BERBAGI

Bupati Poso Drs, Piet Inkiriwang, MM  menyematkan Cup dan pemasangan jas bagi siswa-siswi SMK Kesehatan Palindondaya Sulewana, Kamis (7/5/15) pada kegiatan Cupping Day bagi para siswa untuk melaksanakan tugas kebidanan dan farmasi di berbagai Rumah sakit di Kota Poso dan sekitarnya bahkan ada yang praktek di Provinsi Sulawesi Tengah.

Bupati Poso Drs, Piet Inkiriwang, MM yang memulai prosesi pemasangan  cup dan jas tersebut menuturkan dalam sambutannya bahwa, tentu merupakan kebanggan tersendiri  bagi para orang tua siswa yang langsung memasangkan sendiri cup (topi perawat) kepada anak kandungnya.

“Kebanggaan saya akan berdirinya SMK Kesehatan Palindondaya ini penuh perjuangan dan sejarah yang cukup melelahkan. Karena pada saat itu dananya belum siap”. Tutur Bupati Poso.

Baca Juga :  PGRI Penggerak Perubahan Dalam Membangun Pendidikan

DI sisi lain Bupati Poso menjelaskan beberapa peluang yang masih terbuka bagi para tenaga medis baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Seperti di contohkan bahwa diluar negeri ada suatu lembaga yang bekerjasama dengan PBB yang meminta para lulusan tenaga medis untuk bekerja mengasuh orang tua jompo yang gajinya cukup menggiurkan. Karena itu bupati meminta kepada anak didik SMK Kesehatan Palindondaya ini untuk terus belajar bahkan setelah tamat nanti tetap melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi sehingga tenaga medis dari anak daerah poso dapat diperhitungkan di dunia luar.

Turut memberikan ceramah pada pelaksanaan Cupping day itu Kadis Kesehatan Poso Dr Jani Moula, Kadis P&P DR. Wangintowe serta dihadiri beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.
Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah empat puluh siswa yang akan ditempatkan diberbagai rumah sakit disekitar Poso dan Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga :  Guru Penggerak Indonesia Maju

Menurut Ketua Panitia yang juga Kepala sekolah SMK Kesehatan Palindondaya Sulewana Poso Dei Merchi Kope, SPd bahwa di sekolah ini terdapat siswa-siswi yang beragama Islam dan berbaur dengan kebanyakan teman-temannya yang mayoritas Kristen sehingga sekolah ini juga dapat menggambarkan kerukunan dan toleransi diantara ssiswa—siswi yang berlainan suku agama dan antar golongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter Captcha Here : *

Reload Image