Sen02192018

Last update11:51:58 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Sosial Budaya

Sosial Budaya

Bupati Poso Mendapat Kunjungan Dari Para Komunitas Anak Muda Kreatif Poso

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu didampingi Kepala Bagian Pemerintahan, Kepala Bagian Humas dan Protokol serta Kepala Bagian Umum Setdakab Poso menerima kunjungan dari beberapa Komunitas-Komunitas Anak Muda Kreatif Poso. Bertempat diruang kerja Bupati Poso, Senin (12/02/18).

Komunitas ini berjumlah 15 orang ini diketuai oleh Wiwiet Kurniawati. Dalam kunjungan ini mereka akan berkoordinasi dengan pihak Pemda Poso, dalam rangka berpartisipasi untuk turut memeriahkan acara peringatan HUT Kota Poso yang ke-123 yang akan digelar bulan maret nanti. Dalam kunjungannya, komunitas ini menjelaskan tentang rencana mereka di acara HUT Kota Poso ke-123 nantinya akan melibatkan 25 komunitas anak muda dengan berbagai kegiatan dan pameran yang bertujuan mengajak anak muda terlibat langsung dalam memeriahkan acara HUT Kota Poso.

Bupati Poso sangat mendukung dan mengapresiasi rencana partisipasi komunitas anak-anak muda kreatif ini. Karena sebagai orang Poso, acara ini adalah juga milik kalian juga. Bupati Poso mengatakan bahwa dalam memperingati HUT Kota Poso nanti, akan dikemas dalam bentuk pesta rakyat secara sederhana namun meriah. Dari kita dan untuk kita, dengan memberi peran yang lebih besar kepada anak-anak muda Poso sebagai generasi masa depan bangsa yang kreatif dan inovatif untuk mengembangkan potensinya. Hal ini tentunya, akan sangat bermanfaat bagi pembangunan Daerah Poso kedepannya. Bupati poso akan mendukung serta memfasilitasi setiap program-program positif dari anak-anak muda poso. Lebih elok lagi jika kita semua memberikan segenap sumbangsih bagi kemajuan daerah kita, dengan memberi tanpa harus berharap apa yang akan didapati.

Bupati Poso memastikan puncak peringatan HUT Kota Poso ke-123 tidak akan mengalami pergeseran, tetap dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2018 dengan beberapa kegiatan diantaranya Pawai karnaval yang diikuti semua kelurahan yang berada diwilayah Kecamatan Poso Kota Bersaudara, Lomba Drum Band, Lomba Grup Band, Poso Idol, Lomba Foto, Lomba Paduan suara serta berbagai atraksi dan pameran kesenian lokal juga kegiatan olahraga. Bupati Poso berharap agar kegiatan peringatan HUT Kota Poso dapat berjalan dengan sukses sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Lanjut Bupati Poso, segenap pihak yang akan terlibat dalam kegiatan ini agar menyiapkan diri sebaik mungkin dan mulailah dari sekarang. Persiapan yang matang akan menentukan hasil akhirnya nanti. Bagi masyarakat Kabupaten Poso, mari bersama-sama kita mendukung acara ini. Berperan dalam segi apa saja, saling menjaga dan terus bersatu untuk Poso yang lebih maju. //ca’/pul

alt

alt

Bupati Poso Pimpin Rapat Menyambut HUT Kota Poso ke-123

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu pimpin rapat menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kota Poso ke-123 yang nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2018, didampingi oleh Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si, Plt. Sekretaris Daerah, anggota FKPD dan Rektor Unsimar. Peringatan HUT Kota Poso yg jatuh tanggal 1 maret itu akan dikemas dalam bentuk pesta rakyat secara sederhana namun meriah dgn memberi peran lebih banyak kepada anak muda Poso sebagai generasi masa depan bangsa yg memiliki peran penting bagi kemajuan pembangunan dimasa datang.

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu memastikan peringatan HUT Kota Poso ke-123 tahun 2018 tdk akan mengalami pergeseran tetap dilaksanakan pada tanggal 1 Maret, yang mengagendakan beberapa kegiatan lomba diantaranya adalah Lomba Solo Pop Daerah, Lomba Group Band, Lomba Marcing Band, Poso Idol, Lomba Foto Obyek Wisata dan Lomba cerita (Molaolita). Peringatan HUT Kota Poso kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih mengarah pada kearifan lokal dengan lebih banyak melibatkan masyarakat. Penegasan ini disampaikan Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dalam rapat panitia HUT Kota Poso ke 123, berlangsung diruang Pogombo Kantor Bupati Poso (6/2/2018). Karena itu Bupati Poso mengintruksikan kepada seluruh panitia dan para Kepala OPD agar lebih serius mempersiapkan seluruh kegiatan agar peringatan HUT Kota Poso ke-123 dapat terlaksana dengan baik. Kita perlu memberdayakan anak-anak muda Poso dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk terus berkarya mengembangkan bakat mereka sekaligus mengajak untuk bersama membangun Poso kedepan, tegas Bupati Poso.

Sementara itu Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si meminta kepada panitia untuk segera bertindak sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing, terutama dalam mempublikasikan semua kegiatan yang akan dilaksanakan sehingga diharapkan masyarakat akan lebih banyak berpartisipasi pada peringatan HUT Kota Poso ke-123 mendatang. Rapat panitia berikutnya akan dilaksanakan tanggal 23 Februari 2018 sekaligus final cek kesiapan panitia. //ca’/pul

alt

Acara Ritual Adat Pamona

Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu menghadiri acara Ritual Adat Pamona Poso yang tadi pagi yang dilaksanakan di Desa Uranosari Kecamatan Pamona Barat, Sabtu (03/02/18). Kegiatan ini dimaksudkan untuk melestarikan Adat Budaya Poso sebagai suatu syarat yang harus dipenuhi dan akhir-akhir ini mulai dilupakan. Suatu ritual adat, merupakan keharusan bagi masyarakat terlebih menjelang waktu tanam padi. Dengan harapan agar hasil panen melimpah serta untuk menjauhkan dari hal-hal yang negatif. Didampingi Dandim 1307 Poso, Kadis Pertanian, Kaban BKPSDM, Kepala Inspektorat, Kadis Sosial, Camat Pamona Barat serta beberapa kepala desa, Danramil dan Kapolsek. Masyarakat riuh memenuhi jalan desa menyambut Pimpinan Daerah yang mereka cintai, Bupati Poso menyalami mereka satu-persatu setelah disambut dengan pengalungan bunga dan pemasangan siga. Menyusuri jalan desa menuju sungai tempat akan digelarnya ritual adat.

Kegiatan ini perlu didukung oleh kita semua, karena adat istiadat adalah sesuatu prosesi sakral sebagai alat kontrol dan ketahanan sosial. Warisan yang harus dilestarikan, karena adat merupakan kekuatan bagi masyarakat untuk hidup berdasarkan aturan lama yang ternyata sangat efektif. Adat mengharuskan masyarakat hidup rukun, damai, saling mengasihi dan saling menghidupi. Suatu peristiwa yang terjadi sebagai akibat dari pelanggaran, tradisi ini sebagai salah satu cara untuk membersihkan diri sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan sebaiknya, sesuai tujuan dan nyaman menjalankan seluruh kegiatan.

Dalam Ritual Morambulangi, Tetua adat akan membacakan mantra dengan keras : "Boo indo inondaeo, boo poee mpalaboero,indo ntemagolili, magolili tana se'i
oe ngkai saeo. A bara Morongo ngkai pai makoempoe, sala barala Morongo sangko, sala bara mbi mpenganya-ngaya, seimo baula samba'a, wawoe samba'a pai manoe mba'a paka sala mami poera poera. Papewalika pae mami pai poera-poera anu ka indo irondaeo, o poee mpalaboeroe. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi : Indo inte magol yang mengitari bumi tujuh kali sehari. Mungkin dosa yang di sebabkan karena perkawinan yang terjadi antara kakek dan cucunya. Perkawinan seorang ayah dengan anaknya, atau saudara laki-laki dengan saudara perempuannya, mungkin dosa lainnya oleh karena ketidak adilan yang terjadi dan sebagainya. Untuk itulah saat ini kami membayar utang-utang tersebut dengan
mempersembahkan seekor kerbau, seekor babi, seekor kambing, dan seekor ayam. Semoga dengan ini semua padi kami dan semua yang akan ditanam untuk kebutuhan kehidupan kami akan tumbuh subur. Kemudian hewan tersebut di sembelih, setelah di potong-potong kepala dan hati dari hewan hewan tersebut di tambah dengan telur ayam, 1 atau 2 koin
logam, pinang, sirih serta sedikit kapur dan tembakau lalu ditempatkan dalam perahu dan di hanyutkan ke sungai. Pakaian sepasang manusia yang terlebih
dahulu dilumuri darah hewan hewan kurban lalu di kubur dalam tanah. Pakaian seorang laki-laki dan perempuan, merupakan pakaiam yang sudah di pakai. Sewaktu dipakai, telah melakukan hal yang melanggar ketentuan baik secara Agama dan Adat. Sehingga harus ditanam/dikuburkan, sehingga keadaan akan kembali menjadi bersih. Segala kesalahan dimasa lalu tidak akan diungkit dan diingat lagi serta diharapkan tidak akan terulang lagi.

