BERBAGI

Malam Nuzulul Qur’an adalah malam pertama kalinya diturunkan Al Qur’an yang biasanya diperingati Umat Muslim pada malam ketujuh belas Ramadhan. Bertempat di Mesjid Raya Poso (Mesjid Agung Baiturrahman) Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si bersama PTPHBI Poso dan Anggota FKPD Poso turut memperingati momen sakral tersebut Sabtu Malam (02/06/18). Menghadirkan Ketua MUI Poso H. Arifin Tuamaka, S.Ag, M.Ag sebagai penceramah hikmah Nuzulul Qur,an 1439 Hijriah yang dihadiri seluruh jemaah mesjid Baiturrahman Poso dan umat muslim lainnya.

Wabup dalam sambutan pengantarnya menyampaikan bahwa makna yang terpenting dari peringatan ini adalah peningkatan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa didalam menjalani kehidupan didunia dan Insha Allah diakhirat kelak. Menurut wabup hakekat peringatan Nuzulul Qur,an memiliki arti penting bagi umat muslim untuk selalu mempedomani Al Qur,an didalam melaksanakan tugas dan profesi masing-masing dengan baik. Wabup juga mengungkapkan bahwa hakekat taqwa sebenarnya dapat dilihat dari prilaku umat muslim yang berkualitas diantaranya adalah banyak berbuat baik, tidak suka marah-marah atau sabar serta menjalankan seluruh perintah Allah SWT serta menjauhi laranganNya. “Dengan memiliki ciri-ciri muslim yang taqwa tersebut Insha Allah Poso cerdas yang kita impi-impikan dapat kita wujudkan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Poso.” Kata wabup.

Baca Juga :  Tokoh Agama dan Masyarakat Di Poso Mengutuk Keras Teror Yang Terjadi Di Surabaya

Sementara Tausiah Ketua MUI Poso menfokuskan momentum Nuzulul Qur,an untuk dijadikan peringatan kepada kaum muslimin untuk lebih intens mempelajari kitab suci Al Qur,an baik bacaannya, makna, tafsir dan kajian-kajian yang terkandung didalmnya. Karena menurut ketua MUI, AL Qur,an sebagai mujizat yang didalam terkandung berbagai macam ilmu pengetehauan dan sains serta dapat beradaptasi dengan semua jaman dari jaman dulu sampai jaman now jaman sekarang ini. Olehnya diharapkan kepada seluruh umat muslim untuk terus mempelajari Al Qur,an sebagai pedoman hidup umat manusia untuk keselamatan baik di dunia terlebih di akhirat Insha Allah.

Ketua MUI juga mengingatkan untuk menerjemahkan ayat-ayat suci Al Qur,an tidak setengah-setengah atau sepotong-sepotong sehingga esensi yang sebenarnya salah kita memahami dan menafsirkannya. “Sesunnguhnya untuk menafsirkan dan menerjemahkan Al Qur,an tidak cukup hanya satu ilmu saja yang bisa kita pakai, tetapi banyak cabang-cabang ilmu yang bisa dijadikan bahan pembanding agar kita tidak salah memahami maksud dari suatu ayat yang di artikan. Ilmu-ilmu itu diantaranya ilmu bahasa arab, ilmu semantik dan semiotik, ilmu tafsir serta ilmu-ilmu lainnya yang relevan “ kuncinya.

Baca Juga :  Bupati Himbau Warga Poso Agar Tidak Mudah Terprovokasi Dan Mengumbar Kebencian Di Medsos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image