Sen08212017

Last update04:53:29 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home WISATA Pilihan Wisata Wisata Alam

Wisata Alam

Peresmikan Obyek Wisata Bahari - Rumah Pemancingan Lalanga 1

  Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu bersama rombongan menggunakan kapal motor nelayan 2016-73 menuju lalanga 1 dalam rangka meresmikan obyek wisata bahari - rumah pemancingan lalanga 1 di desa tumora kecamatan poso pesisir utara kabupaten poso ditandai dengan penandatanganan prasasti pada hari sabtu 8/4/13, dihadiri oleh Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Poso, Wakil Ketua DPRD kabupaten poso Suharto Kandar bersama anggota, komandan tempur khusus marinir M. Ali Wardana, Dansub Den Pom 1322 Poso I Gusti Nyoman Darmayasa, para pejabat dilingkungan pemerintah daerah kabupaten poso, unsur Tripika kecamatan poso pesisir utara serta warga masyarakat desa tumora. Wisata bahari ini berada di tengah laut dikelilingi oleh bebatuan karang sepanjang mata memandang yang merupakan salah satu spot mancing andalan yang berada di kabupaten poso dan secara geografis dan administratif wisata bahari ini berada di desa tumora kecamatan poso pesisir utara kabupaten poso.Rumah Pemancingan Lalanga1 ini dibangun dengan tujuan untuk memanjakan para pemancing-pemancing local maupun wisatawan para pemancing dari luar,sebagai tempat peristirahatan sekaligus tempat menikmati pemandangan bahari Lalanga 1 yang begitu indah.//ca’/pul

altaltaltalt

Bupati Poso Buka Festival Sambut GMT Di Desa Kalora

Pembukaan festival dalam menyambut Gerhana Matahari Total (GMT) yang di pusatkan didesa Kalora Kecamatan Poso Utara, di warnai festival budaya masyarakat Poso yang disebut Kawaninya yang berarti menyambut kegelapan.

Pembukaan festival kawaniya dalam menyambut fenomena alam GMT yang sengaja di pusatkan di Desa kalora karena desa ini merupakan salah satu titik kordinat gerahana akan terlihat lebih lama. Dalam pembukaan ini, ratusan wisatawan asing juga turut hadir menyaksikan.

Sementara Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu yang datang bersama rombongan tiba di arena festival setelah sekian lama dinantikan oleh warga lokal maupun dari luar. Ketika memberikan sambutan saat membuka acara festival, Bupati Poso menyatakan harapannya, agar kegiatan festival gerhana matahari ini dapat mengangkat kembali citra daerah kabupaten Poso.

Dikatakannya, kabupaten Poso sendiri merupakan daerah yang hingga kini masih dalam suasana aman untuk dikunjungi siapa saja termasuk para wisatawan. Poso juga dikenal dengan kota yang banyak menyimpan potensi wisata alam, budaya serta wisata kulinernya.

"Kota Poso sampai saat ini tidak seburuk yang dipikirkan, siapa saja boleh datang ke kota kami ini. Poso punya beragam wisata yang bisa dinikmati bersama," ungkap Darmin, dihadapan warga dan wisatawan yang hadir dalam acara pembukaan festival kawaninya, Selasa (08/03/16).

Pembukaan acara festival kawanina dalam menyambut GMT ini di awali dengan pemukulan Padengko yang merupakan suatu tradisi warga

membunyikan tabuh atau gendang saat gerhana matahari datang.

Acara pembukaan juga semakin meriah, setelah seratusan remaja menampilkan tarian "Wengi Rieo" yang dimana tarian tersebut merupakan tarian yang berarti gelap di waktu siang.

Penampilan Drum Band pelajar poso hingga pembagian kacamata khusus gerhana juga turut meramaikan acara pembukaan.

Dalam pembukaan festival kawaninya menyambut GMT ada sejumlah kegiatan menarik yang gelar Pemkab Poso bekerjasama sama dengan Mosintuwu Institute dan ITB seperti pasar desa, kuliner desa, pentas seni, pameran astronomi, pesta bintang serta pameran fotografi dan workhsop fotografi lubang jarum bagi warga dan wisatawan yang datang.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumya, kabupaten Poso merupakan salah satu daerah yang akan dilintasi GMT pada sembilan Maret atau hari ini.. Saat ini titik koordinatnya berada di desa Kalora, Poso Pesisir Utara. Dilokasi ini gerhana matahari total akan terlihat selama 2 menit 52 detik.

Poso Telah Bersiap Diri Sambut Gerhana Matahari Total

Sebagai salah satu titik wilayah yang dilantasi Gerhana Matahari Total (GMT), Pemerintah Kabupaten Poso sudah mempersiapkan diri untuk menyambut peristiwa fenomena alam ini. Salah satunya dengan memusatkan pusat observasi pemantuan di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara serta persiapan penyambutan lainnya.