Penyerahan sekapur sirih Ketika waktu makan tiba, orang-orang akan makan bersama ditempat itu sampai makanan yang disediakan habis. Hewan korban yang sudah dimasak tidak boleh dibawa kerumah, daging dan makanan lain yang tersisa akan digantung di dahan pohon di tempat itu untuk dimakan pada hari berikutnya.

Penggunaan hewan korban sebagai alat ritual, sebagaimana kebiasaan adat pamona harus menggunakan babi. Namun karena masyarakat Poso yang Pluralis, terdiri atas beberapa agama lain yang hidup rukun dan juga ikut memberikan andil dalam tradisi adat Pamona, maka digunakan hewan kambing. Hewan ini yang akan dimasak dan menjadi santapan bagi umat agama lain yang ikut dalam suatu upacara adat. Sebuah aturan yang mengikat, namun tidak memaksa. Toleransi yang kuat ditunjukkan melalui adat ini.

Sambutan Kepala Desa Uranosari, Agus Oko Priyanto. Pada tahun 1985 dibuka lahan transmigrasi dengan nama Swakarsa Mandiri. Tahun 2003 tempat ini menjadi desa persiapan yang sebelumnya merupakam bagiam dari desa Toinasa. Tahun 2004 diresmikan menjadi desa definitif dan diberikan nama Uranosari. Jumlah Penduduk sebanyak 684 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga adalah 176 KK. Beberapa Agama yang dianut oleh masyarakat Uranosari, yaitu : Kristen Protestan, Katolik, Islam dan Hindu. Masyarakat terdiri dari bebera Suku, yaitu : Pomona, Toraja, Kaili, Bugis, Jawa dan Bali. Masyarakat memgharapkan diperbaiki jalan masuk ke desa, dan karena cocok untuk tanaman salak, maka diharapkan desa ini akan dijadikan kampung salak oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.

Ketua adat desa Uranosari, S. Ariman mengharapkan bantuan dari Dewan Adat Kabupaten, untuk menambah referensi dalam hal pengetahuan dan pemahaman agar dalam pelaksanaan tugas teristimewa menjalankan sanksi adat bisa berjalan baik dan sesuai aturan baku yang telah diatur dalam peraturan adat.

Sambutan Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, menekankan pada sebuah pepatah. Dimana langit dijunjung, disitu tanah dipijak. Kalimat ini mempunyai makna bahwa bagi siapa saja yang ingin berbaur dan tinggal di tana poso harus mengikuti aturan adat yang berlaku. Adat merupakan sebuah simbol untuk kehidupan yang lebih teratur, karena banyak memuat nilai-nilai moral dan etika serta sangat mengutamakan toleransi dalam hidup bermasyarakat. Adat mensejajarkan seluruh masyarakat, sehingga dapat hidup berdampingan.

Adat mempunyai peranan penting dalam struktur kemasyarakatan, karena dapat dijadikan pedoman yang berlaku secara adil tanpa membeda-bedakan status. Pamona adalah suku terbesar yang mendiami tana Poso, disamping beberapa suku lainnya yang kesemuanya bersinergi untuk menerapkan ketentuan hidup agar sejalan dengan aturan Hukum yang berlaku di Indonesia. Penerapan sanksi adat, saat ini disesuaikan dengan kondisi yang ada. Meskipun demikian, harus dipahami bahwa ada konsekwensi yang mesti diterima jika melanggar aturan.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Darmin menjawab harapan warga masyarakat Uranosari, dengan menyatakan bahwa akan diperbaiki jalan masuk serta langsung memberikan tugas kepada Kadis Pertanian untuk menjadikan desa Uranosari sebagai kampung salak, sesuai koridor yang semestinya. Mengenai lapangan olah raga, Bupati Poso menyatakan bahwa Dana Desa yang telah digulirkan oleh Pemerintah pusat, dapat digunakan untuk penyediaan lapangan olah raga. Kepala desa harus memprioritaskan kegiatan yang harus dijalankan untuk membangun desa. Manfaatkanlah dengan sebaiknya kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat secara berkesinambungan, akan menjadikan Kabupaten Poso seperti harapan semua orang, Poso yang cerdas dan Poso yang meraih Adipura.

alt

alt

Penguatan Toleransi di Poso

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri Msi membuka secara resmi kegiatan Pertemuan Konsultasi Pemangku Kepentingan untuk Penguatan Toleransi di Poso. yang diselenggarakan oleh Yayasan Wahid Foundation Seeding Peaceful Islam, pada Rabu (31/1/18).

Menurut pelaksana Proyek Manager Wahid Foundation Anis Hamim, sejak tahun 2014 hingga 2017 lalu, layar media sosial kerap mempertontonkan pesan pesan yang menyulut permusuhan. dikatakannya dalam sambutan banyak sekali orang disekitar kita yang tidak setuju dengan ujaran kebencian didalam pesan itu.

"Sebagian dari kita ingin melakukan sesuatu tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Sebagian dari kita mnetralisir keadaan dengan melakukan Kontranarasi. Alih alih memperbaiki keadaan, karna kurang menguasai how to-nya, kita bisa terjebak pada sisi lain yang justru semakin memperkeruh suasana" kata Anis.

Dari fenomena itu, Wahid Foundation tergerak untuk menciptakan konten toleransi melalui pertemuan konsultasi para pemangku kepentingan khususnya di Poso.

Menurut Anis ada 3 (tiga) masalah yang harus menjadi perhatian di Poso yaitu : 1. Perdamaian yang sudah di Deklarasikan di Malino yang dilihat belum pulih sepenuhnya didalam masyarakat. Contoh pada masyarakat Madale Kec. Poso Kota Utara yang menginginkan perayaan Natal dalam hal ini penggunaan alat sound system dan hiasan Natal sampai di depan jalan dilakukan seperti tahun tahun sebelum kerusuhan agar bisa diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar.
2. Sisa sisa Ideologi radikal yang ditularkan oleh individu/kelompok yang ingin menerapkan Ideologi Khilafah di Indonesia. Contoh kurang lebih 9juta orang telah menjadi simpatisan kelompok ini yang pada umumnya tidak melakukan aksi radikal namun mendukung segala kegiatan radikal dengan menjadi penyumbang dana atau mendukung aksi aksi demo menentang Pancasila.
3. Mereka yang sudah radikal dan sudah keluar dari tahanan kembali melakukan aksi yang sama (masih ada dendam). Contoh Pelaku Bom Thamrin begitu keluar dari tahanan (alumni napiter) melakukan lagi aksi pemboman, karena merasa diperlakukan tidak adil oleh aparat hukum.

Sementara Wakil Bupati Poso, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ini apalagi untuk kesejahteraan dan kedamaian tanah poso beliau juga menyampaikan telah menghadiri kegiatan serupa yang diselenggarakan di Tasiraya Madale Kec. Poso Kota Utara oleh LSM lokal celebes institut yang dipimpin oleh Adriany Badrah menggandeng AIDA (Aliansi Indonesia Damai) Pimpinan Hassibulah Satrawi dan Semiloka “Penguatan simpul-simpul Dialog Lintas Iman di Wilayah Kab. Poso yang dilaksanakan di Tentena Kec. Pamona Puselemba.


Semua kegiatan ini adalah baik untuk peningkatan SDM dan secara langsung dapat bertukar pikiran untuk kebaikan kedepan, berdialog tentang agama yang menumbuhkan rasa toleransi, memberikan bantuan dan pendampingan melalui dinas terkait bagi upaya peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat. hanya saja menurut Wakil Bupati Poso, dikab. Poso ini sudah sangat banyak kontraktornya beda dari daerah lain untuk itu diharapkan bagi para napiter dan kombatan maupun yang lainya untuk membuka usaha sesuai dengan keahlian masing masing sehingga bantuan pemerintah kepada mereka dapat merubah perekonomian dan bisa mensejahterakan keluarga mereka, jangan membuka usaha yang bukan keahlian mereka alias ikut ikutan yang pada akhirnya tidak bisa ditekuni dengan baik.


Diakhir sambutannya wakil bupati poso mengatakan terus mendukung kegiatan yang baik guna menyejahterakan masyarakat kabupaten poso karna merupakan salah sati visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Poso yakni meningkatkan rasa aman dalam bingkai sintuwu maroso .

Hadir pada saat itu Anggota DPRD Kab. Poso Syarifudin Odjobolo, Kepala OPD, FKUB, GP ANSOR, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Muhamadiyah, dan Aktivis dari beberapa LSM.

Pembukaan MTQ Ke-27 Tingkat Kabupaten Poso Tahun 2018

Pembukaan MTQ Ke-27 Tingkat Kabupaten Poso Tahun 2018 dibuka secara resmi oleh wakil bupati poso Ir. Samsuri, M.Si sekaligus melantik dewan hakim bertempat di gedung wanita poso, mengusung tema "Dengan MTQ kita tingkatkan kualitas amalan nilai-nilai kandungan Al-Quran dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter dan bermartabat menuju kabupaten poso.yamg cerdas", sementara sub tema "Dengan MTQ kita tingkatkan kualitas nilai-nilai amalan kandungan Al-Quran dalam berbangsa dan bernegara menuju kabupaten poso yang cerdas untuk meraih adipura", pada Rabu malam (31/01/18).

altalt

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan.kecintaan kita kepada Al-Quran dan Baginda Nabi Muhammad SAW sehingga pelaksanaan MTQ perlu dilaksanakan, menebarkan kedamaian, kecintaan dan persaudaraan antar sesama umat beragama dan antar umat beragama, melaksanakan syiar melalui kajian kandungan Al-Quran untuk menghasilkan generasi yang islami dan cinta pada Al-Quran sehingga ajang ini terjalin tali silaturahmi seluruh komponen bangsa dalam menciptakan kabupaten poso yang damai adil dan sejahtera menuju kota cerdas dan meraih adipura serta dapat menghasilkan anak bangsa yang berkualitas dan unggul dalam membaca dan menguasai ayat-ayat Al-Quran untuk membawah nama harum kabupaten poso.

