BERBAGI
alt

Musrenbang Cluster 4 dikecamatan Lore Barat dan Lore Selatan, Sabtu (17/02/18) berlangsung di Gedung Pohinae Kecamatan Lore Selatan tetap dijabani oleh Wakil Bupati Poso didampingi Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Poso, beberapa anggota DPRD Kabupaten Poso serta Pimpinan OPD yang tetap setia mendampingi selama pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kecamatan tahun 2018 meskipun di hari libur. Tidak seperti hari-hari kerja lainnya, Musrenbang Cluster 4 ini tetap dilaksanakan bukan di hari kerja seperti biasanya, hal ini secara tegas menekankan bahwa tugas dari seorang abdi negara untuk melayani masyarakat adalah 1×24 jam.

Selaras dengan itu, dalam arahan Wakil Ketua 2 DPRD Kab Poso, kembali mengapresiasi roda pemerintahan yang dipimpin oleh Duet Darmin-Samsuri ini dimana keseriusan Pemda dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan terlihat dari kehadiran langsung oleh Pimpinan Daerah itu sendiri tanpa mewakili atau mengutus Perwakilan demi mendengar dan menyapa secara langsung masyarakat sampai di pelosok hingga pada cluster ke-4 ini. Dalam Peringatan 2 tahun kepemimpinan Darmin- Samsuri ini, DPRD Kabupaten Poso terus memantau dan memberi nilai plus kepada Pemda karena pembangunan infrastruktur di Kecamatan Lore Selatan dan lore Barat ini hampir menyentuh di setiap pelosok desa yang ada di 2 kabupaten ini.

Terkait dengan perencanaan pembangunan di Kecamatan Lore Selatan dan lore Barat ini, Darma Gideon Mondolu, SH kembali menitip pesan kepada Pemda Poso agar mengarahkan pembangunan dari desa, jangan hanya terfokus pada pembangunan dari segi fisik tapi juga dari segi peningkatan kualitas SDM khususnya di dunia pendidikan. Ia juga menambahkan sekiranya ada program yang belum terealisasi di tahun kemaren, masyarakat dapat mengajukannya kembali dalam forum ini sehingga pembangunan yang dilakukan tidak terputus.

Dalam sambutan Wakil Bupati Poso, Ir. Samsuri, M. Si mengatakan bahwa saat ini Pemda terus berbenah melakukan berbagai inovasi dalam segala bidang di Bumi Sintuwu Maroso. Pada Perayaan 2 tahun kepemerintahan ini, bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilalui karena perjalanan yang tidak mulus ini selain diwarnai dengan berbagai pro dan kontra dari berbagai kalangan, namun pemerintahan Darmin-Samsuri tetap bekerja mengunjungi masyarakat sampai di pelosok desa bahkan dalam hari libur sekalipun.

Sebagaimana yang diketahui bersama bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang memuat prioritas pembangunan daerah, rencana kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian daerah secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal, serta program organisasi perangkat daerah dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. Oleh karenanya, rancanangan RKPD tahun 2019 bagi Pemda Kabupaten Poso adalah RKPD tahun ketiga RPJMD periode 2016-2021 yang memuat visi-misi Pemda.

Dalam penyampaian dari Camat Lore Selatan menyampaikan walaupun belum semua usulan dapat terakomodir, namun sudah bisa mewakili apa yang menjadi harapan masyarakat. Diantaranya perbaikan jembatan gantung 1.500 m, galian tanah biasa kedalaman 0,2 m, normalisasi sungai Malei, pembangunan tanggul sungai Tuhu 1200 m. Normalisasi Sungai Lairiang, pembangunan tanggul sungai Lero di desa Bewa, pembangunan tanggul desa Gintu, sungai Lebo, gedung desa Gintu, Pembangunan gedung serbaguna Lore Selatan, pembangunan riol jalan Tonusu-Gintu yang melintasi desa, jalan hotmix pengaspalan jalan desa 800 m. Pembangunan drainase jalan Gimpu-Bewa. Sosial Budaya antara lain pembangunan perpustakaan desa Bada, Badangkaia, rehabilitasi Puskesmas Badangkaia 1 ruang, pembangunan pagar permanen Pustu desa Bulili. Obat herbisida dan pengadaan sapi 10 ekor. Desa Runde pengadaan bibit cacao sambung pucuk 5000 pohon, pengadaan ikan mas dan ikan majalaya 2000 ekor.

