BERBAGI

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si didampingi anggota DPRD Kabupaten Poso, perwakilan dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso, Ketua dan Wakil Ketua PHDI Propinsi Sulawesi Tengah, Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Poso, Camat berserta unsur Tripika Kecamatan Lore Timur, Ketua PHDI Kabupaten Poso, Kepala Desa Tamadue dan kepala desa lain yang ada di Kecamatan Lore Timur menghadiri kegiatan Lokasabha,bersama PHDI ke-X dan DPK Peradah Kabupaten Poso. Turut hadir pula Ketua Hondo (tokoh adat lore), tokoh-tokoh agama dan masyarakat Desa Tamadue. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus PHDI se Kabupaten Poso dan dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Dengan tema “Eksistensi Umat Hindu Kabupaten Poso Menuju Poso Cerdas”. Jum’at, (06/07/18).

Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai pembuka acara, dilanjutkan dengan persembahan Tarian Panyembrangun yang dibawakan oleh anak-anak Desa Tamadue. Tarian ini menggambarkan penyambutan bagi tamu agung yang datang berkunjung. Dilanjutkan dengan penampilan tari belibis yang menggambarkan kondisi yang dialami manusia saat ini yang seharusnya dapat mencontoh pada burung belibis. saat mencari makanan burung belibis bisa membedakan mana yang baik bisa dimakan dan mana yang tidak bisa dimakan karena buruk. Di darat maupun di air burung ini bisa beradaptasi. Kehidupan burung belibis, secara bersama-sama/ bergerombol dan masing-masing menjalankan aktifitas dengan tidak saling mengganggu. Hidup rukun yang juga seharusnya patut untuk kita contoh.

Ketua panitia Lokasabha bersama I Made Maja Yusna menyampaikan laporannya bahwa, kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu model Musda. Peserta berasal dari 27 Desa di Kabupaten Poso, dan diikuti oleh 175 peserta, yang berasal dari PHDI tingkat desa, para pendeta, parada (Pemuda) dan direncanakan berlangsung selama 3 hari yang sudah di mulai pada tanggah 5 sampai 7 Juli 2018. Sumber dana berasal dari sumbangan Bupati Poso serta iuran dari seluruh umat Hindu di Kabupaten Poso. Sementara peran umat lainnya juga diberikan untuk kesuksesan kegiatan ini, dari Kristiani menyiapkan dekorasi dan Muslim yang menyiapkan makanan. Dari pelaksanaan kegiatan ini, harmonisasi kebersamaan dalam keberagaman sangat terasa kental dan tidak terdapat kesejangan. Karena kesemuanya menyatu dalam kebhinekaan.

Baca Juga :  Bupati Pimpin Upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73

Sambutan Camat Lore Timur Jerry Gembu, menyampaikan bahwa pemerintah Kecamatan sangat menerima dan mendukung terlaksananya kegiatan ini yang pertama kalinya dilaksanakan di Desa Tamadue. Melalui kesempatan ini juga saya ingin mempertegas bahwa saat ini Kecamatan Lore Timur berada dalam situasi yang kondusif. Tidak sebagaimana kondisi yang diceritakan di luar sana. Kecamatan Lore Timur merupakan penghasil sayur terbesar yang didistribusikan sampai kepada beberapa daerah yang ada di Sulawesi Tengah maupun Propinsi lainnya. Kecamatan Lore Timur hanya mampu mendistribusikan sayuran ke Morowali sejumlah 20 truk per hari, sementara kebutuhan perharinya mencapai 80 truk karena disana terdaoat perusahaan yang pekerjanya butuh asupan gizi lewat sayuran. Olehnya masyarakat harus lebih giat lagi dalam mengelola pertanian agar dapat memenuhi permintaan sayur mayur bagi daerah lain yang tentu saja hal ini akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Sambutan Ketua PHDI Kabupaten Poso, menyampaikan bahwa kampung Bali di Desa Tamadue pertama kali dibuka pada tahun 1990 sehingga sampai saat ini, sudah ada sekitar 28 tahun. Tentunya dari aktifitas yang dilaksanakan telah banyak ikut memberikan kontribusi, baik bagi kemajuan desa maupun Kecamatan dan Kabupaten. Kerja bersama harus terus kita laksanakan sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat diraih. Ketua PHDI Propinsi Sulawesi Tengah Nengah Wanra menyampaikan suatu kebanggan melihat bahwa kondisi masyarakat Desa Tamadue yang beragam, namun tetap menjaga kerukunan. Bekerjasama dalam segala aspek untuk kemajuan desa, dukungan Pemda Poso yang telah diberikan bagi PHDI sangat memompa samangat umat untuk terus berkarya. Dalam kehidupan berorganisasi ada batas waktu kepengurusan dan program kerja yang harus dilaksanakan. Tentunya hal ini yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan saat ini, dengan maksud agar ke depan pengurus yang baru dapat bekerja dengan lebih giat lagi dalam melaksanakan rencana-rencana bagi umat. Harus solid dan hidup harmonis dengan umat yang lain. Meningkatkan kualitas SDM dan dimanfaatkan dengan maksimal. Saling mendukung bagi siapa saja yang memiliki peluang.