Menurut Rusna Mangun, SE, M.Si selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan, jumlah peserta khafilah MTQ ke-27 tahun 2018 tingkat kabupaten poso.diikuti 14 kecamatan yaitu kecamatan.pamona puselemba,, kecamatan pamona selatan, kecamatan pamona timur, kecamatan lore utara, kecamatan poso pesisir selatan, kecamatan.poso pesisir utara, kecamatan poso kota, kecamatan.poso kota utara,.kecamatan poso kota selatan, kecamatan lage, kecamatan lore tengah, kecamatan lore selatan. kecamatan lore timur dan kecamatan.pamona timur dengan jumlah peserta dan affisial 143 orang.

Sementara sambutan kementerian agama kabupaten poso dibacakan langsung oleh Hj. Siti Nurnaimah, M.Pdi mengatakan, melalui MTQ kali ini kita dapat membangkitkan keteladanan di masyarakat dan dapat mengobarkan semangat persahabatan dalam bingkai islam yang rahmatan lil'alamin, prinsip dan pesan perdamaian serta nilai-nilai karakteristik terangkum secara lengkap di dalam Al-Quran yang menjadi pedoman hidup umat islam dan sumber daya manusia yang dimiliki,

Hj. Siti Nurnaimah, M.Pdi juga katakan, bahwa dari Al-Quran kita mendapat banyak inspirasi untuk membangun tatanan dunia yang lebih aman, damai, adil.dan harmonis sebagamana cita-cita kita bersama dalam membangun masyarakat poso yang "cerdas", ceria karena kecerdasan performance kita, elok karena kecerdasan emosional kita, ramah karena kecerdadan akhlak kita, damai karena kecerdasan sosial kita, adil.karena kecerda intelektualitas hukum.dan penerapannya setta sejahtera karena kecerdadan ekonomi kita.

Sementara ditempat yang sama wakil bupati poso Ir. Samsuri, M.Si dalam sambutan tertulis bupati poso menyampaikan kegiatan MTQ merupakan agenda rutin setiap dua tahun baik pemerintahan di tingkat pusat maupun tingkat daerah sehingga kabupaten poso melaksanakan kegiatan tersebut dalam rangka menjaring para qori dan qori'ah yang selanjutnya akan mengikuti.MTQ tingkat provinsi yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan maret di kabupaten morowali.

Beliau juga mengharapkan, para khafilah kabupaten poso dapat meraih hasil yang menggebirakan, karena itu dengan MTQ yang dilaksanakan kali ini dapat memilih dan menyeleksi betul.para khafilah yang akan berlomba di tingkat provinsi, disamping itu pemerintah daerah kabupaten poso sangat merespon dan mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta kegiatan keagamaan sebaga salah satu bentuk.pembinaan.SDM, dan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita baik selaku qori maupum qori'ah serta penonton yang mendengarkan lantunan kalam ilahi yang dibacakan oleh para peserta lomba.

Diakhir sambutan bupati poso, Ir. Samsuri, M.Si katakan, bahwa kegiatan MTQ merupakan salah satu bentuk syiar islam yang rahmatan lil'alamin sehingga lebih memantapkan ukhuwa islamiyah maupun ikhuwa wataniyah untuk mendorong terpelihsranya kerukunan antar umat beragama di kabupaten poso menuju masyarakat cerdas meraih piala adipura Insya Allah.

Disela-sela istirahat wakil.bupati poso.dan undangan lainnya disuguhi dengan.tari jepeng kreasi dari sanggar seni silondaya dan nasyid dari Madrasah Ibtidaiyyah Al-Ikhlas Sayo.

Pembukaan MTQ ke-27 tingkat kabupaten poso tahun 2018 tersebut, ditandai dengan pemencetan tombol mimbar khafilah oleh wakil bupati poso Ir. Samsuri, M.Si didampingi forum koordinasi pimpinan daerah kabupaten poso, rektor unsimar poso Kisman.Lantang, SE, M.Si, Ketua MUI kabupaten poso Hi.Arifin Tuamaka, S.Ag, MM serta ketua panitia Rusna Mangun, SE, M.Si dan disaksikan ketua Komda Alkhairat Poso, ketua FKUB kabupaten poso Hi..Supu Runa, S. Sos, para kepala OPD, pimpinan instansi vrrtikal, BUMN/BUMD, tokoh agama, para camat, lurah, para imam masjid sekabupaten.poso, pimpinan majelis ta'lim.kekabupaten poso bersama anggota, para peserta khafilah MTQ, serta undangan lainnya.

3 Aparatur Terbaik DAMKAR Gugur Saat Jalankan Tugas

3 aparatur terbaik pemadam kebakaran meninggal dunia dalam perjalanan menjalankan tugas dan tanggung jawab kemanusiaan menolong warga yg mengalami kebakarana di Dusun Kalamalea Kelurahan Madale kecamatan Poso Kota Utara. Ketiga anggota DAMKAR yg meninggal itu adalah :
1. Bahram Khan Samudin, (38 tahun) PNS (Kepala Seksi Pencegahan) , alamat : Jl. Patimura    Kel.Bonesompe Kec. Poso Kota Utara.
2. Imran Jafar,( 47 tahun), PNS, alamat : Jl. P. Tarakan Kel. Gebangrejo Timur, Kec. Poso Kota
3. Fadli Panai ,(24 tahun),Tenaga Kontrak/pasukan, alamat : Kel. Bonesompe Kec. Poso Kota Utara

Bupati dan Wakil Bupati Poso (Darmin Agustinus Sigilipu - Ir. Samsuri. Msi) pribadi dan keluarga bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, menyatakan "Turut berdukacita yg sedalam-dalamnya", atas meninggalnya ketiga saudara, rekan sekerja aparat terbaik Damkar yg gugur dalam tugas pagi tadi selasa 30/01/2018. Semoga arwah ketiga almarhum diterima disisi Allah SWT, dan semoga isteri serta anak-anak dan keluarga senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi peristiwa dukacita ini. Selamat jalan saudaraku, Selamat jalan teman sekerja kami. Budi baik, pengabdianmu menjadi suri teladan bagi kami semua.

Wakil Bupati Poso juga melihat langsung kondisi korban kecelakaan Mobil Damkar di Lokasi Kejadian dan RSUD Poso. Wakil Bupati Poso langsung menginstruksikan agar segera melakukan evakuasi kendaraan, bagi korban luka agar segera dirawat secara intensif serta bagi korban meninggal untuk diurus segala sesuatunya dengan baik dan maksima/ //ca’/pul

alt


altalt

Workhsop Penanganan Radikalisme Dan Strategi Memperkuat Peran Pemuda Dalam Pembangunan Perdamaian Di Poso

 Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si membuka secara resmi sekaligus menjadi nara sumber dalam kegiatan Workhsop Penanganan Radikalisme Dan Strategi Memperkuat Peran Pemuda Dalam Pembangunan Perdamaian Di Poso.

Acara ini diprakarsai oleh Lembaga Penguatan Masyarakar Sipil (LPMS) bekerjasama dengan Pusat Studi Timur Tengah dan Perdamaian Global UIN Jakarta dan didukung oleh UNDP dan PPIM UIN Jakarta, bertempat di hotel Kartika Poso, pada Selasa (23/01/17).

Satu dasawarsa masalah radikalisme marak di tanah air yang sebelumnya di zaman orde baru keadaan kondusif dan aman, berulangnya kasus radikalisme yang berujung pada terorisme di tanah air dipandang sebagai petaka apalagi pelakunya rata-rata para pemuda harapan masa depan bangsa, aksi terorisme merupakan sebuah keyakinan dan ideologi yang hidup di dalam pikiran atau bahkan alam bawah sadar yang jauh, semua ini menunjukkan bahwa faktor radikalisme yang utama adalah ideologi atau keyakinan, kemiskinan, ketidakadilan global, ketidakadilan negara dan faktor-faktor lainnya.

Dalam konteks poso pencegahan aksi ekstremisme selama ini sudah banyak dilakukan oleh kelompok masyarakat sipil maupun pemerintah pusat dan daerah dengan sejumlah program dan kegiatan yang sifatnya melakukan counter serta pemberdayaan baik bersifat umum secara khusus bagi kalangan pemuda itu sendiri, dalam merespon isu-isu penanganan radikalisme harus diingat bahwa salah satu komponen penting yang menjadi perhatian serius adalah sejauh mana peran anak muda dalam menghadapi ideologi radikal di dunia maya maupun media pendidikan di sekolah/kampus.