Sedang Camat Lore Barat menyampaikan ada 20 usulan yang telah melalui perengkingan dan semoga dapat menjadi perhatian. Infrastruktur berupa normalisasi sungai Lairiang di sepanjang desa yang dilalui antara lain Lengkeka, Leilio, Kolori, Tomehipi. Pembangunan jembatan semi permanen desa Tomehipi. Drainase fokus sisto di desa Tomehipi, galian tanah sungai Betahua desa Leilio, jembatan gantung desa Kolori, rehabilitasi ruang kelas gedung satap desa Kegeroa, pembangunan pagar SD Lengkeka, pembangunan permanen pager SMA satap desa Kageroa. Ekonomi: Pembangunan jalan ekonomi dan jalan menuju patung Sepe, pengadaan Hand Tractor dan pengadaan ternak sapi 50 ekor di desa Tuare.

Kesempatan ini juga, dirangkaikan dengan Penyerahan Bantuan Program Sosial Bank Indonesia (BI) Untuk Rumah Ibadah berupa bahan bangunan kepada Mesjid Nur Hidayat Desa Kolori dan Gereja GKST Hermon Desa Lelio dan perbaikan lingkungan disekitar Patung Palindo Oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Sulawesi Tengah Bapak Miyono. Dalam keterangannya tentang bantuan ini, BI adalah Bank Sentral yang ada ditiap negara dan merupakan Bapaknya Bank. BI adalah lembaga Negara yang diberi tugas untuk mengatur kebijakan Moneter. Pembangunan dilakukan dengan kebijakan fiskal yang pelaksananya adalah pemerintah.

Miyono, menambahkan bahwa Pembangunan yang dilakukan oleh Bank Sentral melalui kebijakan moneter terkait dengan aspek keuangan. Bantuan-bantuan yang sudah dikucurkan agar menjadi multiplayer efect. Transmisinya/penyalurannya tidak lemah. Menjaga kestabilan keuangan sehingga dapat digunakan semaksimal mungkin untuk pembangunan. Dengan demikian ekonomi akan tumbuh dgn baik. Saat ini pertumbuhan Ekonomi di Sulawesi Tengah sekitar 7,4 % tertinggi ke 3 Nasional dibawah Maluku Utara dan Sulawesi Selatan. Karena ditunjang dengan adanya tambang, dan jika tidak maka pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,8%. Tahun 2016 tertinggi pertama sekitar 9,98%.

Meski pendapatan kita Pacu naik sementara harga-harga juga ikut naik, maka kesejahteraan masyarakat akan kurang. Olehnya mari kita perangi permainan harga pasar yang tidak sesuai. Ada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang akan bertugas menangani hal ini, tentu saja harus mendapat dukungan dari kita semua. Disamping itu, ada operasi pasar yang bertujuan menekan harga dipasar sehingga tingkat daya beli masyarakat meningkat. Pertumbuhan yang tinggi harus berberengan dengan inflasi yang rendah, sehingga inflasi harus ditekan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Pertumbuhan, infestasi digenjot, konsumsi masyarakat dan pemerintah digenjot. Untuk menjaga kestabilan ekonomi, para penimbun harus disikat. Karena akan menghancurkan sistem ekonomi. //ca’/pul


alt

Baca Juga :  Wabup Launcing Integrasi E-planning, E-budgeting Dan E-SDGs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image