Sen02192018

Last update11:51:58 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Pembangunan

Pembangunan

Wabup Buka Musrembang cluster 2 untuk wilayah Lore Utara dan Lore Timur

  • PDF

Setelah Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Cluster 1 dibuka secara resmi oleh Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu rabu lalu di desa Watutau, kini giliran Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si membuka Musrembang cluster 2 untuk wilayah Lore Utara dan Lore Timur yang dilaksanakan di desa Wuasa, kecamatan Lore Utara, jumat (09/02/18).

Acara yang diawali dengan laporan Camat Lore Utara Yanson Tokare, S.Sos, yang mengusulkan sejumlah 20 kegiatan yang terdiri dari Infrastruktur 10 kegiatan, Sosial budaya 5 kegiatan dan 5 kegiatan untuk bidang ekonomi,dan tersebar di 7 desa. Sementara Camat Lore Timur sesuai perankingan juga mengusulkan 20 kegiatan yang meliputi Infrastruktur 10 kegiatan, Sosial budaya 5 kegiatan dan bidang ekonomi 5 kegiatan, yang tersebar di 5 desa.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Dharma Gideon Mondolu, SH mengatakan DPRD senantiasa mengawal dan mendukung seluruh program pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah mulai dari tingkat Kabupaten sampai ke tingkat Desa/Kelurahan. Dharma menilai langkah pemerintah dalam memacu percepatan pembangunan di Kabupaten Poso saat ini merupakan suatu hal yang perlu mendapat apresiasi serta dukungan dari semua pihak, termasuk DPRD selaku mitra pemerintah daerah yang juga ikut bertanggung jawab terhadap suksesnya pembangunan di Kabupaten Poso.

Sementara itu, Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si ketika membacakan sambutan Bupati mengatakan, pelaksanaan musrenbang yang dlaksanakan pada tahun 2018 melalui pola baru, memiliki makna strategis yang dimaksudkan untuk menyaksikan dan mendengar langsung berbagai keluhan dan masukan dari masyarakat yang selanjutnya dikemas melalui tahapan perankingan yang dibahas secara bersama dan akan diteruskan ke tingkat kabupaten untuk dibahas. Hal ini dijelaskan Wabup guna menepis anggapan segelintir orang seakan Musrenbang tidak mempunyai makna. Itulah sebabnya kata Wakil Bupati Poso, Musrenbang tahun ini dikemas dalam bentuk cluster yang diawali dengan mogombo lipu, dengan maksud agar seluruh aspirasi masyarakat dapat terserap dan terakomodir dan yang terpenting semua program pemerintah bersifat transparan dan pengalokasiannya tepat sasaran berdasarkan skala prioritas sesuai kondisi wilayah setempat.

Musrenbang Cluster 2 dipimpin langsung Wabup Ir. Samsuri, M.Si, dengan moderator Kepala Bapelitbangda Suratno, SP,M.Si, didampingi sejumlah para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta dikuti para peserta yang merupakan perutusan dari 12 desa yang ada di dua kecamatan yakni Lore Utara dan Lore Timur. //ca’/pul

 alt

Sekitar Danau Poso Akan Menjadi Taman Konservasi

  • PDF

Bupati Poso melakukan kunjungan kerja ke PLTA Poso Energy di Sulewana untuk mendengar dan berdialog langsung tentang rencana Usulan Penataan Sungai Poso, kamis (08/02/18). Sepanjang Km 0 - Km 4 pinggiran danau akan dirapikan. Mulai dari jembatan lama/Pamona 1 mengarah ke sungai Dongi. Sedimen-sedimen yang menumpuk di pinggiran danau Poso akan dibersihkan. Disesuaikan dengan tata ruang Kabupaten Poso. Panjang jembatan 200 meter, dan akan ditambah pencahayaannya, agar masyarakat merasa nyaman berlalu lalang dan beraktifitas pada waktu malam hari. Akan dibangun juga taman konservasi bagi jenis burung endemik. Dari luasan yang ada, 20 % digunakan untuk area publik, sementara 80% digunakan untuk area non publik. Dari total 35 hektar, 7 ha akan dipakai sebagai area publik. Dalam kesempatan itu juga, Pihak poso energy menyampaikan progres pembangunan PLTA Poso I yang ditaksir telah rampung 80 %.

