BERBAGI
Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso Drs. H. Makmur Muh. Arief, M.Pd. (kiri) - Wakil Bupati Poso, Ir. Samsuri, M.Si (tengah) - Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Dr. H. Rusman Langke, M.Pd (kanan)

Dalam rangka meningkatkan kerukunan umat beragama di Kabupaten Poso, Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso gelar Kegiatan Dialog Lintas Agama dengan berbagai kalangan masyarakat dan profesi di ruang pertemuan Hotel Kartika, senin (07/05/18). Dengan Tema “Memperkuat Toleransi Dalam Bingkai Sintuwu Maroso Menuju Poso Cerdas”, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Poso, Ir. Samsuri, M.Si, dengan peserta dari perwakilan utusan tokoh-tokoh lintas agama baik dari agama Islam dan agama Kristen maupun tokoh agama Hindu yang bernaung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Poso, juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso, beberapa perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua MUI Poso, serta Rektor Unsimar Poso dan undangan lainnya.

Dalam laporan Ketua Panitia Penyelenggaraan yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso Drs. H. Makmur Muh. Arief, M.Pd. menyampaikan maksud dari kegiatan ini adalah membangun kerukunan antar umat beragama melalui dialog lintas agama yang melibatkan kalangan masyarakat dan berbagai profesi. Selain itu tujuan dialog lintas agama ini adalah menjadi momentum untuk memperat dan meningkatkan persatuan antar tokoh dan umat lintas agama. Serta sebagai forum diskusi bersama untuk memikirkan, merenungkan dan mendiskusikan mengenai permasalahan, kendala maupun hambatan yang dihadapi dalam memelihara kerukunan antar umat beragama diwilayah Kabupaten Poso. Jumlah peserta yang hadir dalam dialog lintas agama ini adalah 60 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang profesi yang mewakili tiga komunitas agama yang ada di Kabupaten Poso antara lain 30 orang dari masyarakat Islam dan 20 orang dari masyarakat Kristen serta 10 orang dari masyarakat Hindu.

Baca Juga :  Bupati Poso Buka Dandim Cup III

Kemudian sambutan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Dr. H. Rusman Langke, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso sebagai penyelenggara acara dialog lintas agama karena program ini dinilai strategis untuk meningkatkan pembinaan kerukunan beragama di Kabupaten Poso.

Disamping itu terima kasih dan apresiasi kepada Wakil Bupati Poso yang mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Poso yang sangat mendukung program ini dalam menjaga kerukunan umat beragama terbukti dengan rencana menyediakan desa percontohan untuk kerukunan beragama diwilayah Kabupaten Poso. Sehingga diharapkan visi misi Kementrian Agama dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso dalam menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera dalam bingkai Sintuwu Maroso.

Baca Juga :  STQ Ke XXIII Tahun 2015 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Buol

Sementara itu dalam sambutan Bupati Poso yang disampaikan oleh Wakil Bupati Poso menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih atas undangan panitia penyelenggara yang telah memberikan kesempatan menyampaikan beberapa hal dalam kegiatan yang sangat strategis dan bermanfaat ini bagi kita semua khususnya didalam memelihara dan menjaga toleransi umat beragama serta memelihara persatuan dan kesatuan antar sesama masyarakat Poso yang damai demi kokohnya NKRI. Keberagaman dan pluralisme merupakan salah satu anugerah yang Tuhan berikan bagi bangsa kita Indonesia. Selain keberagaman budaya, suku, agama dan ras, perbedaan-perbedaan juga sering terjadi didalam memahami suatu permasalahan serta pemecahannya. Memiliki keberagaman dan pluralisme merupakan salah satu potensi dan aset daerah yang harus dikelola dengan baik, bukan menjadi penghalang untuk kita bersama-sama didalam memajukan daerah tercinta. Kebhinekaan merupakan kekayaan bangsa yang wajib dijaga. Memupuk bibit toleransi dalam kebhinekaan yang sudah ada perlu terus ditingkatkan dan dilaksanakan oleh individu, kelompok dan negara. Toleransi pada tingkat negara membutuhkan payung hukum seperti Undang-undang, penegakan hukum dan proses peradilan dan administrasi yang adil dan tidak memihak. Sedangkan untuk tingkat individu/kelompok dalam meningkatkan sikap toleransi dan pembentukan sikap keterbukaan dan solidaritas dapat dilakukan melalui sekolah-sekolah dan universitas. Pendidikan non formal seperti dirumah dan tempat kerja juga merupakan media penting dan strategis sebagai sarana sosialisasi, selain itu juga melalui dialog dan berbagai kegiatan seminar yang bertujuan untuk meningkatkan serta menjaga keutuhan bangsa yang memiliki latar belakang budaya, agama, suku yang berbeda namun perlu terus digalakan untuk mencari titik persamaan bukan mencari perbedaan-perbadaaan yang mengarah kepada perpecahan bangsa. Peran media komunikasi juga sangat penting dalam memfasilitasi dialog dan diskusi yang bebas dan terbuka, menyebarkan nilai-nilai toleransi dan menyoroti bahaya ketidak pedulian terhadap meningkatnya kelompok-kelompok intoleran dan idelogi sesat. Oleh sebab itu melalui dialog ini semua masyarakat Kabupaten Poso khususnya para peserta dialog untuk lebih aktif melawan berita-berita yang tidak benar dengan dialog yang intensif, berkualitas dan cerdas dalam melihat fenomena-fenomena yang dapat meruntuhkan tatanan bangsa dan negara, agar simpul-simpul perdamaian yang telah dibangun tetap kokoh dan utuh bersama seluruh komponen bangsa termasuk kita sebagai masyarakat sintuwu maroso yang sangat mencintai kedamaian, keadilan dan kesejahteraan.

Baca Juga :  Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah

Diakhir sambutannya Wakil Bupati Poso juga berharap semoga hasil dari kegiatan ini dapat memberikan masukan dan inspirasi demi kemajuan Negeri Sintuwu Maroso tercinta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image