BERBAGI

Program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Sebagai Desa sasaran/penerima manfaat di Kabupaten Poso adalah Desa Peura, Buyumpundoli, Wera dan Kelurahan Pamona yang berada di Kecamatan Pamona Puselemba. Desa Magapu dan Desa Masewe di Kecamatan Pamona Timur. Desa Batugencu Kecamatan Lage, Desa Trimulya Kecamatan Poso Pesisir Utara, Desa Pada Kecamatan Lore Selatan, dan Desa Tomehipi Kecamatan Lore Barat. Kegiatan serah terima ini dilaksanakan di Desa Peura Kecamatan Pamona Puselemba, Rabu (16/05/18).

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra M. Ari Pamungkas, SH,MH, Kepala-kepala OPD lingkup Kabupaten Poso menghadiri acara serah terima Program PAMSIMAS III. Hadir juga dalam kegiatan ini Wakapolres Poso, Danramil Kecamatan Pamona Puselemba, Camat Pamona Puselemba dan Anggota DPRD Kabupaten Poso, Satker PKPAM Propinsi Sulawesi Tengah, Tim DPMU Kabupaten Poso, Tim Pakem Kabupaten Poso, Tim ROMS-16 Program Pamsimas Propinsi Sulteng. Perwakilan Masyarakat dan kepala Desa penerima manfaat dan Masyarakat Desa Peura, pengurus KKM dan Satlak beserta BP-SPAMS desa pelaksana, Tim Fasilitator program Pamsumas Kabupaten Poso. Kedatangan Bupati Poso disambut dengan lambaian Bendera merah putih oleh murid-murid SDN Peura.

Dalam laporan Panitia Pelaksana PAMSIMAS 2017, oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Poso, mengatakan bahwa program PAMSIMAS merupakan program andalan nasional untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sabitasi yang layak serta berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Program PAMSIMAS mendukung dua agenda nasional yaitu 100% akses terhadap kebutuhan air dan sanitasi, juga sanitasi total berbasis masyarakat. Jumlah desa penerima manfaat sampai dengan tahun 2017 yaitu sebanyak 117 desa dan realisasi sebanyak 95,275 jiwa dengan jumlah KK sebanyak 25,991.

Percepatan pencapaian akses universal air minum dan sanitasi tahun 2019 membutuhkan upaya bersama dari pemerintah pusat sampai dengan pemerintah desa dan masyarakat termasuk donor dan swasta (CSR). Kegiatan serah terima bertujuan antara lain sebagai wujud dari pertanggungjawaban kegiatan program PAMSIMAS yang dilaksanakan oleh masyarakat yang monitori oleh KKM (Kelompok Kewaspadaan Masyarakat) Satlak (Satuan Pelaksana) dan BPSPAMS (Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) dan sebagai bentuk kerja sama dari unsur yang terdiri Pemda, Kecamatan, Desa, Masyarakat dan Pendamping Program.

Baca Juga :  PELETAKKAN BATU PERTAMA JARINGAN IRIGASI DANA TUGAS PEMBANTUAN

Ketua Satlak Desa Masewe Pdt. Nicolas Ladjamba, S.Th dalam kesan dan pesan yang disampaikannya menyampaikan bahwa kerinduan masyarakat untuk terpenuhinya kebutuhan akan air bersih akhirnya terpenuhi. Program ini juga menitikberatkan pada kontribusi masyarakat sendiri untuk mengelola dan mengupayakan semaksimal mungkin ketersediaan air bagi masyarakat dapat digunakan dengan sebaiknya. Pemerintah telah memberikan hadiah bagi kita masyarakat, olehnya harus dijaga dengan penuh tanggungjawab. Kepada semua pendamping yang telah berupaya untuk membantu masyarakat, kami mengucapkan terima kasih banyak.

Ketua BPSPAMS (Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) I Made Ray, Desa Padalembara menyampaikan Succes Story. Sudah sekitar 10 menjadi penerima manfaat sejak PANSIMAS I ditahun 2008. Mendapat bantuam sejumlah Rp. 250. 000.000,- yang dikelola dan sampai saat ini dapat memberikan hasil yang memuaskan. Berbagai macam cara dilakukan untuk memaksimalkan Program yang sudah ada. Pada tahun 2011 mendapat tambahan dana sejumlah Rp. 200.000.000 untuk sarana perpipaan.

Menghadapi masalah yang terjadi dilaksanakan rapat rutin yang dilaksanakan 2 kali dalam setahun. Hasil yang diputuskan adalah untuk menyediakan meteran direncanakan sejak tahun 2015 dan baru terealisasi di tahun 2016. Masyarakat pengguna dikenakan biaya 10.000/bulan. Dan dapat berjalan sampai saat ini. Desa Padalembara pernah mengikuti lomba PANSIMAS Tingkat Propinsi Sulawesi Tengah, menjadi juara terbaik ke 2 se Sulawesi Tengah. Kerjasama yang baik dan berkoordinasi dengan Pemdes, fasilitator dan seluruh pengurus dan masyarakat agar apa yabg diharapkam dapat terlaksana dengan baik. Mempunyai AD/ART serta termuat dalam Perdes dan ada keputusan Kepala Desa sehingga menguatkan kelembagaan pengelola air yang ada di Desa.

