuk jalan lingkar dari Poso – Tentena – Bada – Napu dan kembali lagi Poso sebagai jalan lintas pariwisata yang akan memudahkan masyarakat untuk beraktifitas lintas wilayah tersebut. Luas lahan padi organik yang dipanen saat ini mencapai 20 Ha, sementara produksi padi berkisar 5,9 ton per Ha dari taksasi awal sekitar 4 ton. Tentunya potensi ini harus terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan pangan dimasa depan. Stabilitas nasional, selalu berkaitan dengan ketersediaan pangan yang cukup memadai bagi kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pemerintahan akan selalu berupaya secara maksimal untuk menjamin ketersediaan pangan melalui peningkatan hasil pertanian khususnya tanaman padi. Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling hakiki, oleh karena itu kebutuhan pangan pada suatu daerah mutlak harus dipenuhi. Dalam penyusunan program kerja pemerintah, ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama. Hal tersebut perlu untuk dilaksanakan mengingat jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah. Sementara ketersediaan pangan semakin berkurang akibat dari alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukimam. Untuk menyamakan persepsi, keterpaduan teknologi dan sinkronisasi dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan harus dilaksanakan. Perlu diketahui, bahwa sektor pertanian Kabupaten Poso memegang peranan penting dalam hal peningkatan produksi pangan yang didukung oleh luas area lahan yang potensial untuk pengembangan Pertanian, sehingga sektor pertanian memiliki peranan sangat strategis dalam struktur perekonomian. Melihat potensi sumber daya alam di Kabupaten Poso yang sangat beragam dan melimpah, perlu inovasi teknologi sebagai salah satu kunci dalam menggerakkan pembangunan pertanian di daerah. Peran BPTP Sulteng melalui UPT Badan Litbang pertanian diharap mampu mengkolaborasikan kinerjanya bersama SKPD lingkup pertaniam serta stakholder sehingga mampu memecahkan permasalahan produktivitas dan efisiensi di sektor pertanian.

Baca Juga :  Poso Mendapat Penghargaan Atas Pencapaian Target Luas Tanam Padi Dan Jagung Musim Tanam 2017 Tinggkat Provinsi Sulawesi Tengah

Penguatan sistem inovasi daerah merupakan rangkaian inovasi pangan untuk daya saing bangsa. Konsentrasi di bidang pangan ditunjukkan untuk meningkatkan penyediaan pangan daerah. Wakil Bupati Poso berharap agar kegiatan panen raya yang saat ini dilaksanakan dapat menjadi ajang penyebaran inovasi teknologi pertanian oleh Badan Litbang pertanian sehingga teknologinya dapat berkembang lebih luas dimasyarakat khususnya para petani kita yang ada di pedesaan. Kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan cadangan pangan Nasional dengan tidak mengganggu stabilitas harga beras dalam negeri. Olehnya kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa hasil panen padi pada tahun ini cukup menggembirakan, tentunya tidak lepas dari dukungan Pemda melalui kementrian dan TNI yang selalu manunggal dengan rakyat melalui keterlibatannya dalam program pembangunan bidang pertanian.

Baca Juga :  Pemda Poso dan TNI Bentuk Brigade Tanam

Budaya kerja yang baik, seharusnya kita tiru untuk menjadi bekal kita dalam setiap upaya yang dikerjakan. Sehingga, kesejahteraan masyarakat akan meningkat ditunjang dengan pengelolaan pertanian secara maksimal. Bulog dihadirkan untuk meyakinkan kepada masyarakat, jika terjadi over produksi beras masyarakat, maka Bulog akan bersedia dan mampu untuk menampungnya. Sungai lairiang, memiliki potensi untuk dijadikan PLTA yang lebih besar kapasitasnya dibandingkan dengan Poso Energy, namun harus merubah tata ruang untuk bisa dikelola dengan baik.

Mengakhiri rangkaian acara, dilaksanakan tatap muka dan tanya jawab antara masyarakat bersama dengan Wakil Bupati Poso dan Ketua Tim Sergab Mabesad untuk mendengarkan arahan dan petunjuk serta kerinduan masyarakat untuk menceritakan pengalaman yang akan menjadi tantangan bagi masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image