BERBAGI

Upacara Bendera Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 Tahun 2018 dirangkaikan dengan 17 Bulan Berjalan di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso Bersama TNI/POLRI. Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si memimpin pelaksanaan Upacara, didampingi oleh para FKPD, para kepala OPD dan para tamu undangan. Diikuti oleh seluruh ASN dan TNI/POLRI dan anak sekolah. Bertempat dihalaman Kantor Bupati Poso, Senin (21/05/18).

Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, yang dibacakan oleh Wakil Bupati Poso menyampaikan bahwa Ketika Rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan lebih dari seabad yang lalu, kita nyaris tak punya apa-apa. Namun sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja sudah cukup, asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sangat mulia namun pada saat yang sama tantangan maha kuat menghadang di depan. Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primodial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat Nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan.

Presiden pertama RI Soekarno, pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 1952 mengatakan bahwa “Pada hari itu kita mulai memasuki satu cara baru untuk melaksanakan satu ide, satu naluri pokok. Naluri yang ingin Merdeka, ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa. Cara berjuang dengan tenaga persatuan”. Butir kelima dari Nawacita Kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berisi Visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Pemerintah akan meningkatkan pembangunan SDM pada tahun 2019, melanjutkan percepatan pembangunan Infrastruktur yang menjadi fokus pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Safari Ramadhan Gubernur Sulawesi Tengah di Kabupaten Poso

Pembangunan Sumber Daya Manusia memperkuat pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam era digital. Bung Karno juga menggambarkan persatuan Bangsa seperti layaknya sapu lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Momentum sekarang ini menuntut kita untuk tidak buang-buang energi untuk bertikai dan lebih fokus pada Pendidikan Pengembangan Manusia Indonesia. Menurut perkiraan badan pusat statiatik, rentang masa ini akan berpuncak nantinya pada tahun 2028 sampai 2031, yang berarti tinggal 10-13 tahun lagi. Pada suatu saat itu nanti, angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 persen.

Presiden Joko Widodo selalu mendorong dunia Pendidikan, bekerja sama dengan industri dan bisnis untuk mencari terobosan baru dalam pendidikan vokasi. Jurusan-jurusan baru, baik tingkat pendidikam tinggi maupun juga tingkat menengah, yang berkaitan dengan keahlian dan ilmu terapan. Generasi Bonus Demografi yang juga beririsan dengan Generasi Millenial pada saat yang sama juga terpapar oleh massifnya perkembangan teknologi. Digitalisasi diberbagai bidang ini juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama.

Baca Juga :  HARI PERDANA MASUK KANTOR BUPATI POSO BERSILATURAHMI

Dulu kita bisa, dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi, keterbatasan teknologi untuk berkomunikasi, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan Bangsa. Mari maknai peringatan tahun ini di lingkungan kita masing-masing, sesuai lingkup tugas kita untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas SDM terutama generasi muda yang akan membawa kepada kejayaan Bangsa di tahun-tahun mendatang.
Diakhir upacara, dilaksanakan bulan pengukuran tekanan darah oleh Pemda Poso kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Poso dalam rangka memperingati Hari Hipertensi Dunia tanggal 17 Mei 2018 dengan tema “Ketahui Tekanan Darahmu”. Sebagaimana berdasarkan hasil survei Indikator Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) tahun 2016 menunjukkan bahwa satu dari 3 penduduk usia 18 tahun keatas di Indonesia mempunyai tekanam darah tinggi (hipertensi), tetapi hanya 12,9% penderita hipertensi yang didiagnosis oleh nakes dan hanya 3,9% yang minum obat. Kondisi ini akan meningkatkan resiko kejadian penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung dan gagal ginjal. Untuk itu bagi penduduk usia 15 tahun ke atas agar mengukur tekanan darahnya di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), Pos Pelayanan Terpadu (Puskesmas) atau fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya, termasuk di fasilitas kesehatan tempat kerja atau tingkat lanjut lainnya baik milik pemerintah maupun swasta. Hasil pengukuran dicatat oleh petugas dan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk diteruskan kepada Dinkes Propinsi dan sampai kepada Kementrian Kesehatan RI. Menginstruksikan Puskesmas, praktik dokter, klinik dan rumah sakit untuk berpartisipasi melaksanakan kegiatan tersebut. Melaksanakam sosialisasi dan desiminasi informasi tentang hipertensi melalui berbagai media cetak, elektronik dan media tradisional serta pemasangan spanduk, umbul-umbul berisi pesan tentang hipertensi. Melaksanakan kegiatan ini dengan menggunakan dana APBD dari masing-masing propinsi sesuai peraturan yang berlaku, atau diintegrasikan dengan kegiatan yang lain.

Baca Juga :  Wakil Bupati Poso, Ir. Samsuri, M.Si membuka kegiatan olah raga dan seni dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-71 Tingkat Kecamatan Pamona Utara

Menutup keseluruhan kegiatan, dilaksanakan Siarah ke makam pahlawan yang terletak di Kelurahan Kawua Kecamatan Poso Kota Selatan untuk memberi penghormatan bagi arwah para Pahlawan yang sudah berjasa bagi Negeri Tercinta ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image