BERBAGI

Hari Pendidikan Nasional yang diangkat tahun ini adalah Menguatkan Pendidikan dan memajukan Kebudayaan.

Di Poso upacara peringatan hari pendidikan nasional dan otonomi daerah ke-22 dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso dan sebagai Pembina Upacara oleh Wakil Bupati Poso, Ir. Samsuri, M.Si, di lapangan Alun-alun Sintuwu Maroso Poso, pada Rabu (2/5/18).

Melalui Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang disampaikan oleh Wakil Bupati Poso menyampaikan bahwa Pendidikan Nasional kita adalah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kebudayaan adalah akar dari Pancasila. Jika budaya kuat maka pendidikan akan ikut kuat. Kebudayaan maju adalah yang harus dipenuhi agar Pendidikan tumbuh subur dan menjulang.

Kita berkomitmen untuk terus berikhtiar dalam mamajukan pendidikan dengan penguatan budaya. Mari kita satukan tekad untuk memajukan pendidikan dan menguatkan kebudayaan. Para insan pendidikan dan kebudayaan, masih banyak yang harus kita lakukan untuk mengolaborasi praktek pendidikan sehingga memiliki presisi yang tepat. Indonesia adalah negara yang kaya raya akan kebudayaan. Indonesia merupakan negara super power dalam hal budaya menurut bangsa luar. Memajukan kebudayaan mengharuskan tercipta langkah-langkah strategis agar dapat berdikari dan berkepribadian. Pendidikan harua sigap merespon positif setiap perubahan yang terjadi. Pendidikan harus dapat menciptakan tenaga trampil dan berkemampuan sesuai dengan kemampuan dalam mendukung kinerja pemerintah.

Jalan-jalan baru yang di bangun,telah mampu membuka akses bagi sarana transportasi untuk menempuh pendidikan. Sesuai skala kebutuhan, sarana pendidikan terus dikembangkan. Pendidikan yang layak dan menyenangkan agar bisa dinikmati dan dijalankan dengan nyaman. Demikian juga untuk wilayah-wilayah batas negara, masyarakat dapat mengenyam pendidikan dengan baik. Dunia pendidikan dan kebudayaan harus terus menyesuaikan dengan dinamika pembangunan yang ada. Reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, profesionalisme guru dan metode belajar yang terus dikembangkan. Agar mampu beradaptasi dengan tantangan masa depan.

Perjalanan di usia 22 tahun OTDA yang sudah banyak menyemai kebaikan dan manfaat bagi seluruh rakyat tentu bukanlah hal instan yang dengan mudah dapat diaplikasikan. Cara terbaik untuk mensejahterakan rakyat adalah dengan otonomi daerah yang baik, bersih dan demokratis. Penyelenggaraan OTDA bukan hanya mengharuskan daerah menjalankan otonomi daerah, namun juga harus menjadikan transparansi dan keterbukaan kepada publik menjadi sesuatu hal yang mutlak, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Implementasi OTDA didasarkan atas aspek kelembagaan, sehingga harus taat pada prinsip bahwa setiap negara memiliki hak yang sama dimata hukum. Mewujudkan kesejahteraan rakyat disetiap jengkal tanah air kita.

Penyelenggaraan OTDA untuk membangun tata kelola Pemerintahan yang bersih. Peningkatan kualitas pelayanan publik, daya saing, kreatifitas dan inovasi. Jangan takut untuk berinofasi, dan inofasi tidak bisa dihukum. 3 hal yang harus dikedepankan dalam OTDA, yaitu : 1. Integritas dan etika profesionalisme bagi penyelenggara daerah merupakan hal yang harus dikedepankan. 2. Menjadi perhatian dan komitmen bersama utk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. Peningkaran kapasitas dan akutanbilitas. 3. Peningkatqn kesejahteraan masyarakar melalui pemberdayaan, daya saing, dan kebijakan yang mendukung terjadinya hal ini melalui peraturan baik daerah maupun pusat. Menyelenggarakan pemilihan kepala daerah, pilkada serentak pada 27 Juni mendatang. Kepada seluruh ASN untuk menjaga netralitas dan akan memberi sanksi apabila ada yang bertindak ceroboh dalam hal untuk membantu calon tertentu. Perbedaan selama pilkada adalah penguat bukan alat pemecah belah. Demikian pula ajang Asean games yang akan digelar semoga sukses dan lancar. Demi mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

Demikian sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dalam rangka Hari Otonomi Daerah yang dibacakan oleh Wakil Bupati Poso .

 

 

Selanjutnya Penyerahan Medali Emas Lomba Kompetensi Keahlian Tata Boga atas nama Rivaldo Hareva dari SMK Negeri 2 Poso yang mendapatkan Juara 1 pada lomba ketrampilam Siswa Tingkat Propinsi Sulawesi Tengah pada perayaan HUT Propinsi Sulteng ke- 54 dan akan mewakili Propinsi Sulawesi Tengah pada lomba ketrampilan soswa (LKS) Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Mataram Nusa Tenggara Barat pada tanggal 6-12 Mei 2018. Serta juara 1 Lomba Kompetensi Bidang Akomodasi Perhotelan atas nama Ni Putu Vika Eka dari SMK Negeri 2 Poso. 

Mengakhiri rangkaian kegiatan upacara, diisi dengan atraksi dari Drum Band “Gita Ceria”, Atraksi Silat dari SDN 23 Poso, Pantomin dari SD Alkhairat Poso Kota Utara dan Drum Band SDN 7 Poso. 

Upacara ini diikuti oleh seluruh kalangan pendidik dan siswa-siswi mulai dari tingkatan PAUD sampai dengan SMA dan pergurian tinggi. Seluruh ASN dilingkup Pemda Poso, Personil TNI dan POLRI serta para tamu undangan. Hadir juga FKPD Kabupaten Poso, serta para kepala OPD lingkup Kabupaten Poso.

Baca Juga :  Fasilitasi Penanganan Bencana Berbasis Masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image