BERBAGI

Rapat Persiapan Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 Tahun 2018 di Desa Doda Kecamatan Lore Tengah digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati Poso, Kamis (05/07/18) dipimpin langsung oleh Wabup Ir. Samsuri, M. Si didampingi Dandim 1307 Poso Letkol Inf. Dody Triyo Hadi, S.Sos.

Program TMMD secara umum dalam UU TNI diartikan membantu tugas pemerintahan daerah, yakni sebagai bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat untuk ikut membangun bangsa dan negara bersama komponen bangsa lainnya (dalam hal ini TNI bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama seluruh jajarannya) secara sinergi dan berkesinambungan. Program ini berupa akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

Untuk Tahun 2018 ini direncanakan sejumlah program, baik berupa fisik seperti program pekerjaan timbunan pilihan / sirtu yang di antaranya berlokasi di arah patung Tadulako, jalan Doda – Lelio dan desa Tuwo Jaya, program sarana lingkungan (MCK) dan kegiatan non fisik seperti Kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS), penyuluhan kontrasepsi modern  bagi pasangan usia subur, penyuluhan perikanan, pelayanan perpustakaan keliling dan kegiatan non fisik lainnya

Baca Juga :  Penandatanganan Kerja Sama Pemenuhan Kewajiban Perpajakan

Wabup Samsuri menegaskan bahwa Kegiatan yang dilakukan oleh TNI ini yaitu TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), merupakan kegiatan yang perlu mendapat dukungan oleh semua pihak termasuk oleh Pemerintah Daerah.  Karena untuk membangun daerah ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu lembaga atau organisasi tertentu, tetapi perlu dilakukan bersama-sama. Pemerintah Daerah dan Aparat terus bersinergi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bumi Sintuwu Maroso.

Hal yang senada juga pernah disampaikan oleh Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dimana pemilihan pelaksanaan TMMD kali ini bukanlah sekedar janji politik Pemerintahan Darmin-Samsuri, melainkan lebih dari perhatian khusus Pemerintah Daerah terhadap masyarakat di wilayah Lore bersaudara untuk mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sama dengan wilayah lain di Kabupaten Poso saat meresmikan Gereja di Bariri Kecamatan Lore Tengah pada bulan Mei kemaren.

Pelaksanaan TMMD ini direncanakan akan dimulai pada hari kamis, 12 Juli 2018 dengan kegiatan pertama yaitu penyajian materi tentang 4 pilar kebangsaan dan materi narkoba dan akan berakhir pada Kamis 2 Agustus yang akan diisi dengan kegiatan deteksi dini faktor resiko PTM, pemicuan di wilayah Schistosomiasis (STBM) dan stimulant pembuatan jamban di daerah Schistosomiasis.

Baca Juga :  Hari Bhakti PU Yang Ke-72 Tahun 2017

Selesai memimpin rapat tersebut, Wabup Samsuri kembali memimpin Sosialisasi Penataan / Perbaikan Tugu Silaturrahmi Selamat Datang di Kelurahan Mapane Kecamatan Poso Pesisir. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Poso Suharto Kandar, Anggota DPRD Syarifudin Odjobolo, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Poso, Camat Poso Pesisir, Kepala-Kepala Desa / Lurah se-Kecamatan Poso Pesisir dan tokoh-tokoh agama serta masyarakat.

Terkait dengan perbaikan tugu tersebut dalam pemaparannya Dandim 1307 Poso menjelaskan dasar pelaksanaannya disesuaikan dengan visi misi Pemda Kabupaten Poso mewujudkan Kota Poso yang cerdas (Ceria, Elok, Damai, Adil & Sejahtera) meraih Adipura. Hal ini akan dilaksanakan oleh pihak TNI sehubungan dengan kegiatan Operasi Teritorial yang dilakukan di Kecamatan Poso Pesisir dengan maksud sosialisasi penataan / perbaikan tugu tersebut agar dapat memberikan penjelasan dan gambaran sehinggan proses pembenahan berjalan dengan lancar dan tertib.

Perubahan simbol pada tugu yang ditawarkan yaitu simbol jabatan tangan pada puncak tugu silaturrahmi yang memiliki arti bahwa pada tahun 1892 di Kampung Takule yang sekarang Kelurahan Mapane pernah terjadi pertemuan tokoh umat yaitu H. Andi Baso Ali (Muslim) dan Dr. AC. Kruyt (Nasrani) sebagai bentuk bukti toleransi beragama telah ada di Kabupaten Poso sejak dulu. Simbol jabatan tangan ini juga mengandung arti bahwa masyarakat Poso menerima kehadiran siapa saja yang datang ke Kabupaten Poso dengan penuh keramahan dan hati terbuka tanpa melihat asal, suku, agama, ras maupun golongan. Dan hal ini sesuai dengan penempatan tugu yang berada di akses jalan bandara – dari Palu maupun dari Kota Poso.

Baca Juga :  ATM Sampah Hadir Di Poso

Wabup Samsuri menegaskan bahwa Pemerintahan Darmin-Samsuri saat ini tengah berupaya untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Tana Poso dengan melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan permintaan masyarakat yang tentunya juga akan disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam artian akan memenuhi semua permintaan masyarakat tanpa mengabaikan kaidah-kaidah atau peraturan-peraturan yang berlaku demi kehidupan bersama di Tana Poso.

Pertemuan kali ini ditutup dengan pengusulan agenda yang nantinya akan dijadwalkan dimana Pemerintah Daerah bersama instansi terkait akan bertemu langsung dengan masyarakat di Kelurahan Mapane dan sekitarnya demi permusyawaratan yang menghasilkan kesepakatan bersama demi pembangunan di Bumi Sintuwu Maroso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image