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Sampe Tuah, SH beserta jajarannya. Didampingi Kadis Pariwisata, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kadis Perhubungan, Sekretaris Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian & Pengembangan Daerah Kabupaten Poso, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Poso serta perwakilan dari beberapa OPD lainnya menghadiri undangan dari PLTA Poso Energy di Sulewana. Bupati Poso bersama rombongan, disambut oleh Manager Teknik Support Poso Energy Basri Djalil bersama jajarannya dan langsung menuju ruang rapat Kantor PLTA Poso Energy. Diawal pertemuan, Basri Djalil menyampaikan terima kasih atas kesediaan Bupati Poso menghadiri undangan kami dalam rangka usulan rencana penataan sungai poso yang sepenuhnya diusung oleh pihak Poso Energy. Pertemuan tersebut membicarakan beberapa hal tentang kerjasama antara Pemda Kabupaten Poso dan PT Poso Energy mengenai penataan sungai Poso yang nantinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat disekitarnya.

Pemaparan usulan dari pihak Poso Energy yang diwakili oleh CSR, Irma menyampaikan tentang rencana usulan penataan sungai Poso diruas danau Poso berdasarkan rekomendasi Tata Ruang Kabupaten Poso. Untuk dijadikan objek wisata Taman Konservasi Dongi dan kawasan perlindungan burung. Didalam kawasan ruang publik tersebut, akan dibangun area wisata air, area bermain anak dan sarana olah raga (joging track) dan bagi baik lansia ada tempat untuk melakukan terapi kesehatan.

Taman Konservasi ini nantinya jika dilihat dari udara, akan tampak seperti Ikan Sidat yang merupakan salah satu Icon Kabupaten Poso. Selanjutnya, renovasi jembatan tua Pamona menjadi lebih indah dan elegan namun tidak menghilangkan keaslian atau nilai historinya. Selanjutnya Pihak Poso Energy memberikan penjelasan mengenai progres pembangunan PLTA Poso Energy 1 yang jaraknya tidak begitu jauh dari PLTA Poso Energy 2. PLTA Poso Energy 1 memiliki bendungan dengan daya tampung air lebih besar, sehingga mampu menghasilkan sumber daya listrik yang lebih maksimal. Agar kebutuhan listrik masyarakat khususnya diwilayah Sulawesi Tengah dapat terpenuhi secara maksimal.

Selanjutnya Bupati Poso bersama rombongan meninjau langsung ruang kontrol pengawasan PLTA Poso Energy 2 didampingi Manager Teknik Support dan langsung meninjau lokasi PLTA Poso Energy 1. Melihat langsung pembuatan pipa besar serta proses pembangunan bendungan yang memiliki mesin turbin lebih besar. Dilanjutkan dengan peninjauan langsung lokasi yang nantinya akan dijadikan Taman Konservasi.

Diskusi bersama tentang usulan penataan sungai Poso, dari rencana yang sudah disampaikan oleh pihak PLTA Poso Energy, Pemerintah Daerah Kabupaten Poso memberikan beberapa usulan untuk lebih melengkapi keberadaan Taman Konservasi. Diantaranya, akses jalan masuk akan diperlebar dan dibuat dua jalur untuk memudahkan pengunjung serta akan diberi penerang yang memadai pada malam hari. Harus ada sosialiasi bersama masyarakat setempat terutama yang berada disekitar lokasi taman, perlu dibangun sarana penginapan serta penamaan spot center/wahana dengan bahasa lokal dan menambah akses internet di spot edukasi.

Bupati Darmin berharap agar penataan danau Poso ini nantinya akan berjalan lancar dan mendapat dukungan masyarakat, karena tujuanya semata-mata hanya untuk Pendidikan, kesehatan serta kemakmuran rakyat. Disamping itu juga akan dibangun spot kuliner bagi masyarakat yang ingin menjajakan makanan. Mengakhiri kunjungan kerjanya, Bupati Darmin memberikan pantun : "Ikan Sepat Ikan Gabus. Semakin Cepat, semakin Bagus". Sebuah tanda agar pihak PLTA Poso Enegy segera merealisasikan rencananya. //ca’/pul

alt

altaltalt

Bupati Poso Membuka Langsung MUSRENBANG RKPD Tahun 2019

  • PDF

Rabu, (07/08/18) Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) di Kecamatan Tahun 2019, Cluster 1 Kecamatan Lore Tengah dan Lore Peore dibuka langsung oleh Bupati Darmin didampingi sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah seperti Inspektur Inspektorat, Kepala Bappelitbangda, Kepala Dinas Pendapatan, Kepala Dinas PMD, Kepala BPBD, Kepala Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Kepala Badan Kesbang, Kepala Dinas Nakertrans, Kepala Dispora, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kelautan & Perikanan, Kepala Dishub serta Kepala Dinas P3A.