Desa Kalora Poso Pesisir Utara dipilih setelah melalui proses penilitian dari beberpa peniliti dari Institut Tekhnologi Bandung. Desa ini menjadi titik koordinat dimana gerhana matahari total akan terlihat selama hampir 3 Menit. Sebagai fenomena alam yang terjadi setelah 350 tahun lalu ini sangat dinantikan oleh warga lokal maupun dari luar.

 Pihak pemerintah melalui Dinas Pariswisata Poso pun telah melakukan sosialisasi kepada seluruh warga masyarakat yang tinggal di sekitar titik pusat lokasi tentang peristiwa ini. Warga di Poso pun sangat antusias menantikan fenomena alam yang akan terjadi pada 9 maret nanti.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Poso, Putera Botilangi dirinya sudah menyurati semua pihak pengelola hotel dan penginapan untuk bersiap menyambut tamu dari luar Poso yang datang.

“Para wisatawan asing kini sudah berdatangan. Mereka rata-rata sudah berada di Kepulauan Togean. Nanti sehari sebelum gerhana terjadi mereka akan ke Poso” jelas Putera saat meninjau (25/02/16) pusat lokasi pemantuan gerhana matahari total di desa Kalora. Dirinya juga mengaku ada 100 rumah warga di desa Kalora yang layak dan disediakan untuk dijadikan homestay bagi para tamu yang datang.

 Sementara itu pihak penyelengara akan membagikan ribuan kacamata khusus untuk melihat secara langsung proses terjadi GMT.Untuk menyambut gerhana matahari total, di Desa kalora diadakan acara Festival Adat Kawaniy yang berarti menyambut kegelapan. 

Selain Poso beberapa wilayah di Sulawesi Tengah juga akan dilintasi gerhana, namun poso sendiri sebagai wilayah yang yang mempunyai durasi yang terlama bersama luwuk, yaitu 2 menit 40 detik.

Pemda Poso Siap Sambut Wisatawan Saat Gerhana Matahari Total

Sebagai salah satu kota yang akan dilewati gerhana matahari total (GMT). Pemerintah Daerah Kabupaten  Poso melalui Kepala Dinas Pariwisata, Putra Botilangi menjelaskan jika fenomena alam ini akan menjadi pemandangan yang sangat langka dan diharapkan mampu menyedot kunjungan wisatawan di Poso baik lokal atau mancanegara.

Berdasarkan hasil penelitian BMKG ,Tolal Solar Eclipse atau GMT yang diperkirakan akan terjadi pada 9 maret 2016 dan melewati Poso selama 2 menit 40 detik.

“Kami akan segera mempersiapkan diri atas wisatawan yang akan datang menyaksikan gerhana matahari total. Pihak Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Pariwisata Provinsi pada Selasa (3/11) telah melakukan rapat koordinasi dengan Pemda Kabupaten yang akan dilalui, salah satunya Poso” jelas Kepala Dinas Pariwisata, Putra Botilangi.

Khusus untuk Kabupaten Poso, dengan sisa waktu 4 bulanan lebih, pihak Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Poso telah menyiapkan seluruh persiapan menyambut GMT dengan melokasikan dan menyiapkan hotel serta titik pemantauan untuk mengamati langsung GMT di wilayah Bada Kecamatan Lore Selatan dan sekitaran Danau Poso ,Tentena Kecamatan Pamona Puselemba.

Wilayah Tentena dipilih karena memiliki danau poso serta pesona wisata alam lainnya. Pun wilayah Bada dan Lore memiliki hamparan padang rumput yang sangat luas yang terletak di dataran ketinggian diantara lembah pegunungan nan asri. Selain itu di wilayah Lore juga tempat tersebar ratusan patung batu peninggalan zaman megalitikum serta keunikan sumberdaya alam hayatinya. Kedua wilayah di poso ini diharapkan bisa menjadi nilai tambah wisatawan yang ingin menyaksikan fenomena alam gerhana matahari total.

Tolal Solar Eclipse atau GMT diperkirakan akan bisa diamati di Indonesia pada 9 maret 2016 mendatang, yang hanya akan melewati wilayah Palembang (dengan lama 1 menit 52 detik), Belitung (2 menit 10 detik), Balikpapan (1 menit 9 detik), Luwuk (2 menit 50 detik), Sampit (2 menit 8 detik), Palu (2 menit 4 detik), Ternate (2 menit 39 detik), Bangka (2 menit 8 detik), Palngkaraya (2 menit 29 detik), Poso (2 menit 40 detik), serta Halmahera (1 menit 36 detik).

alt