BERBAGI

Peringatan Hari lahir Pancasila tahun 2018 tingkat Kabupaten Poso, diperingati dalam suatu upacara bendera yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Poso, Jum’at (01/06/18). Bertindak selaku pembina upacara Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, sedangkan pemimpin upacara Iptu Pol. Arsyad.

Upacara berlangsung hikmat yang diikuti personil TNI/POLRI, ASN, PGRI dan dihadiri anggota Forkopimda, Wakil Bupati, tokoh agama, tokoh masyarakat serta sejumlah pejabat instansi vertikal, BUMN dan Kepala OPD di lingkungan Pemda Poso.
Sebagaimana diketahui bahwa Presiden Republik Indonesia telah menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan menjadi Hari Libur Nasional, mulai tahun 2017.

Hal ini tertuang dalam Kepres Nomor 24 tahun 2016 oleh Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di gedung Merdeka Bandung. Ketetapan ini berdasar pada penyelidikan yang mendalam atas naskah otentik bahwa pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno yang mencetuskan pertama kalinya Pancasila sebagai dasar Negara.

Presiden RI dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Poso selaku pembina upacara Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu mengatakan, selama 73 tahun Pancasila sudah menjadi bintang pemandu, berjalan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya. Pancasila sudah menjadi rumah kita yang berbhineka tunggal ika dan akan terus ada sampai akhir zaman.

Baca Juga :  Sidang Klasis Sulawesi Tengah Timur

Melalui perenungan dan pemikiran oleh the founding father, bapak proklamator. Ir. Soekarno Hatta.

Sungguh Pancasila adalah berkah indah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada kita melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin oleh para Founding Father Indonesia. Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada 18 Agustus 1945.

Para pendiri Bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang duduk bersama untuk menetapkan Pancasila sebagai Pemersatu segala perbedaan, sebagai Falsafah dan Dasar Negara yang kokoh dan menjadi Fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Rangkaian proses besar tersebut harus selalu kita ingat, dalami semangatnya dan kita pahami rohnya.

Lanjut Bupati Bupati, Sebagai Bangsa yang majemuk terdiri atas 714 Suku dan lebih dari 1.100 bahasa lokal yang hidup di lebih dari 17.000 pulau, semangat persatuan menjadi pilihan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat berbagi antar sesama anak bangsa untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama, juga merupakan sebuah keharusan untuk berbagi dan merawat etos kepedulian, welas asih dan saling menghargai dengan penuh empati.

Bulan Suci Ramadhan yang penuh berkah ini harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk mempererat etos peduli dan bersama dalam semangat gotong royong yang merupakan peninggalan leluhur dan harus kita pupuk agar menjadi sumber energi bangsa Indonesia untuk menggapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Baca Juga :  Bupati Poso Hadiri Pelantikan Pejabat KPU Kabupaten

Selain itu, Kita harus melakukan lompatan besar untuk meningkatkan kualitas SDM yang unggul dan tangguh. Saya yakin, semangat berprestasi itu tertanam kuat di dada para atlet kita untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di Asian Games . Semangat untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, negeri yang Baldatan Toyyibatun Wa Rabbuna Ghafur. Atas nama seluruh Rakyat Indonesia saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesarnya kepada para Founding Fathers atas warisan Negara Kesatuan Rapublik Indonesoa dan Pancasila yang telah kita nikmati sampai saat ini.

Begitu pula kepada generasi generasi berikutnya yang telah menanamkan pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Presiden Jokowi juga mengajak para ulama dan tokoh agama, para guru dan ustad, para politisi dan jajaran aparat pemerintahan, para anggota TNI dan Polri, para pekerja dan pelaku ekonomi, serta seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian . Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa Indonesia menuju negara yang maju dan jaya.

Pada upacara peringatan hari lahir Pancasila itu, Bupati menyerahan Bantuan kepada 5 orang Wirausaha Pemula tahun 2018 tahap keempat dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI Kepada masing-masing: 1. Elia Ondae dari Watuawu dengan jenis usaha gula aren mawongi, 2. Gilang Riswansi dari Lawanga dengan jenis usaha sirup buah pala, 3. Sunarti dari Mapane dengan jenis usaha aneka makanan dan minuman, 4. Rampu Laewa dari Pandiri dengan jenis usaha gula aren, dan 5. Rahmat H dari Kawua dengan jenis usaha Meubel. Dengan jumlah total bantuan sebesar Rp. 57.000.000,-.

Baca Juga :  Keterangan Resmi Bupati Poso Tentang Kalender Pemda

Bupati berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dikembangkan dengan sebaik-baiknya guna mendorong peningkatan ekonomi keluarga melalui usaha yang ditekuni. Bupati Darmin juga menegaskan bahwa pemerintah saat ini terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang sifatnya menyentuh dan berimplikasi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Usai upacara, Bupati-Wabup melakukan pertemuan dengan sejumlah Kepala OPD di ruang kerja Bupati. Pertemuan itu dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh kepala OPD agar lebih serius lagi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing utamanya yang bersifat prinsip dan urgen, yang mau tidak mau harus segera dituntaskan sehingga meskipun menghadapi hari libur panjang tetapi tidak boleh bersikap pasif, apalagi OPD yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, tegas Bupati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image