Diawali dengan Sambutan dari Anggota DPRD Kabupaten Poso yang disampaikan oleh Wakil Ketua II DPRD Kab. Poso Darma Gideon Mondolu, SH menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Poso yang terus concern dan peduli dengan kepentingan rakyat dimana selalu secara cepat dan tanggap terhadap apa yang menjadi kebutuhan atau permasalahan yang terjadi di masyarakat. Adapun yang menjadi penekanan atau titipan aspirasi rakyat yang disampaikan melalui anggota dewan tersebut adalah beberapa masalah tentang pendistribusian tenaga pendidik & tenaga kesehatan yang masih menjadi sorotan utama khususnya di masyarakat Tampo Lore ini.

Dalam sambutannya, Bupati Poso mengatakan Musrenbang kecamatan tahun ini sangat agak berbeda dibanding tahun sebelumnya dimana pada tahun ini Musrenbang tingkat kecamatan dilaksanakan per cluster sedangkan proses desknya dilakukan di setiap kecamatan melalui kegiatan “mogombo lipu” yang pelaksanaannya dilaksanakan sebelum Musrenbang cluster kecamatan ini. Musrenbang tahun ini sangat penting dan strategis bagi Pemda Kabupaten Poso, karena Musrenbang tahun 2019 mengusung Tema "Percepatan Pencapaian Prioritas Pembangunan Infrastruktur, Sosial dan Ekonomi Yang Terintegritas Menuju Poso Cerdas". Yaitu merupakan tahun percepatan pembangunan, dalam rangka mewujudkan target- target daerah melalui pelaksanaan program prioritas baik di bidang infra struktur maupun bidang ekonomi dan bidang sosial, ungkap Bupati Poso.

Setelah acara Pembukaan dilanjutkan dengan Pembacaan hasil Perangkingan/Prioritas Musrenbang Desa/Kelurahan oleh Camat Lore Tengah dan Lore Peore. Untuk Lore Peore diantaranya seperti masalah infrastruktur Penguatan tebing pemukiman warga yang diajukan oleh Desa Betue dan pembuatan bendungan di desa Watutau, sedangkan di bidang sosial budaya seperti pembangunan gedung Perpustakaan SD di desa Talabosa dan pembangunan rumah dinas guru SD di Desa Wanga, dan di bidang ekonomi seperti bibit kakao sambung pucuk dari desa Betue dan peningkatan usaha tani di desa Wanga. Sementara untuk Lore Tengah di bidang infrastruktur seperti bendungan dari desa Bariri dan jembatan dari desa Torire, untuk bidang ekonomi seperti pembangunan dam parit di desa Baliura dan pengadaan bibit kerbau dari desa Doda, di bidang sosial budaya ada pembangunan ruang perpustakaan & guru SD Baliura.

Kegiatan ini pun berlangsung secara santai namun serius dimana Bupati Darmin memboyong sejumlah Pimpinan OPD untuk memberikan tanggapan langsung berkaitan dengan usulan desa/kelurahan dan sekaligus penyampaian informasi kegiatan. Pada kesempatan tersebut, sejenak Bupati Poso berdiri meninggalkan tempat duduk di depan dan berjalan menuju tempat-tempat duduk para peserta Musrenbang untuk mengecheck langsung kesiapan para peserta, jangan sampai ada yang kedapatan tertidur pada saat kegiatan pembahasan berlangsung. Pimpinan Daerah ini menunjukkan bukti keseriusannya dalam melayani masyarakat Poso sehingga beliau secara langsung memantau dan mengikuti sampai akhir pelaksanaan Musrenbang Cluster I ini.

