BERBAGI
alt

Berpedoman pada undang – undang nomor 7 tahun 2004 Tentang  Sumber Daya Air Bab 11 hak kewajiban dan peran masyarakat Pasal 84 yang menyebutkan bahwa masyrakat mempunyai kesempatan yang sama berperan dalam proses perencanaan pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya air (SDA), saat mengikuti diklat Pim IV angkatan VIII di PKP2A Lembaga Administrasi negara Makassar kepala Seksi Pengelolaan Sungai Pantai Dan Rawa Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Poso M. Taufik Runa, ST., M.Si  melaksanakan proyek perubahan (Inovasi baru) sebagai bagian dari tahapan Laboratorium Kepemimpinan  dengan kegiatan  Pemeliharaan Tebing Sungai Dan Daerah Aliran Sungai Secara Partisipatif Dan Mandiri Melalui Sinergitas Antara Pemerintah Dan Masyarakat Sebagai Inovasi Dan Strategi Baru sehingga kedepannya semua tebing sungai di Kabupaten Poso akan terbebas dari longsor.
 Latar belakang munculnya inovasi baru (proyek perubahan) ini karena terdapat 366 sungai di di Kabupaten Poso yang kondisi tebing sungainya  mengalami kerusakan (longsor) yang berpotensi mengacam lahan dan perumahan serta sejumlah fasilitas umum, yang kalau menunggu penanganan dari pemerintah harus melalui proses yang panjang dengan di dukung juga tersedianya anggaran, sementara kerusakan  tebing sungai rusak itu penanganannya  harus segera  dilaksanakan. Olehnya melihat kondisi sejumlah tebing sungai yang rusak maka di butuhkan suatu upaya atau terobosan untuk melibatkan masyarakat dalam penanganan kerusakan tebing sungai yang sifatnya juga berkelanjutan. Mengawali kegiatan penanggulangan tebing sungai yang rusak ini Kepala Seksi  M Taufik Runa yang bekerja sama dengan pemerintah desa telah Membentuk Kelompok Masyarakat Peduli Sungai. Tugas kelompok masyarakat peduli sungai adalah melakukan penanggulangan kerusakan tebing sungai secara partisipatif dan swadaya untuk menjaga dan melindungi DAS yang ada di wilayah desa masing-masing agar tetap terpelihara dan lestari serta maksud lain dari kegiatan ini agar masyarakat tidak harus terus tergantung sepenuhnya kepada pemerintah dalam upaya pemeliharaan DAS .

Baca Juga :  KONSULTASI PUBLIK RANCANGAN REVIEW ZONASI DI KABUPATEN POSO

Inovasi baru (Proyek Perubahan) yang dilakukan M Taufik Runa tidak hanya sampai di perencanaan saja namun telah melaksanakan kegiatannya di 3 desa di kecamatan Poso Pesisir Utara yang pekerjaan fisiknya dilakukan secara swadaya oleh kelompok masyarakat peduli sungai, rincian pekerjaan fisik pemasangan bronjong 160 M3  di sungai Samalera Desa Maranda, 75 M3 bronjong di Sungai Kilo desa Trimulya dan pemasangan 150 M3 bronjong di sungai Kameasi Desa Kilo. Pekerjaan fisik ini berhasil di lakukaan tidak lepas dari kerja sama dan peran serta berbagai pihak dan stakeholder terkait seperti BWS Sulawesi III, Badan Penangulangan Bencana  Kabupaten Poso, Perbankan, serta pihak swasta yang bergerak di bidang  jasa konstruksi, rekan rekan Pers, yang juga memiliki kepedulian akan pentingnya kelestarian daerah aliran sungai di Kabupaten Poso. Melanjutkan program peduli sungai tersebut dengan bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutan Kabupaten Poso telah dilakukan Penghijauan dengan penanaman Rumput Gajah sepanjang 150 meter untuk mengantisipasi terjadinya erosi pada tanggul tebing sungai yang telah di kerjakan  serta penanaman 100 pohon bibit bambu sebagai tanaman pelindung di ketiga bantaran sungai tersebut. Pemilihan kedua Jenis tanaman tersebut sebagai tanaman pelindung dengan mempertimbangkan kedua tanaman ini mudah di tanaman dan tidak memerlukan pemeliharaan khusus.

Baca Juga :  Sosialisasi Penataan Sungai Poso, Kerjasama PT. Poso Energy dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso

Selain untuk maksud perlindungan tebing sungai secara alami, kedua tanaman tersebut memiliki nilai ekonomis bisa di manfaatkan oleh masyarakat nantinya. Seperti Rumput gajah untuk pakan ternak sapi  dan Bambu sebagai bahan dasar kerajinan masyarakat dan komponen  bangunan rumah.Program Pemeliharaan Tebing Sungai Dan Daerah Aliran Sungai Secara Partisipatif Dan Mandiri di ketiga desa ini adalah langkah awal dan dapat menjadi percontohan untuk di terapkan  di desa lain di seluruh wilayah kabupaten poso, sebagaimana  tujuan jangka panjang yang di harapkan oleh M. Taufik Runa selaku reformer  dari tahapan  laboratorium kepemimpinan saaat mengikuti diklat Pim IV angkatan VIII di PKP2A Lembaga Administrasi negara Makassar yaitu menciptakan Tebing Sungai di Kabupaten Poso Bebas Longsor .

Baca Juga :  Poso Terima Bantuan Hibah Untuk Kegiatan Sistem Pengadaan Air Minum

altaltalt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image