BERBAGI

Bupati Poso yang diwakili oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Poso Drs.Hendrik Padaga meresmikan Perpustakaan Komunitas Rano Poso dengan tanda dibukanya selubung Papan Nama bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Propinsi Sulawesi Tengah, didampingi oleh Ketua Umum Majelis Sinode GKST, Rektor Universitas Kristen Tentena, dan Camat Pamona Puselemba di Kota Wisata Tentena, Sabtu (26/05/8).

Bupati Poso dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan secara langsung oleh Kadis Hendrik Padaga mengatakan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dibukanya Perpustakaan Komunitas “Rano Poso” yang merupakan Program Yayasan Pande Siwagi yang dapat memfasilitasi pendidikan non formal, disamping sebagai sumber informasi, tempat pengembangan budaya daerah melalui buku bacaan dan majalah. Lanjut dikatakannya bahwa Bupati Poso berharap agar Perpustakaan Komunitas Rano Poso menjadi tempat berkumpulnya para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Kota Wisata Tentena dan sekitarnya, juga tempat yang santai untuk menimba ilmu.

Baca Juga :  LAUNCHING MADRASAH SEHATI DAN MADRASAH ANTI KORUPSI

Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Wisata Tentena untuk menjadikan Perpustakaan sebagai Rumah persinggahan berikutnya dengan menyatukan langkah, seiring dan sejalan, satu arah satu tujuan demi terciptanya cita-cita bangsa, yakni bangsa yang cerdas dan mandiri, seperti Motto Kabupaten Poso adalah Mewujudkan Poso yang CERDAS.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Propinsi Sulawesi Tengah Drs.Deni Lagonda, M.Si mengatakan bahwa penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan bukan hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah propinsi maupun Kabupaten/Kota, akan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh element masyarakat. Deni Lagonda mengharapkan kiranya eksistensi Perpustakaan Komunitas Rano Poso dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat di Kota Wisata Tentena dan sekitarnya sebagai sumber belajar, dan sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan.

Baca Juga :  Penandatangan Nota Kesepahaman Platform Kebudayaan Indonesiana Dan Penyerahan Dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah

Ketua Yayasan Pande Siwagi Dra.Marie Y.E. Balebu, M.Si menjelaskan bahwa Komunitas Rano Poso adalah bernaung dibawah yayasan “Pande Siwagi” yang memiliki arti murah hati dan sepikir dalam kehidupan bersama. Yayasan Pande Siwagi adalah didirikan pada tanggal 1 Agustus 2011, dan mendapat pengesahan dari Kementrian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 12 Maret 2012 berdasarkan keputusan Nomor: 1300.01.04 Tahun 2012. Maksud dan tujuan Yayasan Pande Siwagi antara lain mendirikan Lembaga Pendidikan Formal dan nonFormal seperti mendirikan Kelompok Bermain, Taman Kanak-kanak Kursus Keterampilan, Mendirikan Perpustakaan dll. “Kami sangat mengharapkan dari berbagai pihak untuk penyempurnaan Perpustakaan Komunitas Rano Poso ini, agar lebih bermanfaat untuk peningkatan wawasan pengetahuan yang berguna dalam kehidupan ini,” ujar Marie.

Baca Juga :  Ratusan Anak Yatim Dari Berbagai Agama Ikut Buka Puasa Bersama Bupati Poso

Hadir dalam acara tersebut adalah Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Kristen GKST, Rektor STT GKST Tentena, Para Pejabat di Lingkungan GKST, Unsur Tripika Kecamatan Pamona Puselemba, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta warga masyarakat setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image