Pada sesi dialog bersama Pemda Poso ini kembali beberapa Pimpinan OPD ditantang untuk menjawab sekaligus menjelaskan tentang program-program yang terkait dengan leading sectornya masing-masing seperti pada Dinas Kesehatan menawarkan program rehabilitasi Puskesmas Watutau, laboratorium Schistosomiasis, pengadaan peralatan lab Schisto, sedangkan Dinas Pertanian diantara lain pengadaan/bantuan bibit kopi 11.000 pohon, pengadaan/bantuan ternak itik jantan 700 ekor & betina 100 ekor untuk Lore Peore dan pembangunan irigasi pintu air desa Doda senilai Rp 117.867.000,- dan pengadaan/bantuan bibit jagung plus pupuk untuk 1500ha di Lore Tengah. Dari Dinas PUPR diantaranya rehab drainase hanggira-baleura, rehab jalan hanggira- bariri, rehab jalan kota desa Doda Dusun I untuk Lore Tengah dan rehab jalan kota desa Watutau Dusun I, rehab jaringan irigasi Wanga, peningkatan cakupan SPAM desa Siliwanga untuk Lore Peore.

Kegiatan ini pun diakhiri dengan Penandatanganan Berita Acara oleh Camat Lore Tengah dan Lore Peore dan Penyerahan daftar usulan prioritas program/kegiatan hasil Musrenbang Kecamatan kepada Bupati Poso yang didampingi oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Poso bersama Kepala Bappelitbangda. //ca’/pul

altaltalt

Gubernur Meresmikan Pengoperasian TPA Kota Poso

  • PDF
Kegiatan peresmian pengoperasian tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah kota poso diresmikan penggunaanya secara langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si bertempat dikelurahan kayamanya jalan lingkar moengko, senin (05/02/18).

Persemian pengoperasian TPA kota poso tahun 2018 ditandai dengan Penandatanganan Prasasti oleh Gubernur Sulawesi Tengah DRS. H. Longki Djanggola, M.SI didampingi Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si, Anggota FKPD, Kepala Dinas Cipta Karya dan SDA propinsi sulawesi tengah dan Kepala Dinas pekerjaan umum dan penata ruang (PUPR) kabupaten poso Dr. H. Faidul Keteng, M.Si, dilanjutkan penandatanganan berita acara serah terima pengelolaan barang milik negara pembangunan TPA sampah Kabupaten poso pihak pertama kepala satuan kerja pengembangan sistem penyehatan lingkungan permukiman (PSPLP) sulawesi tengah Caco Laratu, ST. M.Si dengan pihak kedua bupati poso Darmin A. Sigilipu, dan penyerahan bantuan alat berat excavator untuk pengoperasian TPA Kota Poso dari Kementerian PUPR RI ditandai dengan Penyerahan Kunci oleh Gubernur Sulawesi Tengah dan akan diterima oleh Bupati Poso, disaksikan para anggota DPRD kabupaten poso, para OPD, ketua MUI kabupaten poso pimpinan PT Melo Aneka Raya, BUMN/BUMD, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainya.

Kepala satuan kerja pengembangan sistem penyehatan lingkungan permukiman provinsi sulawesi tengah (PSPLP) Caco Larutu, ST., M.Si dalam laporannya mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah pusat dalam pembangunan khususnya sektor penyehatan lingkungan di kabupaten poso. Caco larutu, ST., M.Si juga mengatakan, bahwa adapun konstruksi utama yang dibangun adalah konstruksi zona landfill sebagai sarana utama penimbunan sampah dengan sistim controlled landdfiil yang dilapisi dengan lapisan geomembran, geotekstile dan lapisan gravel.serta saluran pengelah gas, konstruksi IPL (instalasi pengelolahan lindi) dan saluran drainase keliling landfiil.termasuk jalan operasionalnya, dan pembangunan ini.dilaksanakan melalui pihak ketiga PT. Melo Aneka Raya selama 265 hari kalender dengan pemeliharaannya selama 12 bulan.

Sementara Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan bantuan dari pemerintah pusat tersebut tentu patut kita syukuri bersama karena pemerintah pusat dan provinsi sulawesi tengah sangat memperhatikan dan peduli dengan pemerintah daerah dan masyarakat kabupaten poso yang bertekad mewujudkan cita-cita dan impian masyaralat meraih penghargaan adipura pada tahun 2018.