Dalam sambutan direktur lembaga penguatan masyarakat sipil (LPMS) kabupaten poso Budiman Maliki, S.Sos menyampaikan kegiatan workshop penanganan radikalisme dan strategi memperkuat peran pemuda dalam pembangunan perdamaian di poso bagi para pakar dari berbagai lembaga yang selama ini berkontribusi atau berperan aktif dalam penanganan ekstrimisme di poso dengan tujuan menfasilitasi forum pertukaran para pihak baik pemerintah, akademis, praktisi, tokoh pemuda dan organisasi kepemudaan serta organisasi masyarakat sipil untuk berbagai tantangan, peluang dan lesson learnt dalam merespon masalah ekstrimisme dan radikalisme di poso, menggali inisiasi-inisiasi baru dalam hal penanganan radikalisme dan ekstrimisme melalui peran aktif kaum muda dan organisasinya,

Budiman Maliki, S.Sos juga katakan bahwa dengan adanya update dan analisa program-program penanganan ekstrimisme baik yang dilakukan oleh pemerintah, institusi pendidikan dan madyarakat sipil serta peluang membangun jaringan dan kerja kolektif dan adanya rekomendasi dan inisiasi penguatan peran kaum muda dalam penanganan radikalisme di poso maka semua itu akan tetcapai sesuai hasil akhir yang kita harapkan bersama.

Sementara Wakil Bupati Poso ir. Samsuri, M.Si dalam sambutannya menyampaikan masalah radikalisme yang cenderung mengarah ketindakan terorisme, saat ini memang sudah marak terjadi dimana-mana termasuk diindonesia sendiri, karena pemahaman baru ini dibuat oleh pihak-pihak tertentu seperti agama, sosial dan politik seakan menjadi semakin rumit karena berbaur dengan tindak terorisme yang cenderung mengarah ketindak kekerasan.

Ir. Samsuri, M.Si juga mengharapkan melalui workshop ini, agar menjadi salah satu upayah kita bersama untuk memberikan pencerahan kepada para pemuda agar dapat memahami radikalisme dan terorisme sehingga mampu menangkalnya melalui strategi dan peran para pemuda khususnya anak-anak muda poso untuk kelangsungan pembangunan perdamaian di tanah poso tercinta.

Diakhir sambutannya wakil bupati poso Ir. Samsuri, M.Si memberikan apresiasi yang tinggi terhadap terlaksananya kegiatan positif ini, dan diharapkan kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan workshop agar aktif dalam menyampaikan pendapat dan sumbang saran pada saat acara sesi tanya jawab yang tentunya diberikam ruang waktu tersendiri dari pihak penyelenggara dan pemateri sehingga tujuan kegiatan ini dapat tercapai dengan maksimal sesuai yang diharapkan.

Setelah selesai acara sesi tanya jawab, dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata secara langsung dari direktur lembaga penguatan masyarakat sipil (LPMS) kabupaten poso Budiman Maliki, S.Sos kepada wakil bupati poso Ir. Samsuri, M.Si.

Hadir dalam kegiatan tersebut dari pusat studi pengkajian islam dan masyarakat UIN syarif hidayatullah dan UNDP jakarta Dr. Jajang Jahroni, anggota DPRD kabupaten poso Iskandar Lamuka, Kabag humasaltalt polres poso sekaligus menjadi nara sumber, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten poso Dr. Drs. Yus Madoli, M.Si, perwakilan OPD terkait, Ketua FKAUB kabupaten poso S. Runa, S.sos ormas keagamaan, institusi pendidikan, organisasi kepemudaan, LSM lokal, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta mahasiswa dan pelajar.

Workhsop Penanganan Radikalisme Dan Strategi Memperkuat Peran Pemuda Dalam Pembangunan Perdamaian Di Poso

 Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si membuka secara resmi sekaligus menjadi nara sumber dalam kegiatan Workhsop Penanganan Radikalisme Dan Strategi Memperkuat Peran Pemuda Dalam Pembangunan Perdamaian Di Poso.

Acara ini diprakarsai oleh Lembaga Penguatan Masyarakar Sipil (LPMS) bekerjasama dengan Pusat Studi Timur Tengah dan Perdamaian Global UIN Jakarta dan didukung oleh UNDP dan PPIM UIN Jakarta, bertempat di hotel Kartika Poso, pada Selasa (23/01/17).

Satu dasawarsa masalah radikalisme marak di tanah air yang sebelumnya di zaman orde baru keadaan kondusif dan aman, berulangnya kasus radikalisme yang berujung pada terorisme di tanah air dipandang sebagai petaka apalagi pelakunya rata-rata para pemuda harapan masa depan bangsa, aksi terorisme merupakan sebuah keyakinan dan ideologi yang hidup di dalam pikiran atau bahkan alam bawah sadar yang jauh, semua ini menunjukkan bahwa faktor radikalisme yang utama adalah ideologi atau keyakinan, kemiskinan, ketidakadilan global, ketidakadilan negara dan faktor-faktor lainnya.

Dalam konteks poso pencegahan aksi ekstremisme selama ini sudah banyak dilakukan oleh kelompok masyarakat sipil maupun pemerintah pusat dan daerah dengan sejumlah program dan kegiatan yang sifatnya melakukan counter serta pemberdayaan baik bersifat umum secara khusus bagi kalangan pemuda itu sendiri, dalam merespon isu-isu penanganan radikalisme harus diingat bahwa salah satu komponen penting yang menjadi perhatian serius adalah sejauh mana peran anak muda dalam menghadapi ideologi radikal di dunia maya maupun media pendidikan di sekolah/kampus.

Dalam sambutan direktur lembaga penguatan masyarakat sipil (LPMS) kabupaten poso Budiman Maliki, S.Sos menyampaikan kegiatan workshop penanganan radikalisme dan strategi memperkuat peran pemuda dalam pembangunan perdamaian di poso bagi para pakar dari berbagai lembaga yang selama ini berkontribusi atau berperan aktif dalam penanganan ekstrimisme di poso dengan tujuan menfasilitasi forum pertukaran para pihak baik pemerintah, akademis, praktisi, tokoh pemuda dan organisasi kepemudaan serta organisasi masyarakat sipil untuk berbagai tantangan, peluang dan lesson learnt dalam merespon masalah ekstrimisme dan radikalisme di poso, menggali inisiasi-inisiasi baru dalam hal penanganan radikalisme dan ekstrimisme melalui peran aktif kaum muda dan organisasinya,

Budiman Maliki, S.Sos juga katakan bahwa dengan adanya update dan analisa program-program penanganan ekstrimisme baik yang dilakukan oleh pemerintah, institusi pendidikan dan madyarakat sipil serta peluang membangun jaringan dan kerja kolektif dan adanya rekomendasi dan inisiasi penguatan peran kaum muda dalam penanganan radikalisme di poso maka semua itu akan tetcapai sesuai hasil akhir yang kita harapkan bersama.

Sementara Wakil Bupati Poso ir. Samsuri, M.Si dalam sambutannya menyampaikan masalah radikalisme yang cenderung mengarah ketindakan terorisme, saat ini memang sudah marak terjadi dimana-mana termasuk diindonesia sendiri, karena pemahaman baru ini dibuat oleh pihak-pihak tertentu seperti agama, sosial dan politik seakan menjadi semakin rumit karena berbaur dengan tindak terorisme yang cenderung mengarah ketindak kekerasan.

Ir. Samsuri, M.Si juga mengharapkan melalui workshop ini, agar menjadi salah satu upayah kita bersama untuk memberikan pencerahan kepada para pemuda agar dapat memahami radikalisme dan terorisme sehingga mampu menangkalnya melalui strategi dan peran para pemuda khususnya anak-anak muda poso untuk kelangsungan pembangunan perdamaian di tanah poso tercinta.

Diakhir sambutannya wakil bupati poso Ir. Samsuri, M.Si memberikan apresiasi yang tinggi terhadap terlaksananya kegiatan positif ini, dan diharapkan kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan workshop agar aktif dalam menyampaikan pendapat dan sumbang saran pada saat acara sesi tanya jawab yang tentunya diberikam ruang waktu tersendiri dari pihak penyelenggara dan pemateri sehingga tujuan kegiatan ini dapat tercapai dengan maksimal sesuai yang diharapkan.

Setelah selesai acara sesi tanya jawab, dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata secara langsung dari direktur lembaga penguatan masyarakat sipil (LPMS) kabupaten poso Budiman Maliki, S.Sos kepada wakil bupati poso Ir. Samsuri, M.Si.

Hadir dalam kegiatan tersebut dari pusat studi pengkajian islam dan masyarakat UIN syarif hidayatullah dan UNDP jakarta Dr. Jajang Jahroni, anggota DPRD kabupaten poso Iskandar Lamuka, Kabag humasaltalt polres poso sekaligus menjadi nara sumber, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten poso Dr. Drs. Yus Madoli, M.Si, perwakilan OPD terkait, Ketua FKAUB kabupaten poso S. Runa, S.sos ormas keagamaan, institusi pendidikan, organisasi kepemudaan, LSM lokal, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta mahasiswa dan pelajar.