Sambutan Kepala Regional Tim ROMS-16 Program Pamsimas Propinsi Sulteng, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Poso yang telah mengundang kami untuk menghadiri kegiatan ini. Selamat kepada masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari terlaksananya program PANSIMAS. Sebagai koordinator Propinsi, dari 12 Kabupaten yang menjadi pelaksana, Kabupaten Poso adalah yang terbesar menerima bantuan dan sejak tahun 2008 telah masuk di 117 Desa yang secara keseluruhan dapat berjalan baik. Kabupaten Poso memberikan kontribusi terhadap pencapaian target PANSIMAS untuk tingkat Propinsi. Program PANSIMAS mempunyai tujuan utama adalah keberlanjutan, sehingga sarana yang sudah terbangun dapat dikembangkan lagi terutama dalam memberikan akses bagi penerima manfaat. Air adalah kebutuhan dasar yang harus terpenuhi. Dari 117 desa terdapat 30 desa yang masih perlu untuk pendampingan juga pembinaan. Diharapkan perlu adanya interfensi baik oleh APBDes maupun anggaran lainnya sehingga bisa menjadi lebih maksimal kemanfaatannya, yang artinya seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnnya.

Baca Juga :  Peningkatan Pembangunan di Bumi Sintuwu Maroso

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dalam sambutannya menyampaikan bahwa, saat ini Indonesia tengah bersedih dengan terjadinya musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita di Surabaya. Kasihilah Sesamamu Manusia, bahwa kejadian yang terjadi di Surabaya bukan dilakukan oleh agama, namun oknum yang justru tidak mengenal agama. Karena pada dasarnya semua agama mengajarkan kasih dan toleransi antar sesama manusia. Masyarakat harus bijak mensikapi kejadian ini dengan tidak terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Terutama masyarakat harus bijak dalam menggunakan medsos, karena apabila melanggar maka akan terkena sanksi berat.

Bupati Poso mengucapkan apresiasi kepada panitia yang konsisten dengan waktu. Karena acara dapat dimulai sebagai mana jam yang ditentukan. Mari bersama kita untuk menghargai waktu, karena waktu apabila berlalu tidak akan kembali lagi. Bupati Poso juga tertarik dengan penampilan anak-anak SDN Peura membawakan Kulintang yang dipadukan dengan angklung, apabila terus dilatih dengan baik maka akan membanggakan dikemudian hari. Kepandaian bermusik ini juga dapat digunakan pada gelaran kegiatan-kegiatan dimana saja. Program PAMSIMAS ini diharapkan dapat memberikan akses bagi masyarakat untuk pemenuhan sarana air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan serta dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat mendukung pencapaian target MDGs (Millennium Development Goals) sektor air minum dan sanitasi melalui pengarusutamaan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat. Karena itu diharapkan bagi para kepala desa dan masyarakat penerima program ini agar senantiasa menjaga dan mengelola sarana yang sudah dibangun dengan baik agar dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan. Dengan adanya PAMSIMAS mewajibkan masyarakat membentuk Badan Pengelola Sarana melalui pendampingan terus menerus dari fasilitator dan perangkat desa. Karena kebutuhan akan air minum merupakan kebutuhan dasar dan mesti terpenuhi untuk kehidupan yang layak. Menjaga dan melestarikan hutan agar tetap dapat menyediakan suplai air yang dibutuhkan masyarakat. Kontribusi dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan mengelola sendiri nantinya apabila sudah berjalan.

Baca Juga :  Hari Bhakti PU Yang Ke-72 Tahun 2017

Lebih lanjut Bupati Poso mengatakan bahwa peningkatan jalan Hotmix Peura-Dulumai yang telah dikerjakan sebelumnya sepanjang 3.123 Meter, lebar 5 meter dengan dana APBD Kabupaten Poso sebesar Rp.7.683 210.000, sedangkan APBD Propinsi akan digunakan untuk pekerjaan pengembangan pemukiman perdesaan jalan lapis penettasi Macadam (LAPEN) sepanjan 2100 Meter, Lebar 4 Meter dengan dana sebesar Rp. 1.202.764.000 dan tersebar dalam Desa Peura.

Selanjutnya Penyerahan Bantuan Hibah Karamba Jaring Apung (KJA) Untuk Budidaya Ikan Sidat (Sogili) Dari Kementrian Desa, Oembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi RI Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan Direktorat Pengembangan SDA Kawasan Perdesaan. Oleh Bupati Poso Kepada BUMDESA Lemba Mesale.

Dengan Dana Bantuan sebesar Rp. 1.200.000.000 disertai dengan bantuan bibit ikan sidat tahap pertama sebanyak 130 Kg/1.950 ekor. Karamba apung ini ditempatkan di Desa Peura dalam rangka memperkuat Desa Sidat yang sudah dicanangkan beberapa waktu lalu. Tujuannya untuk mengembangkan dan melestarikan komoditas unggulan lokal dan endemik hanya terdapat di Danau Poso.

Mengakhiri kegiatan hari ini, Bupati Poso menyempatkan untuk melihat langsung keberadaan karamba apung yang telah dipasang dan sedang dioperasikan dan diharapkan kedepan akan memberikan hasil yang maksimal.Poso akan terus memacu laju untuk pembangunan yang lebih mensejahterakan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image