BERBAGI
????????????????????????????????????

Pemerintah Pusat memberikan reward kepada Pemerintah daerah Kabupaten Poso lewat kepemimpinan Darmin-Samsuri yang telah berhasil atas pencapaian luas target tanam komoditi jagung seluas 27. 255 ha untuk periode tanam tahun 2017 sampai dengan januari 2018 serta kembali memberikan bantuan berupa : bantuan benih padi inbrid dan pupuk seluas 2.481 ha, bantuan benih jagung dan pupuk dgn luas area 21.300 ha, bantuan benih kedelai dan pupuk dengan luas 6.200 ha dan bantuan padi untuk lahan kering dan pupuk seluas 5.100 ha.

Hal ini dilakukan dalam rangkaian kegiatan Pencanangan Gerakan Tanam Padi di Lahan Kering dalam rangka menyukseskan program nasional Kementrian Pertanian Republik Indonesia tentang upaya khusus padi, jagung dan kedelai serta percepatan luas target tanam padi di Kabupaten Poso tahun 2018 di Desa Saojo Kecamatan Pamona Utara oleh Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu didampingi Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian RI yang diwakili oleh Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Ir. Yanuardi, MM, Danrem 132/Tadulako yang diwakili oleh Kasiter Korem 132/Tadulako Mayor Made Suwirta, Kepala Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Dandim 1307/Poso yang diwakili oleh Kasdim Mayor Inf. Moh. Iqbal dan Unsur Tripika Kecamatan Pamona Utara pada Selasa 10 April 2018.

Selanjutnya Laporan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso Ir. Heningsih E. G. Tampa’i, M. Si mengatakan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah program Kementrian Pertanian RI dengan satu terobosan yaitu mengoptimalkan lahan kering dengan ekstensifikasi penanaman padi melalui Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) oleh karena disadari bahwa kondisi eksisting lahan sawah yang semakin terbatas untuk dilakukan perluasan, program Pemda Kabupaten Poso untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan pangan di Kabupaten Poso khususnya penyediaan beras, selain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan pengentasan kemiskinan serta mengurangi angka pengangguran, lahan kering merupakan kawasan yang selama ini kurang mendapat perhatian sehingga indeks pertanaman rata-rata hanya sekali dalam satu tahun, untuk itu dengan inovasi melalui gerakan tanam padi di lahan kering yang diprakarsai oleh Kementrian Pertanian dan Pemda Kabupaten Poso akan memotivasi para petani sehingga indeks pertanaman yang selama ini hanya 1 kali dapat menjadi 2 kali tanam sampai 3 kali tanam setahun serta pemilihan Desa Saojo untuk lokasi gerakan tanam padi di lahan kering yaitu bahwa desa ini 80% adalah petani yang berusaha di lahan kering adapaun luas target tanam padi di Kabupaten Poso tahun 2018 serta pencapaiannya hingga saat ini untuk Kabupaten Poso periode Oktober hingga Maret ditargetkan 17.778 ha dan sesuai data dari BPS Kabupaten Poso hingga saat ini telah mencapai dan tembus pada angka 22.230,9 ha. Hal ini sangat ditunjang oleh potensi lahan kering yang ada di wilayah Kabupaten Poso apabila dibandingkan pada periode yang sama tahun 2017 target Kabupaten Poso seluas 15.034 ha dan tahun 2018 17.778 ha atau naik 2.754 ha atau naik 8,39%.

Baca Juga :  Bantuan BRI Cabang Poso dan PT Poso Energy Kepada Pemda Poso

Dalam sambutan Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian RI mengatakan bahwa pentingnya mencapai kemandirian pangan, pemerintah bertekad untuk mewujudkan swasembada pangan atas tiga komoditas pangan utama yaitu padi, jagung dan kedelai. Sesuai dengan salah satu amanat nawa cita Presiden Joko Widodo yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang harus didukung dan sukseskan bersama. Oleh karenanya pada tahun 2018 Kementrian Pertanian menargetkan produksi padi nasional sebesar 82,5 juta ton.

Pertumbuhan luas tanam padi sawah yang lambat bahkan cenderung berkurang dengan banyak terjadinya alih fungsi lahan, menjadikan target produksi tersebut sebuah tantangan yang harus kita taklukan bersama. Menjawab tantangan tersebut Direktorat Jenderal tanaman pangan melalui Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) menetapkan sasaran luas areal tanam padi lahan kering seluas 1 juta hektar. Adapun potensi lahan tegalan dan lahan lainnya secara nasional sangat besar, mencapai kurang lebih 12 juta hektar. Berdampingan dengan pengembangan dua tanaman pangan utama lainnya yaitu jagung dan kedelai, peluang pengembangan padi lahan kering yang belum termanfaatkan untuk meningkatkan kesehjateraan petani menuju Indonesia menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045.