Bantuan Beras Sejahtera Kepada Keluarga Penerima Manfaat di Poso

Poso – Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu menyerahkan secara langsung bantuan sosial beras sejahtera provinsi sulawesi tengah khususnya Kabupaten Poso Tahun 2018 kepada keluarga penerima manfaat (KPM) untuk perwakilan dari 7 (tujuh) kelurahan di wilayah kecamatan poso kota.

altalt

Pemberian langsung beras sejahtera kepada perwakilan keluarga penerima manfaat tersebut, berlangsung saat apel bersama di halaman kantor bupati poso, pada Senin (22/01/17) yang didampingi Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si, Para Staf Ahli, Para Asisten, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Poso, Drs. George V. Y. Tumonggi, Camat Poso Kota dan disaksikan seluruh kepala OPD kabupaten poso serta karyawan dan karyawati di lingkungan pemerintah daerah kabupaten poso

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dalam sambutannya menyampaikan ucapan syukur, karena pihak pemerintah pusat terus memberikan perhatian dan bantuannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan secara simbolis dan bantuan ini merupakan program baru kementerian sosial RI melalui direktorat penanganan fakir miskin dalam rangka penanggulangan kemiskinan membantu kebutuhan pangan masyarakat kurang mampu.

"Agar instansi terkait di dalam penyaluran bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan, sehingga data jangan sampai dimanipulasi demi mendapatkan beras gratis" Pinta Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu.

Darmin Agustinus Sigilipu juga katakan, bahwa bantuan sosial beras sejahtera sebelumnya sudah berjalan, namun masyarakat penerima bantuan masih membayar dengan harga Rp. 25.000,- untuk 15 kg beras, dengan adanya program baru kementerian sosial RI tahun 2018, sekarang masyarakat penerima bantuan tidak lagi membayar alias gratis yaitu 10 kg/KK dalam kemasan Perum Bulog, dan untuk kabupaten poso terdata dan tercatat jumlah keluarga penerima manfaat bantuan sejumlah 19.779 KK dengan total jumlah bantuan beras 197.700 kg beras.

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dalam akhir sambutannya, tak henti-hentinya mengingatkan kembali bahwa target besar kita di tahun 2018 adalah meraih penghargaan adipura dan penilaian BPK untuk mendapatkan laporan pengelolaan keuangan bisa meraih predikat WTP (wajar tanpa pengecualian), sehingga lebih bersemangat untuk memacu kinerja bersama seluruh stakeholder bahkan masyarakat kabupaten poso untuk bersama-sama mendukung target besar tersebut yang akan dipersembahkan demi tanah poso tercinta.

Hut Desa Taripa ke-106

Bupati Poso didampingi oleh anggota DPRD Kabupaten Poso, para kepala OPD kabupaten Poso, Camat Pamona Timur, Kapolsek, dan dihadiri oleh Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Wanita,Tokoh Adat dan masyarakat Desa Taripa, Rabu (27/12/17).

Kepala Desa Taripa Aman Wuri, BA sebelum menyampaikan dalam laporannya, mengajak para tamu undangan untuk berdiri sejenak untuk mengenang jasa para pendiri desa Taripa yang telah mendahului.
Dalam laporannya, Kepala Desa Taripa menyatakan bahwa Desa Taripa berdiri pada 27 Desember tahun 1911 dan sampai saat ini, pada 27 Desember tahun 2017 , telah genap berusia 106 Tahun. Dokumen sah yang menyatakan bahwa Desa Taripa berdiri sejak tahun 1911, di tanda tangani oleh Ir. WR. Tobondo, moderator pada saat itu, TY. Marola, Tokoh masyarakat Drs. S. Pelima, Tokoh Perempuan Melania Manganti, Lembaga Adat MD. Pindongo. Ketua panitia Aman Wuri dan Camat Yesaya Laweangi.

Melalui acara ini, Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu juga meresmikan Balai Desa, penginapan desa yang terdapat 4 kamar, riol, sarana olah raga desa (Lapangan futsal, volly ball, bulu tangkis dan sepak takraw) yang pembangunannya melalui Anggaran Dana Desa Tahun 2017.
Melalui sambutannya, Bupati Poso menyampaikan Desa Taripa memiliki potensi alam untuk pengembangan budidaya pertanian, sehingga menjadi primadona bagi produktifitas hasil pertanian. Diusia ke- 106 tahun Desa Taripa kali ini, menjadi momentum Instropeksi bersama antara pemerintah dan masyarakat, untuk resolusi berupa kebulatan tekad dalam mengambil sikap, guna meningkatkan kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran di desa ini. Karenanya Bupati Poso sangat merespon langkah-langkah pemerintah desa Taripa yang mengupayakan kesejahteraan warga masyarakatnya melalui kegiatan Program yang pro rakyat serta upaya lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Bupati Poso, Darmin A. Sigilipu menambahkan bahwa momen HUT Desa ini juga harus menjadi suatu kekuatan yang akan memberikan motivasi bagi seluruh masyarakat untuk terus bekerjasama dalam membangun desa. Menanamkan jiwa gotong royong dan cinta desa. Sehingga desa Taripa yang menjadi perlintasan antar kabupaten maupun antar propinsi menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Selanjutnya, Bupati Poso menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba kebersihan antar RT. Sebagai pemenang yang meraih Juara 1 adalah Rt 3, juara 2 adalah RT 2, juara 3 diraih oleh RT 4, juara harapan 1 dirah RT 1, dan juara harapan 2 diraih oleh RT 5. Menutup rangkaian acara, Bupati Poso menyempatkan waktu untuk mengunjungi dan melihat langsung bangunan sarana olah raga bagi masyarakat desa Taripa. Mencintai desa dan menjadikannya pujaan hati, akan menghadirkan nuansa indah bagi pembangunan desa. Karena bermula dari desa, segala hal tercipta. //ca’/pul

altaltalt

Hari Ulang Tahun Desa Peura Ke-129

Dihari yang sama dengan waktu yang berbeda, Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu menghadiri acara Ramah Tamah Natal, Reuni dan Peringatan Hari Ulang Tahun Desa Peura Ke- 129, Rabu (27/12/17). Di dampingi Anggota DPRD Kabupaten Poso Fraksi Golkar, Syarifudin Odjobolo, Kepala-kepala OPD Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, Camat Pamona Puselemba dan para undangan (8 Desa dan 3 Kelurahan) Serta dihadiri oleh masyarakat Desa Peura dan desa tetangga. Dengan mengusung tema Madago-dago Po Mberata. Reuni to Peura, (Reuni Orang Peura) dilangsungkan bertepatan dengan HUT Desa Peura.
Ketua Panitia Tanel Siolemba, BA melalui Laporannya, kegiatan dimulai pukul 08.00 sejak pagi hari sampai saat ini. Berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan berupa olah raga, kesenian dan sarasehan dengan judul "Peura dulu, Sekarang dan yang akan datang". Hasil sarasehan yang telah dilakukan, akan diserahkan kepada Bupati Poso dalam bentuk laporan.
Bertepatan dengan gelaran ini, masyarakat desa Peura dapat bertemu dan saling melepas kerinduan baik masyarakat yang ada di desa, maupun mereka yang telah merantau, begitu juga yang menjadi pucuk pimpinan saat ini di Kabupaten Poso adalah Putera terbaik desa Peura. Hal ini harus dijadikan motivasi, bahwa desa Peura dapat melahirkan orang-orang terbaik untuk Indonesia. Peura mempunyai arti maju bergeser karena situasi dan kondisi yang ada pada saat itu dan tidak memungkinkan untuk menetap, sehingga mereka berpindah. Jadi filosofi yang dimaknai dari arti ini adalah menjadi orang atau masyarakat yang maju demi perubahan ke arah yang lebih baik. Selanjutnya di tampilkan tarian torompio dari putera puteri desa Peura. Melalui sambutan yang disampaikan oleh kepala desa Peura Agrein Solitan, beberapa hal yang disepakati dalam rapat desa yang diantaranya mengupayakan Sumber Daya Manusia yang ada berkembang sesuai dengan tuntutan jaman agar mampu untuk mensejajarkan desa Peura dengan desa lainnya di Indonesia, menjadi desa maju dan mandiri. Dengan bantuan Pemda besar harapan masyarakat agar program-program yang ada di desa bisa terealisasi dan tujuan akhirnya adalah kesejahteraan untuk seluruh masyarakat.

Gloria Tobondo, SE Camat Pamona Puselemba juga menyampaikan sambutannya yang menitikberatkan pada tujuan pemerintah Kecamatan, teristimewa melalui rencana pembangunan jangka menengah untuk tercapainya Kecamatan yang masyarakatnya Cerdas dan bersinergi dengan pemerintah. Desa Peura adalah desa tertua dikecamatan Pamona Puselemba, oleh karena itu pembangunanya juga diharapkan bisa maju sebagaimana desa atau kelurahan lain yang ada di sekitarnya. Selanjutnya Tarian Motaro yang dibawakan oleh anak-anak SD Peura.

