Sen04212014

Last update08:13:03 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back BARUGA BARUGA Keagamaan HASYIM MUZADI BERIKAN CERAMAH HALAL BI HALAL 1433 HIJIRIAH DI POSO

HASYIM MUZADI BERIKAN CERAMAH HALAL BI HALAL 1433 HIJIRIAH DI POSO

alt

Halal Bi Halal 1433Hijiriah yang diprakarsai PTHBI Poso, MUI Poso dan Pemda Poso berlangsung di Lapangan Sintuwu Maroso Poso dengan Pembawa hikmah K.H. Hasyim Muzadi (Presiden Konfrensi Agama Sedunia untuk Perdamaian dan Sekjen ICIS) Selasa, 04/09.

Bupati Poso Drs, Piet Inkiriwang, MM diwakili Wabup Poso Ir, Syamsuri dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangan Mantan Ketua PB NU di Poso sangat tepat dalam situasi kondisi bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini banyak dilanda perselisihan-perselisihan antar kelompok. “ Kedatangan Pak Kiyai di Poso pucuk dicinta ulam pun tiba. Karena Kabupaten Poso pernah mengalami perselisihan antar kelompok beberapa tahun yang silam. Sehingga dengan kedatangan ini dapat memberikan pencerahan-pencerahan yang sejuk tentang indahnya kedamaian yang pluralis di Poso,” lanjut wabup menambahkan sambutannya.Wabup juga memberikan gambaran geografis kabuapaten Poso secara singkat kepada Pak Kiyai bahwa Poso terdiri dari 19 wilayah Kecamatan dengan kondisi alam berupa lembah, pegunungan, dataran tinggi dan hamparan pesisir laut sepanjang 80km. Disebutkan juga Danau Poso yang terletak di wilayah Kecamatan Pamona Puselemba merupakan ikon wisataPoso yang terkenal sampai ke mancanegara.Dalam tauziah halal bi halal yang disampaikan K.H. Hasyim Muzadi menyebutkan kunci hidup dalam kerukunan antar umat beragama adalah tergantung kepada individu-individu yang harus memahami agamanya masing-masing secara lengkap.Beliau menggambarkan orang harus beragama tapi tetap dalam bingkai ke Indonesiaan, dan Dasar negara Pancasila sudah mengaturnya dalam hal itu. Sehingga antar penganut agama yang satu dengan yang lainnya saling memahami dan saling menghormati melalui sikap toleransi yang tinggi.Persoalan bangsa saat ini menurutnya akibat seseorang individu atau kelompok yang ingin memaksakan sesuatu faham  yang harus diikuti, baik itu faham agama, politik maupun pandangan-pandangan lain yang dapat merongrong instabilitas Indonesia.   Padahal dalam perspektif Islam sudah sangat jelas menerangkan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. Sehingga konsep ini sejalan dengan piagam Madinah yang pernah di jalankan Nabi Muhammad S.A.W beberapa abad yang lalu.Olehnya itu Hasyim Muzadi seusai pelaksanaan kegiatan berpesan kepada seluruh warga Poso yang hadir dalam Tabligh Akbar dan Halal Bi Halal itu untuk secara bersama-sama bersatu melawan perusuh yang akan masuk diwilayah poso yang ingin memecah persatuan dan kesatuan yang sudah terbangun dengan baik di Bumi Sintuwu Maroso tercinta.Hadiri dalam Halal bi Halal tersebut Wakapolda Sulteng Kombes Oerip Subagyio, Wabup Poso Ir, Syamsuri, M.Si, Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Poso, Ketua MUI Poso H. Lili Sumarli, S.Ag, Pengurus NU Poso Ir, Munawir, MM, Ketua FKUB Poso H. Gani T. Israil, Pengurus PTHBI Poso, Ketua GKST Sulawesi Tengah Pdt, Isakk Pole, para pejabat di lingkungan Kantor Pemerintah daerah KAbupaten Poso, Tokoh Masyarakat, pers serta para undangan lainnya.