Baca Juga :  Peresmian Gedung Serba Guna Desa Tuare

Bagi Provinsi Sulteng pada umumnya dan Kabupaten Poso pada khususnya harus turut berperan serta dalam upaya pencapaian luas tanam dan produksi padi, jagung dan kedelai secara maksimal. Alokasi bantuan pemerintah yang telah diberikan harus segera dimanfaatkan dan dioptimalkan serta di eksekusi pada bulan April ini untuk memberikan dampak yang signifikan terhadap pencapaian luas tanam pahala pada periode April – September tahun 2018 ini.

Yanuardi juga menambahkan bahwa selain upaya kita mendorong luas tambah tanam padi, jagung dan kedelai, kita juga perlu dan lebih cermat dalam melakukan pengawalan penyampaian data luas tanam ke BPS. Peranan mantri tani dan penyuluh pertanian serta mantri statistik harus maksimal. Jangan sampai ada luas tanam kegiatan tanaman pangan yang tidak tercatat. kawal betul data tersrbut sehingga menjadi cerminan prestasi pejuang Upsus di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat.

Kementrian Pertanian RI mengucapkan terima kasih atas dukungan Bupati serta Wakil Bupati Poso dan jajarannya serta mengucapkan selamat atas gerakan tanam perdana padi lahan kering ini. Semoga gerakan tanam padi lahan kering ini juga diikuti secara serentak di desa sekitar dan kecamatan lainnya sehingga target luas tanam padi di bulan April ini untuk Kabupaten Poso dapat tercapai bahkan melebihi target yang diberikan.

Sedang dalam sambutan Bupati Poso mengatakam bahwa untuk Kabupaten Poso di tahun 2018 pada tahap pertama telah dialokasikan bantuan untuk penanaman padi lahan kering seluas 5.100 ha dengan total dana sebesar Rp 2.234.270.000,-. Bupati Darmin juga menambahkan bahwa bantuan yang telah tersebar di 9 kecamatan masing-masing : poso pesisir seluas 132 ha, Poso Pesisir Selatan 1.445 ha, Lore Selatan 84 ha, Pamona Puselemba 710 ha, Pamona Utara 709 ha, Lore Barat 25 ha, Lore Tengah 320 ha, Pamona Tenggara 1.436 ha dan Lage 189 ha.

Baca Juga :  Bupati Poso Membuka Langsung MUSRENBANG RKPD Tahun 2019

Melalui penyerahan bantuan tahap pertama ini, sesungguhnya merupakan salah satu upaya yang telah dilakukan Pemda Kabupaten Poso khususnya di bidang pertanian yang bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi angka kemiskinan serta tentunya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Wilayah Kabupaten Poso secara menyeluruh, ungkap Mantan Staf Ahli A Wilayah Nasional Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur TNI- AL ini.

Sehingga kita optimis untuk sukses pencapaian target tanam 2018 akan terulang sukses yang pernah kita capai pada tahun 2017 yang lalu. Harapan Bupati Poso agar masyarakat tani terus mendukung langkah-langkah cerdas yang digalakkan pemerintah pusat dan daerah khususnya di dalam memberikan sentuhan pembangunan demi kemajuan bangsa dan daerah. Bupati Darmin juga menegaskan bahwa pada setiap kegiatan lapangan yang sifatnya langsung menyentuh kepentingan masyarakat, duet kepemimpinan Darmin-Samsuri ini berupaya untuk memantau langsung kegiatan tersebut sebab Pemda berharap agar semua program pembangunan yang diarahkan untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat benar-benar tepat sasaran dan tepat manfaat atau berdaya guna dan berhasil guna. Dengan terus merubah paradigma lama menjadi sesuatu yang lebih nyata. Bahwa agar suatu program/kegiatan yang dilaksanakan benar-benar dapat menyentuh dan dirasakan manfaatnya oleh semua masyarakat secara berkesinambungan. Olehnya Bupati Darmin menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pertanian beserta jajarannya dan semua pihak terkait termasuk camat dan kepala desa untuk melakukan pengawasan, pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat terutama yang berkaitan dengan hal-hal teknis. Dengan prinsip komunikasi, koordinasi, kerjasama serta saling memberikan informasi (K3I) niscaya kita bisa meraih sukses bersama demi kepentingan bumi sintuwu maroso

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image