Dalam sambutannya, Bupati Poso Darmin A Sigilipu menyampaikan beberapa hal menyambung apa yang telah disampaikan oleh kepala desa Peura, mengenai masalah jalan masuk dari Kelurahan Sangele menuju ke desa Peura dalam masa kepemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Poso sudah merupakan rencana yang telah diawali dengan membangun sekitar 1 KM jalan desa Peura. Diharapkan jalan akan ter aspal sampai tembus ke Desa Pendolo. Patut disyukuri, karena jalan yang telah ada berkualitas hot mix dan tahun depan akan dilanjutkan lagi sampai telah teraspal jalan dari Sangele menuju desa Peura. Masalah signal, Pemda Kabupaten Poso sudah berkoordinasi dengan Telkom dan akan dipertimbangkan karena ada patokan dasar bagi Telkom untuk memperluas jaringan Telepon. Rencananya Pemda Kabupaten Poso kedepan, akan membuat akses jalan yang menghubungkan antara desa satu dengan desa lainnya yang ada disekitaran Danau Poso, diharapkan Pariwisata Kabupaten Poso akan kembali bergeliat, tumbuh dan mekar. Imbasnya plus bagi masyarakat,karena akan ada peningkatan ekonomi, sehingga harus dijaga dan dilestarikan untuk keberlanjutannya dan selalu menjaga stabilitas dengan teruslah menyebarkan damai dan kasih.

Bupati Poso Darmin A Sigilipu mengatakan, bahwa kegiatan ini menjadi lebih bermakna karena bertepatan dengan Natal, damai sukacita yang dirasakan lebih hikmat karena bertemu dengan sanak saudara dan teman yang merantau dan datang untuk bersama berkumpul merayakan Natal dan reuni. Agar selalu terjalin komunikasi dan hubungan erat antar sesama warga Peura baik yang ada di desa maupun yang berasal dari tanah rantau. Perlu kerjasama seluruh pihak dan masyarakat agar tercipta kualitas masyarakat yang CERDAS dalam seluruh aktifitas kehidupannya. Peran masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung dan menjaga agar pembangunan Insfrastruktur terus terbangun, berkembang dan dapat dinikmati untuk waktu yang tidak terbatas. Kemudahan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Poso terhadap masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya perlu dikembangkan. Hasil kreatifitas masyarakat akan diakomodir dengan mendatangkan konsumen, sehingga hasil yang dibuat akan laku terjual. Reuni to Peura, ibarat meminum air dingin yang segar ditengah padang gurun yang panas. Pertemuan yang terjadi dari sekian lamanya kita berpisah, meringankan sedikit beban kerinduan. Sehingga suasana yang terjadi saat ini, hampir menyerupai waktu dulu saat bersama kita menjemput impian. Reuni akbar to Peura yang dilaksanakan adalah reuni bagi seluruh orang Peura dengan tidak terbatas pada angkatan, sehingga yang hadir berasal dari seluruh tingkatan umur.

Menutup sambutannya, Bupati Poso mengajak seluruh anggota reuni agar bukan hanya suasana melepas rindu yang terjadi, namun dari reuni ini ada imbas positif yang harus diaktualisasikan untuk menjadikan Peura menjadi desa yang lebih maju. Hal ini juga yang menjadikan motivasi bagi Bupati Poso untuk melayani masyarakat melalui tanggung jawab yang diemban sebagai Pimpinan Daerah. Rangkaian kegiatan ini dapat terwujud karena partisipasi seluruh masyarakat desa Peura didukung oleh perangkat desa dan kecamatan, gol yang menjadi tujuan akhir akan mnjadi bahan evaluasi oleh Pemda Kabupaten Poso. Mari menjadi masyarakat yang cinta damai dan terus menebarkan Kasih, untuk terwujudnya kehidupan yang aman dan sejahtera. Dilanjutkan dengan penyerahan mobil operasional untuk BUMDES Peura, selanjutnya Bupati Poso mempersembahkan sebuah lagu karya anak Peura sebagai hadiah ulang tahun dan meniup lilin sebagai pertanda ketambahan usia Desa Peura. //ca’/pul

altalt

alt

Peringatan Hari Ibu Ke-89 Dan Hut Dharma Wanita Ke - 18 Tahun 2017 Tingkat Kabupaten Poso

Selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Poso dan sebagai Sesepuh perempuan di Kabupaten Poso Indah Setyowati Samsuri, SH dalam sambutannya mengatakan bahwa hari ibu diperingati untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang bersama sama kaum lelaki dalam merebut kemerdekaan Indonesia sebagaimana di deklarasikan pertama kali dalam kongres perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1982 di Yokyakarta. Lanjut dikatakan, bahwa usia ke 18 tahun adalah usia yang cukup dewasa untuk mengambil keputusan menuju organisasi yang mandiri dengan visi menjadi organisasi istri Aparatur Sipil Negara yang progesional untuk memperkuat peran serta perempuan dan pembangunan bangsa. Indah Setyowati Samsuri, SH juga mengajak kepada seluruh perempuan untuk lebih bijaksana, inovatif, kreatif dan percaya diri dan meningkatkan kualitas dan kapabilitas sehingga bersama kaum lelaki menjadi kekuatan yang besar dalam membangun keluarga, masyarakat dan bangsa.

Ditempat yang sama pula Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, menyampaikan upaya pemberdayaan perempuan dan pembangunan berwawasan gender, pemerintah daerah akan selalu berupaya memberikan kesempatan dan apresiasi atas keterlibatan kaum perempuan dalam mendukung pembangunan di kabupaten Poso. Bupati Poso juga menyampaikan sebagai istri-istri PNS, peran anggota Dharmawanita sangat strategis untuk mendukung program pemerintah. Sementara dalam keluarga anggota Dharma wanita, istri diharapkan mampu menjadi pendamping bagi suami. Karena sukses seorang lelaki atau suami tidak terlepas dari peran perempuan atau istri yang mendukungnya. Diakhir sambutannya Bupati Poso menyampaikan selamat hari ibu yang ke-89 dan dirgahayu Dharma wanita ke-18, semoga semakin sukses dalam setiap program-program nya.

Selanjutnya Bupati Poso menyerahan bantuan pemda kabupaten Poso melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada masyarakat kurang mampu dan menyerahkan bantuan biaya pendidikan kepada TK Pertiwi sebagai TK binaan Dharma wanita kabupaten poso, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Poso diberikan kepada ibunda tercinta sebagai tanda terimakasih dan sayang dari anak untuk orang tua terkasih dan ditutup dengan menyanyikan hymne Hari Ibu oleh kelompok paduan suara lansia Debora dan persembahan lagu dari anak anak TK Pertiwi Poso. //ca’/pul

altaltalt

Peringatan Hari Nusantara dan Bela Negara Ke-69

Upacara setiap tanggal 17 bulan berjalan dilingkup Pemda Kabupaten Poso dirangkaikan dengan Peringatan Hari Nusantara dan Bela Negara Ke-69 Tahun dilaksanakan dilapangan Maroso Poso, Senin 19/12/17. Upacara ini diikuti oleh seluruh ASN yang ada di Kabupaten Poso, perwakilan dari TNI (Kodim, Batalyon dan Marinir), anggota Polres Poso, BRIMOB, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI), para mahasiswa dan dihadiri juga oleh kepala-kepala OPD lingkup Pemda Kabupaten Poso. Mendampingi Bupati Poso, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Poso, Ketua DPRD Kabupaten Poso, Wakapolres Poso, mewakili KODIM 1307 Poso, Danlanal serta Ketua Pengadilan Negeri Poso.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada kelompok usaha masyarakat yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Poso melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Pemberian bantuan ini sejumlah masing-masing Rp. 25 juta kepada 5 kelompok binaan yaitu pada kelompok pembuatan Abon Ikan dari Desa Labuan, kelompok kue bolu "Gita" dari desa Tambaro, kelompok kue ranggina "Sindintowe" dari desa Patiwunga,kelompok kue "Andin's Story" dari desa Owini, serta kelompok Kripik "Mombine" dari desa Masamba.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu.
Melalui sambutannya menyampaikan, bahwa perlu peningkatan Nasionalisme bagi kita semua terlebih bagi ASN. Memang tidak bisa disamakan dengan TNI POLRI dalam urusan kedisiplinan mengikuti upacara namun sebagai warga negara yang telah menerima kemerdekaan, seharusnya menunjukkan sikap Nasionalisme dengan setidaknya disiplin mengikuti upacara. Penghormatan kepada sang merah putih harus dengan sikap sempurna. Bendera merah putih harus kita jaga dengan jiwa dan raga, karena perjuangan untuk mengibarkannya bukan suatu hal mudah dan sebentar sampai menjadikan Indonesia merdeka seperti sekarang ini, membutuhkan pemahaman tinggi akan arti Nasionalisme. Bersatu padu dalam rasa Kebangsaan untuk berdaulatnya Negara kita. Olehnya sejak dini, marilah kita secara bersama untuk menumbuhkan jiwa Nasionalisme dengan cara sekecil apapun NKRI merupakan Harga Mati dan Harus Kita Bela Demi Indonesia Yang Mandiri.

Sebagai ASN yang merupakan karyawan negara, telah banyak kemudahan yang diberikan negara bagi kita. Selayaknya kita juga harus memberikan yang banyak bagi negeri ini. Teristimewa bagi Kabupaten Poso agar maju pembangunanya dan sejahtera masyarakatnya. Hidup akan indah apabila hak dan kewajiban bergerak bersamaan secara adil. Kedisiplinan adalah satu kewajiban yang harus kita laksanakan untuk poso yang lebih baik. //ca/pul

alt

Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi Ke-67 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah

Kabupaten poso kali ini mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi Ke-67 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi Ke-67 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Di Unit Pemukiman Transmigrasi Watutau Rodo-Rodo Kecamatan Lore Peore Kabupaten Poso. Selasa, 12/12/17.

Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si membacakan Sambutan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia mengatakan bahwa 67 Tahun proses penyelenggaran program transmigrasi mewarnai kehidupan bangsa Indonesia. Namun lepas dari itu semua transmigrasi telah berhasil membangun 3.608 satuan permukiman transmigrasi yang berada di 619 kawasan transmigrasi, diantaranya telah berkembang menjadi menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru berupa 1.183 desa definitive, 385 eks satuan permukaan transmigrasi berkembang menjadi ibu kota kecamatan, 104 eks satuan permukiman transmigrasi mendukung ibu kota kabupaten serta 2 ibu kota provinsi.

Dalam Upacara peringatan tersebut hadir Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi Dr. Conrad, Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Sulawesi Tengah bersama seluruh Pegawai Dinas Nakertrans Provinsi, Wakil Bupati Poso, Dandim 1307 Poso, Kapolres Poso serta Seluruh Kepala-Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah bersama sejumlah Pimpinan OPD terkait Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah seperti Dinas Pekerjaan Umum & Dinas Pengendalian Penduduk & KB.

Pelaksanaan pemindahan penduduk transmigrasi di Sulawesi Tengah setelah kemerdekaan Indonesia ditandai dengan penempatan transmigran yang pertama di lokasi Kalora Lembah Gumbasa, Desa Sidondo Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Donggala yang sekarang Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi pada tahun 1959 sejumlah 50 KK transmigran lokal yang berasal dari Desa Sidondo 25 KK dan dari Desa Kaleke 25 KK. Penempatan transmigrasi umum pertama di Sulawesi Tengah yakni pada tanggal 28 Februari 1962 sejumlah 52 KK 243 jiwa yang berasal dari Pulau Bali ditempatkan di Desa Nambaru Kecamatan Parigi Kabupaten Donggala yang sekarang telah menjadi Kabupaten Parigi Moutong. //ca'/pul

altalt

Rapat Kerja Sama Operasional BPJS Ketenagakerjaan Dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso

Rapat kerja sama operasional BPJS ketenagakerjaan dengan pemerintah daerah kabupaten poso tahun 2017 di buka secara resmi asisten administrasi pemerintahan dan kesra setdakab poso M. Ari Pamungkas, SH, MH dengan mengusung tema perlindingan non-ASN, aparatur desa dan jasa konstruksi, bertempat di Aula hotel 77 poso, pada Selasa (28/11/17).

alt

Kegiatan rapat ini dihadiri oleh kabid pemasaran BPJS ketenagakerjaan cabang palu Fachri Idris, kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten poso Filson Gundo, S.Sos, M.Si, kepala kantor cabang perintis BPJS ketenagakerjaan kabupaten poso Dody Risdianto dan para OPD selaku peserta rapat.
maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan ini diantaranya adalah menjaga silaturahmi antara BPJS ketenagakerjaan dan Pemerintah Daerah kabupaten poso serta melakukan evaluasi khususnya jasa konstruksi, membahas tentang perlindungan kesehatan aparatur desa yang ada di kabupaten poso serta perlindungan tenaga kerja bagi tenaga Non-ASN menurut Ahmad Jodhi setiawan selaku ketua penyelenggara rapat kerjasama operasional.


Sementara kabid pemasaran BPJS ketenagakerjaan cabang palu Fachri Idris mengatakan BPJS kesehatan adalah program pemerintah yang dituangkan dalam undang-undang, dimana keberhasilan pelaksanaan program ini tidak bisa hanya pihak BPJS sendiri melainkan perlu bantuan dari pemerintah baik pusat maupun daerah dalam hal ini pemerintah kabupaten poso, "Kami juga mengapresiasi terhadap dukungan pemerintah kabupaten poso atas adanya perhatian yang lebih terhadap program-program yang dilaksanakan oleh BPJS" ungkapnya.
Diakhir penyampaiannya Fachri Idris mengatakan pihak BPJS ketenagakerjaan dan pemerintah daerah kabupaten poso agar dapat bekerjasama dan didiskusikan sehingga pelaksanaan kegiatan ini dapat memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kedepannya.
Sementara bupati poso dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh aisten administrasi pemerintahan dan kesra setdakab poso M. Ari Pamungkas, SH, MH mengatakan, sangat mengapresiasi dan menyambut baik rapat koordinasi yang dilaksanakan hari ini sebagai upaya menjalin kerjasama yang baik kedua belah pihak antara BPJS ketenagakerjaan dengan pemda.


M.Ari Pamungkas, SH, MH juga katakan BPJS kesehatan yang sudah hadir di daerah kabupaten poso yang merupakan salah satu lembaga penjamin kesehatan dan keselamatan kerja dengan memberikan jaminan kepastian perlindungan terhadap resiko-resiko didalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan, karena saat ini kesadaran masyarakat indonesia khususnya para pekerja mengenai perlindungan atas resiko-resiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja semakin meningkat.


Diakhir sambutannya M. Ari Pamungkas, SH, MH mengharapkan kepada para peserta rapat koordinasi agar dapat memberikan saran dan masukan serta ide-ide yang kreatif sehingga langkah-langkah kerjasama yang disepakati dapat menguntungkan kedua belah pihak baik BPJS ketenagakerjaan kabupaten poso maupun pihak pemda poso.

Pertemuan Koordinasi Kegiatan Pengendalian HIV/AIDS

Bupati Poso membuka secara resmi kegiatan HIV/AIDS Bertempat di Aula Pogombo kantor Bupati Poso, pada Selasa (28/11/17).

alt
Dalam sambutannya Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu mengingatkan Kasus HIV/AIDS di Indonesia Khususnya di kabupaten Poso cenderung meningkat.

Lanjut dikatakan Bupati bahwa penilaian HIV/AIDS mempunyai implikasi luas terhadap pembangunan kesehatan, Politik, ekonomi sosial budaya, Etika, agama Dan hukum sehingga perlu dilakukan langkah langkah strategis sebagai upaya pengendalian serta dukungan Dan penghargaan atas hak hak pribadi pengidap HIV bersama dengan keluargannya. Untuk itu ditetapkannya Komisi Penanggulangan Penyakit HIV/AIDS di kabupaten Poso sehingga terjalin koordinasi Dan integrasi program.


Bupati juga sangat menyayangkan, Infeksi HIV/AIDS di Poso cenderung meningkat pada dua tahun terakhir berkaitan dengan bertambah banyaknya hubungan seksual Yang tidak terlindungi yaitu TAHUN 2016 sebanyak 15 Kasus HIV Dan 12 Kasus AIDS, ditahun 2017 ditemukan Kasus HIV sebanyak 17 Kasus Dan AIDS sebanyak 16 Kasus Dan Kasus kematian sebanyak 26 persen, disamping itu masih banyak Yang belum terlaporkan sedangkan kelompok beresiko tinggi.


Bupati berharap melalui pertemuan ini ada upaya upaya untuk menjaga Dan menanggulangi berbagai Penyakit Yang dimaksud Secara terpadu, terkoordinasi, berkesinambungan dibawah koordinasi Komisi Penaggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Poso.


Acara dilanjutkan dengan pemaparan Dan tanya jawab oleh sekretaris KPA provinsi Sulteng. Acara ini Turut dihadiri oleh kirim Kodim 1307 poso, kepala Titan klas II B Poso, ketua penggerak kab. Poso, BNN, Dan seluruh OPD.

Kabupaten Poso Raih Juara I Dalam Program Satu Milyar Pohon

Bupati Poso Darmin Agustnus Sigilipu bertindak sebagai Pejabat Penerima Apel saat Apel bersama dilingkungan Pemerintah Kabupaten Poso tadi pagi, bertempat dilapangan Sintuwu Maroso Poso, (27/11/17).


Bupati mengharapkan keseriusan setiap ASN dalam menjalankan tugas dan kewajiban, sehingga tidak bertolak belakang dengan kenyataannya. Apel pagi terutama setiap hari Senin, dimaksudkan untuk menggelorakan semangat kerja kita dalam mengawali pekerjaan selama 1 minggu ke depan.
Kedisiplinan adalah salah satu tugas dan kewajiban setiap ASN Dilingkungan Pemda Poso disamping tugas dan pekerjaan lainnya sebagaimana tupoksi masing-masing. Apel pagi, harus dijadikan jati diri kita sebagai ASN. Ketidakhadiran ASN dalam mengikuti apel pagi, harus disertai dengan alasan dan bukti yang sesuai. Karena hal ini juga merupakan penilaian pimpinan dan akan ada konsekwensi apabila tidak diindahkan.


Dalam apel yang dilaksanakan setiap Senin dilingkungan Pemda Poso, seluruh OPD hadir. Mulai dari tingkat Pejabat Eselon II sampai staf maupun Honorer. Akan disertai dengan absensi, sehingga bagi siapa saja yang tidak hadir tanpa keterangan dengan melalui akumulasi dari beberapa kali pelaksanaan apel maka akan diberikan sanksi sesuai tingkatan.


Kedepan akan diberikan reward bagi ASN dalam mendukung kinerjanya agar menjadi lebih baik, sehingga bagi ASN harus lebih meningkatkan kuantitas maupun kualitas pekerjaan terlebih kedisiplinan.
Setelah dilangsungkannya apel, dilanjutkan dengan gladi kotor pelaksanaan Upacara memperingati HUT KORPRI.