Baca Juga :  Sosialisasi Kearsipan

Sambutan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu, dengan berlangsungnya kegiatan ini akan menghasilkan pemimpin yang peka terhadap masyarakatnya dan cerdas. Kementrian agama berharap agar ada sinergi untuk membina umat dalam upaya menciptakan kerukunan, baik internal umat, umat lainnya dan Pemerintah Daerah. Pengurus Parisade yang ada untuk dapat mendata dengan baik agar dapat diketahui jumlah Umat yang sebenarnya, berapa jumlah Pura serta berapa jumlah guru agama Hindu yang ada. Harus bersinergi dengan tokoh-tokoh adat setempat agar terjalin komunikasi yang baik untuk suatu gelaran bersama.

Wakil Bupati Poso lewat sambutannya menyampaikan, kehidupan masyarakat Poso adalah plural karena terdiri dari berbagai macam suku, agama, bahasa budaya dan kesukaan. Untuk merealisasikam visi misi, tentu butuh dukungan seluruh masyarakat. Hal utama yang mesti dilakukan adalah menjaga situasi keamanan dengan kondusif. Karena hanya dengan kondisi yang aman, kita dapat membuat sebuah kemajuan. Pola pikir akan terbentuk yang kemudian akan menciptakan inovasi bagi pembangunan.

Baca Juga :  Rakor Pemerintah Daerah Kabupaten Poso Dengan Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah

Kegiatan ini diharapkan akan mendapatkan pemimpin yang berkualitas, olehnya harus dipilih berdasarkan kriteria yang disepakati dan dengan cara yang demokratis. Dengan demikian organiasasi yang hendak kita bangun, akan berjalan sesuai koridor. Pemerintah daerah dengan keterbatasan terus melakukan pembinaan agama secara konsisten walaupun dengan dana yang terbatas. Pemda Poso berupaya untuk memfasilitasi 3 Agama besar yang ada di Kabupaten Poso, (Muslim melakui kegiatan STQ,MTQ. Nasrani melalui kegiatan Pesparawi serta bagi kaum Hindu kegiatan-kegiatan semacam ini) serta untuk kegiatan lain yang terlebih harus di komunikasikan terlebih dahulu. Sikap yang harus dimiliki adalah Dewasa. Dewasa baik dalam berpikir, bertindak dan berucap. Dewasa untuk mampu mencerna seriap hal yang terjadi untuk mengambil kesimpulan benar. Informasi yang di dengar jangan langsung ditelan, harus di masak sampai dia layak untuk dikonsumsi atau dibagikan kepada orang lain.

Melalui Budaya, kita mampu untuk terus memperkokoh persatuan dan kebersamaan. Daerah kita memiliki potensi budaya yang beraneka ragam dan membutuhkan kerja bersama untuk mengolah dan menjadikan budaya kita dapat dinikmati oleh seluruh dunia. Mencintai Budaya, dapat meningkatkan rasa tenggang rasa, karena untuk menciptakan suatu keindahan, perlu pendalaman yang lebih. Diakhir sambutannya, Wakil Bupati Poso membuka kegiatan Lokasabha bersama PHBI ke X dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali.

Mengakhiri kegiatan, ditampilkan tarian Sekar jagat. Tarian dengan menggunakan media bunga dan ditaburkan. Sekar adalah bunga, dan jagat merupakan dunia. Intisari dari tari ini adalah, betapa hidup ini akan indah jika dipenuhi dengan bunga, harus semerbak serta akan memanjakan setiap mata yang melihat. Ditutup dengan foto bersama.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image