BERBAGI

“Imam Besar Masjid Istiqlal : Sulawesi Tengah Provinsi Teraman Kedua dan sekaligus sebagai provinsi Tertinggi untuk tingkat Toleransi di Indonesia”

Wakil Bupati Poso,Ir,Samsuri,Msi, Menghadiri Tabligh Akbar Dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 H Tahun 2018 M, pada Selasa (01/05/18).

Acara ini digelar oleh Satgas Nusantara Polres Poso, dialun-alun Lapangan Sintuwu Maroso Poso.

Tausiah ini mengangkat tema, Meraih Keberkahan Ramadhan,Mewujudkan Pribadi Yang Mulia Sebagai Nilai Utama Perkuat Ke-Bhinnekaan Menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Dengan menghadirkan pembawa Tausiah, Ustad Almukarrama Prof,Dr,H,Nasaruddin,MA yang saat ini selaku Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta.

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengungkapkan saat ini Sulawesi Tengah  adalah Provinsi dengan tingkat toleransi antar umat beragama tertinggi di Indonesia, berdasarkan hasil penelitian terakhir oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Hasil Penelitian itu juga menempatkan Sulawesi Tengah sebagai Provinsi dengan tingkat radikalime terendah kedua setelah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang artinya merupakan Provinsi teraman kedua di Indonesia. Hal itu diungkapkan Nasaruddin Umar saat menjadi pembicara utama dalam Tabligh Akbar.

Fakta yang diungkap oleh penelitian BNPT itu disebut Nasaruddin Umar sebagai sebuah keajaiban untuk Sulawesi Tengah dengan sejarah konflik komunal yang pernah terjadi di Poso 2000-2001, justru kini Sulawesi Tengah ditempatkan sebagai Provinsi dengan tingkat anti toleransi terendah di Indonesia, yang menurutnya dibuktikan dalam kegiatan tabligh akbar di Poso yang tidak saja dihadiri oleh umat Muslim namun juga oleh umat dari lintas agama.
“Hanya beberapa tahun yang lalu kita pernah mendengarkan sejarah tentang Poso, siapa yang tidak kenal Poso di seluruh dunia bapak ibu sekalian? Tapi hari ini kita mampu menjawab bahwa Indonesia diantara seluruh Provinsi-nya, Sulawesi Tengah inilah yang paling rendah sikap anti toleransinya. Nah kalau tidak percaya bapak ibu sekalian, lihatlah buktinya bapak ibu sekalian, disini tidak ada orang lain, meskipun disini ada agama Hindu, ada agama Kristen, Katolik. Selesai urusan antar agama itu. Ini satu kebanggan yang dimiliki oleh Sulawesi Tengah” Ungkap Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.
Ia menekankan, Indonesia meskipun sejak awal tidak pernah mendeklarisasikan sebagai negara Islam tetapi Indonesia lebih Islami, sekaligus lebih aman, dan damai. Sebuah keadaan yang menimbulkan kebahagiaan tidak saja bagi Umat Muslim di Indonesia namun juga bagi umat beragama lainnya, seperti yang dapat dilihat dalam kegiatan tabligh Akbar di Poso yang juga dihadiri umat dan toko lintas agama.
Sementara ketua panitia penyelenggara Haji Adnan Arsal, mengatakan bahwa Tabligh Akbar yang turut dihadiri tokoh lintas agama Kristen dan Hindu semakin menegaskan persaudaraan warga masyarakat di Poso.
“Suatu hal yang patut kita syukuri bahwa pada saat ini juga ada ditengah-tengah kita yaitu ketua majelis Sinode Poso, ada dibelakang bersama kita, suatu hal yang luar biasa, ada bersama kita adalah ketua Parisada Hindu Dharma ada juga dibelakang.
dan pada hari ini semua kesan yang berkaitan dengan Poso yang pernah konflik maka terjawablah hari ini bahwa kita adalah bersaudara” jelas Haji Adnan Arsal.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Kombes Muhammad Aris Purnomo saat membacakan sambutan Kapolda Sulawesi Tengah mengatakan kegiatan tabligh Akbar di Poso itu juga bertujuan untuk membangun persatuan umat untuk melakukan komunikasi intelektual, spritual dan sosial antara sesama umat manusia, baik antar sesama umat muslim juga dengan umat agama lainnya, sehingga tujuan agama dan tujuan sosial dapat terwujud dengan baik.
Memaknai perkembangan demokratisasi di Indonesia khususnya kebebasan berpendapat saat ini, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah berpesan agar seluruh warga masyarakat di Sulawesi Tengah mengantisipasi isu yang berkembang yang dapat merusak keamanan dan ketertiban masyarakat oleh maraknya pemberitaan hoax, munculnya ujaran kebencian masih adanya sikap intoleran dan berkembangnya ideologi anti Pancasila, penyebaran isu sara dan isu lainnya yang dapat memicu konflik ditengah-tengah masyarakat di Sulawesi Tengah.
Tabligh Akbar di Poso, Sulawesi Tengah itu digelar oleh Satgas Nusantara Polda Sulawesi Tengah dan Polres Poso, dengan tema ‘Wujudkan Pribadi Yang Fitrah Sebagai Nilai Utama Dalam Memperkuat Kebhinekaan’. Kegiatan itu dihadiri oleh sekitar 6 ribu orang yang selain dari Poso, juga oleh warga dari Kabupaten Parigi Moutong, Tojo Unauna dan Morowali.

Acara ini turut dihadiri oleh Kapolda Sulawesi Tengah yang diwakli oleh Wakil Kapolda Sulawesi Tengah, Danrem Tadulako yang diwakili Wakil Danrem Tadulako, Pejabat dari Provinsi Sulawesi Tengah, Wakil Bupati Poso Samsuri, Ketua DPRD Poso Ellen Inkiriwang, Beberapa Pimpinan OPD Kabupaten Poso, Ketua MUI Kabupaten Poso Arifin Tuamaka, Ketua FPI Kabupaten Poso Anto Kaimudin, dan ketua panita penyelanggara Ketua Yayasan Amanah Hi. Adnan Arsal.

Baca Juga :  Bimtek Simda Barang Milik Daerah (BMD)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image