Seluruh peserta apel dihimbau untuk mengikuti gladi dan selama proses berlangsungnya gladi, seluruh peserta harus mengikuti dengan seksama.


Bupati Poso juga melalui arahan apel menyampaikan bahwa Kabupaten Poso mendapatkan juara 1 Tingkat Sulawesi Tengah pada lomba penanaman satu milyar pohon tahun 2016. Melalui Dinas Kehutanan Propinsi,  Kabupaten Poso yang akan mewakili Propinsi Sulawesi Tengah pada lomba Tingkat Nasional.

Bupati Poso berharap agar hal ini terus dipertahankan dan dijaga agar Eboni sebagai salah satu tanaman unggul yang ada di Kabupaten Poso terus menjadi Ikon yang sangat berperan dan berguna bagi masyarakat.


altaltalt

HUT KORPRI Pemda Poso Anjangsana Ke Panti Asuhan

Masih dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT KORPRI yang ke-46 Tahun 2017. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Poso melaksanakan kegiatan Anjangsana kunjungan ke Panti Asuhan Al'Muqaddas yang beralamat di Jl. Pulau Batam RT. I RW IV Belakang Hadji Kalla Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota, Senin (27/11/17).

Pembinaan Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Manusia Pusat Pembinaan Anak Yatim Piatu / Fakir Miskin dan Anak Terlantar. Yayasan Panti Asuhan Al'Muqaddas, tercatat melalui Akta Notaris No : 34 tanggal 26 Juni 2017.

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, berkenan hadir dalam perkunjungan ini dan didampingi oleh Kadis Bapelitbangda Kabupaten Poso, Kadis PU, Kadis Pol PP serta Kadis Perhubungan. Tema HUT KORPRI tahun ini, 46 Tahun KORPRI, Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa.
Pengurus Panti Asuhan Al-Muqaddas Suwandi mewakili ketua menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Poso atas waktu dan kesempatan yang sudah diluangkan untuk bisa berkunjung ditempat kami.


Hal ini yang akan memberikan motiflvasi bagi anak-anak Panti bahwa mereka tidak sendiri, karena ada orang tua yang juga selalu akan bersama dengan mereka dikondisi apapun. Anak-anak panti yang ada disini, semuanya sekolah di sekolah umum baik di SD, SMP dan SMA.


Bupati Poso melalui sambutannya menyampaikan bahwa Karena Perkenaan Tuhan, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini. Kegiatan perkunjungan ini juga dilaksanakan di Kecamatan Pamona Puselemba, dan dibagi tim untuk bisa menjangkau semuanya.


Sebagai warga negara, kita semua wajib untuk saling menolong dan mengasihi terhadap siapa saja tanpa dibatasi oleh adanya perbedaan. Kalian harus memiliki kepercayaan diri untuk bisa menjadi sesuatu yang berguna bagi Poso dan bagi Indonesia. Tuhan punya rencana yang indah bagi kalian semua ditempat ini.
Kesempatan ini juga dberikan bantuan sembako yang dapat digunakan untuk konsumsi di panti sehingga akan meringankan beban pengeluaran.

Bupati Poso juga berjanji akan memperhatikan biaya sekolah anak-anak disini agar lebih fokus dalam menuntut ilmum. Mengakhiri kunjungannya, Bupati Poso menyempatkan untuk berfoto bersama anak panti dan pengurus panti.

alt

Kegiatan Rapat Pleno Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit Tingkat Kabupaten Poso Tahun 2017

Dibuka secara langsung oleh asisten administrasi perekonomian dan pembangunan Ir. Hi. Isnain T. Hi. Karim, NPM, M.Si mewakili bupati poso, kegiatan Rapat pleno lembaga kerjasama (LKS) Tripartit tingkat kabupaten poso tahun 2017 yang diprakarsai oleh dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten poso, Rabu (22/11/17). Lembaga Kerja Sama Tripartit yang selanjutnya disebut LKS Tripartit adalah forum komunikasi, konsultasi dan musyawarah tentang masalah ketenagakerjaan yang anggotanya terdiri dari unsur Pemerintah, organisasi pengusaha, dan serikat pekerja/serikat buruh.
Kegiatan rapat pleno LKS Tripartit ini bertujuan sebagai forum komunikasi, konsultasi dan musyawarah guna memberikan pertimbangan, saran dan pendapat kepada pemerintah terkait penyusunan kebijakan dan pemecahan masalah ketenagakerjaan, hal ini sesuai amanat pasal 107 UU ketenagakerjaan no. 13 tahun 2013 menurut Tatmono Tasman, SH selaku ketua panitia. Disamping itu Tatmono Tasman mengatakan peserta rapat terdiri dari ketua Apindo Kabupaten poso Idris Mapatoba, ketua SPSI kabupaten poso Bambang Daud, kepala BPJS ketenagakerjaan kabupaten Poso, Kepala Badan Pusat Statistik kabupaten poso Yaslin H. T, ketua kadin poso, ketua gapensi poso, ketua IKPE poso energi 2, dan OPD terkait.
Sementara kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten poso Filson Gundo, S.Sos, MM mengatakan lembaga kerjasama tripartit merupakan forum komunikasi, konsultasi musyawarah tentang masalah ketenagakerjaan yang anggotanya terdiri dari unsur organisasi pengusaha, serikat pekerja/serikat buruh dan pemerintah. Filson Gundo juga katakan adapun tugas LKS Tripatrit adalah memberikan pertimbangan, saran dan pendapat terkait dalam.penyusunan kebijakan dan pemecahan masalah ketenagakerjaan baik dari LKS nasional, provinsi maupun kabupaten/kota dan pihak terkait lainnya.
Sementara ditempat yang sama Ir. Hi. Isnain T. Hi. Karim, NPM, M.Si menyampaikan dalam sambutan tertulis bupati poso katakan, kegiatan rapat pleno LKS Tripartit adalah salah satu cara untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan seluas mungkin kepada masyarakat dalam pembuatan kebijakan pemerintahan, sehingga pemerintah dapat lebih akomodatif terhadap aspirasi dan kepentingan masyarakat. Segala kebijakan ketenagakerjaan yang diterapkan oleh pemerintah dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mencapai tujuan bersama. Diakhir sambutannya Ir. Hi. Isnain T. Hi. Karim, NPM, M.Si mengharapkan rapat pleno LKS Tripartit yang dilaksanakan di kabupaten poso dapat menjadi jembatan penghubung antara pihak pemerintah, pelaku usaha, para pekerja/buruh sehingga dapat diambil keputusan yang tepat untuk menetapkan langkah-langkah strategis kedepan. //ca’/pul

alt

Sosialisasi Perencanaan Kontijensi Bencana Banjir

Pemerintah daerah Kabupaten Poso melalui badan Penanggulangan Bencana Daerah melaksanakan sosialisasi perencanaan Kontijensi bencana banjir bertempat di Aula Bapelitbangda, pada Senin (20/11/17).

Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan Forum Koordinasi pimpinan daerah, Ketua bidang 1 BPPD Provinsi Sulawesi Tengah, Tim LPPM Universitas Tadulako, serta para kepala dinas, kepala badan dan kepala kantor dilingkungan pemerintah daerah Kabupaten Poso.Bupati Poso Darmin Agustrinus Sigilipu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt, sekretaris Daerah Drs, Joksan Lakukua saat membuka acara sosialisasi tersebut menyampaikan penyelenggaraan penanggulangan bencana dikabupaten Poso diarahkan untuk meningkatkan kebersamaan yang sinergi antara pemerintah dan stakeholder termasuk lembaga-lembaga organisasi kemasyarakatan dalam menghadapi ancaman bencana, mulai dari tahapan pra bencana, saat tanggap darurat atau saat terjadi bencana hingga tahap pasca bencana dengan berbagai program dan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh.

Oleh karena itu menurut Bupati sangat penting penyusunan program Kontijensi banjir dilaksanakan agar dapat memperkirakan dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi, sehingga kita lebih siap dan lebih waspada untuk mengurangi resiko bencana seperti adanya korban jiwa, dan kerugian harta serta resiko lainnya. Solihin Umar selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah peserta sosialisasi sebanyak 40 orang adapun tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah untuk menyamakan presepsi semua pemangku kepentingan terkait penanggulangan bencana tentang pentinganya rencana kontijensi

Bimbingan Teknis Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) & Sosialisasi Indikator Kinerja Utama

Wakil Bupati Poso, Ir. Samsuri, M. Si kembali mendorong Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Poso untuk dapat menyelenggarakan tugas umum pemerintahan secara baik & benar yg berdasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kebijakan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan pada masyarakat melalui Bimbingan Teknis Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) & Sosialisasi Indikator Kinerja Utama (IKU), di Gedung Torulemba Poso, pada Senin, (13/11/17).

alt

Pemerintah Daerah terus berbenah diri dengan mewajibkan setiap OPD untuk dapat memaparkan Laporan Akuntabilitasnya masing-masing kepada Bupati & Wakil Bupati Poso sebelum dievaluasi oleh Kementrian PAN & RB. Wakil Bupati Poso juga menegaskan kepada setiap Instansi di Lingkup Pemda Poso agar wajib merumuskan indikator kinerja utama sebagai suatu prioritas program dan kegiatan yang mengacu pada sasaran strategis dalam RPJMD & Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah.