BERBAGI
Foto bersama Staf Ahli Bupati Poso Bidang Hukum dan Politik Ruddy Richardo Rompas, SH. M.Si bersama Panitia kegiatan Workshop Peran Organisasi Profesi Kesehatan dalam pengendalian Tuberklosis

Posokab_selasa, 27 Maret 2018 bertempat di gedung Pogombo kantor Bupati Poso, dilaksanakan acara Pembukaan Workshop Peran Organisasi Profesi Kesehatan dalam pengendalian Tuberklosis (TB) dalam rangka Peringatan Hari Tuberklosis Sedunia Tahun 2018 dengan Tema “Peduli TBC, Indonesia Sehat”. Dihadiri oleh Staf Ahli bidang Hukum dan Politik kabupaten Poso Ruddy Richardo Rompas SH,M.Si yang mewakili Bupati Poso yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan. Turut hadir pada kegiatan ini, antara lain Kadis Kesehatan kabupaten Poso dr.N Taufan Karwur M.Kes, Ketua IDI kabupaten Poso Dokter Masalinri Hasmar, Ketua IBI kabupaten Poso Mariam Guru S.Kep,Ners, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Bpk. Permenas Lahagina, SKM

Dalam Sambutan Bupati Poso dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Poso Bidang Hukum dan Politik  Ruddy Richardo Rompas, SH. M.Si, mengatakan Tuberklosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan (TBC), adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini. Penyakit TBC di dunia setiap tahunnya sekitar 9 juta orang yang mengidap penyakit ini, sayangnya terdapat 3 juta yang belum mendapatkan pengobatan TBC upaya untuk mengatasi dan menyembuhkan penyakit infeksi karena TBC sangat besar, Indonesia masih menempati peringkat kedua di dunia setelah India dengan kasus TBC terbanyak, TBC juga masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Poso. Indonesia merupakan salah satu dari negara dengan beban TBC tertinggi laporan survei prevalensi TBC Indonesia sebanyak 1.600.000 kasus. Berdasarkan Global TB Report tahun 2017 diketahui insiden TBC sebanyak 1.020.000 kasus tahun 2016 serta mortalitas TBC 110.000 kasus dengan angka notifikasi kasus tahun 2016 sebanyak 360.565 kasus maka case detection TBC di Indonesia hanya sekitar 35%. sebanyak 65% kasus masih belum diobati atau sudah diobati tetapi belum tercatat oleh program sehingga hal tersebut akan menjadi sumber penularan TBC di masyarakat. Ditambah dengan munculnya tantangan baru bagi pengendalian TBC misalnya KO – infeksi TB HIV ,TB kebal obat TB(TB RO), TBC kormobid, TBC pada anak dan tantangan lain dengan tingkat kompleksitas yang makin tinggi.

Baca Juga :  Penjelasan Wabup Tentang 4 Ranperda Di Sidang Paripurna DPRD

Pengendalian tuberkulosis dengan strategi dots di Kabupaten Poso dalam memberikan angka kesembuhan sesuai target 85% yaitu baru mencapai angka kesembuhan 58,1% jumlah kasus TB yang ditemukan setiap tahun berfluktuasi angka penemuan kasus tercatat 2015 373 kasus tahun 2016 312 kasus tahun 2017 331 kasus hal ini menjadi indikator bahwa masih banyak tingginya sumber penularan TB di masyarakat dan ditambah beban kasus TB dengan HIV kasus TB MDR( multriple grup Resistance) kasus TB anak serta masih adanya kasus kematian karena TB. Ada beberapa hal yang menjadi hambatan dalam pencegahan dan pengendalian TB yaitu kurangnya kesadaran penderita TB untuk menyelesaikan pengobatan sampai selesai kurangnya dukungan keluarga sebagai pengawas minum obat , dalam menjamin keteraturan penderita minum obat, dalam menjamin keteraturan penderita minum obat masih tingginya stigma dan diskriminasi yang di dalam penderita TB dan masih terdapat penderita TB yang diobati tidak berstandar dan tidak teridentifikasi notifikasi atau tercatat melalui sistem informasi tuberkolosis terpadu.

Baca Juga :  Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja GPdi Jemaat El-Gibbor Kele'i

Melalui peringatan Hari TB sedunia tahun 2018 dengan tema peduli TBC Indonesia dimaksudkan untuk memperkuat komitmen dan kepedulian semua pihak dalam pengendalian TB dan menempatkan TB sebagai isu utama di semua sektor Selain itu penyebarluasan informasi tentang TB kepada masyarakat akan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian untuk mencegah penularan TB salah satunya melalui gerakan penggunaan masker yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image