Darmin agustinus sigilipu juga mengharapkan, dukungan dan support pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sulawesi tengah kepada pemda kabupaten poso merespon dengan bekerja keras dan bekerja cerdas yang dibarengi semangat pantang menyerah tanpa kenal lelah dan waktu untuk menjadikan kota poso/kabupaten poso sebagai kota cerdas yang ceriah, elok, ramah, damai, adil dan sejahtera, dengan pemandangan taman kota serta RTH dengan harapan tahun ini selesai yang refresentatif sebagai paru-paru udara ditengah kota yang juga merupakan sarana yang tidak kalah pentingnya dalam penilaian penghargaan Adipura dimaksud.

Beliau juga menyampaikan, dalam mendukung pekerjaan serta pengoperasian TPA sampah kota poso, pemerintah kabupaten poso telah menganggarkan jalan hotmiks sepanjang 650 meter serta pekerjaan pembangunan dua unit jembatan konvensional pada tahun 2018, ini sebagai sarana untuk memperlancar kendaraan keluar masuk menuju lokasi TPA sampah kota poso.

Diakhir sambutannya Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu berharap kiranya mendapat dukungan dari Gubernur, sehingga dengan cepat mendapat respon positif dari pihak kementerian PUPR RI khususnya Satker pengembangan sistem penyehatan lingkungan pemukiman provinsi sulawesi tengah serta dapat menfasilitasi untuk penambahan armada pengangkutan sampah/truk sampah yang baru karena kondisi truk sampah saat ini sudah mulai tua tidak layak pakai lagi.

Sementara ditempat yang sama gubernur sulawesi tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si dalam sambutannya menyampaikan TPA sampah adalah sarana fisik yang menunjang berlangsungnya kegiatan pembuangan sampah, yang juga sebagai mata rantai akhir dari pengelohan sampah perkotaan, sebagai sarana lahan untuk menimbun, mengolah dan mengurai sampah menjadi suatu yang bisa dimanfaatkan kembali, dan TPA sampah juga merupakan syarat untuk menjadi adipura dan harus ada ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30 % dari luas wilayah kota poso atau sekitar 5 (lima) hektar lahan terbuka hijau, mudah-mudahan kota poso tahun 2018 menyusul meraih kota Adipura seperti kota Luwuk pada tahun 2017 kemarin.

Drs. H. Longki Djanggola juga mengharapkan, agar keberadaan TPA poso menjadi salah satu solusi mengurangi tumpukan sampah dan menolong lingkungan agar tetap bersih, indah, nyaman dan sehat. Beliau juga mengajak kepada warga untuk turut peduli dan pro aktif menyikapi permasalahan sampah di kota poso. Salah satunya dengan taat membuang sampah pada tempatnya dan bagaimana melahirkan pemberdayaan di masyarakat untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang punya nilai ekonomi sebab tidak menutup kemungkinan dari tumpukan sampah bisa membuka peluang rejeki yang tidak di duga-duga selama kita kreatif dan mau berupaya mewujudkannya.

Selanjutnya Gubernur Sulawesi Tengah didampingi Bupati Poso, Wakil Bupati Poso, Anggota FKPD, Anggota DPRD Kabupaten Poso, Kepala Dinas Cipta Karya dan SDA Propinsi Sulteng serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Poso menyaksikan demonstrasi pembuangan sampah dari truk ke lTPA untuk difermentasi selama 4 hari, dan air hasil fermentasi tersebut akan ditampung dan diolah sebelum dibuang kesaluran pembuangan sehingga tdk mencemari lingkunga.

Mengakhiri kunjungan kerjanya Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Poso dan Wakil Bupati Poso bersama rombongan mengujungi lokasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) eks pasar sentral poso. //ca’/pul

altaltalt

Peletakan Batu Pertama Pembangunan PAUD & Serbaguna Bukit Moria Pamona

  • PDF

Kehadiran Bupati Poso pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-9 Jemaat Bukit Moria Pamona, membawa suka cita dan kegembiraan tersendiri bagi seluruh warga gereja. Didampingi oleh Kadis Pertanian, Kaban BKSDA, Kadis P & K, Kepala Inspektorat, Anggota DPRD Kabupaten Poso, Camat Pamona Puselemba, Kapolsek dan Danramil Pamona Puselemba, Lurah se – Kecamatan Pamona Puselemba, Majelis Jemaat Bukit Moria, Para Pendeta Senior, Kolonel Marinir Purnawirawan Darmin Agustinus Sigilipu juga melakukan Peletakan Batu Pertama tanda dimulainya pembangunan Gedung PAUD dan Serba Guna Jemaat GKST Bukit Moria Pamona. Jumat,(02/02/18).

Diawali dengan doa syukur dan dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua panitia HUT, Gerson Wanundo. Panitia HUT menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kesediaan Bupati Poso untuk menghadiri kegiatan ini. Bahwa selama 9 tahun jemaat ini berdiri, telah dilayani oleh 4 Pendeta. Sudah banyak melakukan perubahan fisik Gereja, dan yang paling kelihatan adalah pembuatan taman dan lapangan olah raga disekitar halaman Gereja. Banyak yang sudah dilakukan, walaupun masih banyak pula yang harus dilengkapi, diantaranya adalah pembangunan Gedung PAUD dan Serba Guna.

Laporan Panitia Pembangunan Eksaf Sigilipu, S.Th menambahkan, sejak tahun 2015 telah ditetapkan Visi dan Misi Jemaat, diantaranya Mandiri dibidang Theologi, Daya dan Dana. Pembangunan Gedung yang hari ini ditandai dengan peletakkan batu pertama direncanakan akan dibangun 2 lantai dengan peruntukkannya masing-masing. Lantai 1 untuk 2 ruang paut, 1 ruang guru dan 1 ruang perpustakaan. Lantai 2 untuk gedung serba guna. Kebutuhan dana ditaksir sejumlah Rp. 850.000.000,- dan berasal dari swadaya anggota jemaat, serta donatur yang tidak mengikat.

Sambutan Ketua Majelis Sinode GKST, Pdt. Jetroson Rense, M.Th. mengatakan bahwa sudah banyak perubahan yang terjadi di wilayah ini, teristimewa dengan berdirinya sebuah Gereja di atas Bukit. Pemeliharaan dan Penjagaan Tuhan sungguh besar sampai saat ini. Spiritualitas Keugarahian, yang mempunyai makna: adil untuk semua. Pembuatan Gedung PAUD digunakan untuk melatih anak usia dini agar lebih mandiri dan belajar mengenal lingkungan sosial. Gedung serba guna yang akan dibangun, dapat digunakan oleh seluruh jemaat untuk pelaksanaan kegiatan/acara besar, dapat terjangkau karena merupakan usaha bersama untuk pengadaannya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dalam sambutannya antara lain mengatakan kehadiran gereja melalui suatu persekutuan yang indah, memiliki peran penting dalam hal pembinaan warga gereja yang semakin dewasa. Selain itu kehadiran gereja di tengah-tengah masyarakat bukan hanya sekedar untuk memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga bagaimana gereja bertumbuh dalam suatu kebersamaan dalam memberikan sumbangsih melalui partisipasi aktif dalam mendukung program pemerintah. Karena itu Bupati Darmin berharap agar momentum penting itu dapat dijadikan kesempatan untuk mengintrospeksi diri baik selaku warga jemaat maupun sebagai pelayan, sehingga dalam perjalanan pelayanan dan kegiatan pembangunan diaras Jemaat Bukit Moria akan semakin maju dan berkembang seirama dengn pertumbuhan iman jemaat. Bupati Darmin juga memberi apresiasi kepadaa jemaat Moria yang dalam waktu tidak begitu lama tetapi mampu membangun gedung gereja yang megah serta beberapa program pembangunan yang akan segera dikerjakan. Ini suatu bukti kebersamaan dan kedewasaan jemaat yang patut dibanggakan, tegas Bupati.

Dalam Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Jetroson Rense menekankan pada pentingnya suatu persekutuan yang rukun dari seluruh warga jemaat, sehingga sebesar apapun program yang akan dilaksanakan pasti dapat terwujud. Bupati Darmin juga menyempatkan
untuk membawakan lagu Hidup ini Adalah Kesempatan. Memberikan bantuan baik lewat lelang lagu maupun lelang bahan makanan dan diikuti oleh seluruh kepala OPD yang hadir. Perayaan HUT Jemaat Bukit Moria ini diakhiri dengan acara tiup lilin bersama.

alt